Fenomena "The Nuruls": Kontestasi Budaya dan Keagamaan dalam Pembentukan Identitas Remaja Muslimah

Penulis

  • Yani Murlayani UIN sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Solahuddin AL Ayubi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Masykur UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1144

Kata Kunci:

Identitas remaja muslim, Budaya, Era Kontemporer, Pembentukan identitas aktivitas social dan keagamaan

Abstrak

Identitas remaja muslim diera kontemporer dipengaruhi oleh beberapa factor, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan social yang terjadi saat ini, Budaya memiliki peran penting dalam pembentukan identitas remaja muslim tidak hanya pengaruh ajaran agama tetapi juga dinamika budaya local, global dan media social yang ada disekitar dapat membentuk cara remaja Muslim berpikir, Berprilaku, dan berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana remaja muslim membentuk identitas mereka melalui presepsi dan interpretasi terhadap aktivitas social dan keagamaan yang mereka lakukan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pandangan remaja muslim tentang nilai-nilai budaya, norma social serta praktik keagamaan yang mereka terima dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.Hasil penelitian menunjukan bahwa identitas remaja muslim dibentuk melalui interaksi antara nilai agama yang diterima dalam keluarga dan Masyarakat serta pengaruh budaya pop dan media social yang lebih luas. Sementara remaja muslim cenderung menafsikan aktivitas social dan keagmaaan secara fleksibel yang mencerminkan upaya mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman tampa mengabaikan aspek relegiusitas dalam kehidupan mereka, dengan demikian pembentukan identitas remaja muslim di era kontemporer merupakan proses dinamis yang melibatkan negoisasi antara tradisi, agama dan budaya modern. Karena budaya memiliki pengaruh signifikan terhadap pementukan identitas remaja muslim. Remaja muslim yang tumbuh dalam lingkungan budaya yang kuat cenderung memiliki identitas yang lebih kuat dan stabil.

Identitas remaja muslim diera kontemporer dipengaruhi oleh beberapa factor, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan social yang terjadi saat ini, Budaya memiliki peran penting dalam pembentukan identitas remaja muslim tidak hanya pengaruh ajaran agama tetapi juga dinamika budaya local, global dan media social yang ada disekitar dapat membentuk cara remaja Muslim berpikir, Berprilaku, dan berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana remaja muslim membentuk identitas mereka melalui presepsi dan interpretasi terhadap aktivitas social dan keagamaan yang mereka lakukan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pandangan remaja muslim tentang nilai-nilai budaya, norma social serta praktik keagamaan yang mereka terima dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.Hasil penelitian menunjukan bahwa identitas remaja muslim dibentuk melalui interaksi antara nilai agama yang diterima dalam keluarga dan Masyarakat serta pengaruh budaya pop dan media social yang lebih luas. Sementara remaja muslim cenderung menafsikan aktivitas social dan keagmaaan secara fleksibel yang mencerminkan upaya mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman tampa mengabaikan aspek relegiusitas dalam kehidupan mereka, dengan demikian pembentukan identitas remaja muslim di era kontemporer merupakan proses dinamis yang melibatkan negoisasi antara tradisi, agama dan budaya modern. Karena budaya memiliki pengaruh signifikan terhadap pementukan identitas remaja muslim. Remaja muslim yang tumbuh dalam lingkungan budaya yang kuat cenderung memiliki identitas yang lebih kuat dan stabil.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-08-14

Cara Mengutip

Murlayani, Y., Ayubi, S. A. ., & Masykur. (2025). Fenomena "The Nuruls": Kontestasi Budaya dan Keagamaan dalam Pembentukan Identitas Remaja Muslimah. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 2665–2671. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1144

Terbitan

Bagian

Artikel