Kontemplasi Islam Kejawen: Fundamentalisme Ideologi Hingga Sinergitas Perwujudan Nilai-Nilai Kasunyatan
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1136Kata Kunci:
Islam Kejawen, Kasunyatan, SinkretismeAbstrak
Penelitian ini mengkaji Islam Kejawen dalam konteks fundamentalisme ideologi serta perannya dalam mempertahankan nilai-nilai kasunyatan sebagai bentuk spiritualitas khas masyarakat Jawa. Islam Kejawen lahir dari perjumpaan antara ajaran Islam dan tradisi spiritual Jawa, membentuk praktik keberagamaan yang lebih kontekstual, reflektif, dan selaras dengan nilai-nilai lokal. Namun, keberadaannya kerap dipertanyakan oleh kelompok yang mengusung pemurnian Islam, yang menolak unsur-unsur budaya sebagai bagian dari ajaran agama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menelaah berbagai literatur—baik buku, jurnal akademik, dan artikel ilmiah —untuk memahami bagaimana Islam Kejawen beradaptasi dalam dinamika sosial dan keagamaan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Islam Kejawen bukan sekadar warisan sinkretisme, melainkan juga wujud fleksibilitas Islam dalam merespons budaya setempat. Di tengah arus purifikasi agama, ajaran ini tetap bertahan karena menekankan keselarasan antara aspek lahiriah dan batiniah, menjadikannya lebih dari sekadar praktik keagamaan, tetapi juga refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan realitas kehidupan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Muchdor, Iffan Ahmad Gufron, Aspandi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














