Analisis Tindakan Sosial (Studi Kasus Remaja Lulusan SMA yang tidak Melanjutkan ke Perguruan Tinggi di desa Koto Benai)Kabupaten Kuantan Singingi
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1447Kata Kunci:
Tindakan Sosial, Pendidikan Tinggi, Max Weber, Desa Koto BenaiAbstrak
Tindakan sosial remaja lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Desa Koto Benai menjadi fokus utama dalam penelitian ini, khususnya di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Tindakan sosial tersebut dianalisis menggunakan teori tindakan sosial Max Weber, yang membagi tindakan sosial menjadi empat tipe, yaitu tindakan rasional instrumental, rasional berorientasi nilai, afektif, dan tradisional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan serta dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keputusan remaja untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dari perspektif tindakan teori Max Weber, tindakan mereka bersifat tunggal tetapi merupakan kombinasi dari keempat tipe tindakan sosia. Misalnya, pertimbangan ekonomi (seperti keterbatasan biaya) mencerminkan Tindakan rasional instrumental, sementara tekanan emosional atau rasa tanggung jawab terhadap keluarga termasuk tindakan afektif. Selain itu, budaya tradisional yang kurang menekankan pentingnya pendidikan tingggi memperkuat pola Tindakan tradisional.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ringgi Henepi Naita, Risdayati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














