Relasi Kekerabatan Bahasa Bugis dengan Bahasa Bajo di Sulawesi Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i2.1280Keywords:
kekerabatan bahasa, bahasa Bugis, bahasa Bajo, linguistik historis, bahasa daerahAbstract
Bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam identitas budaya suatu komunitas. Di Sulawesi Tenggara, Bahasa Bugis dan Bahasa Bajo merupakan dua bahasa yang digunakan oleh komunitas yang berbeda namun memiliki sejarah interaksi yang panjang. Memahami relasi kekerabatan antara kedua bahasa ini penting untuk mengungkap asal-usul, perkembangan, dan pengaruh timbal balik yang terjadi. Penelitian ini sangat urgen untuk melestarikan kekayaan bahasa daerah dan memperkuat identitas budaya komunitas terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi relasi kekerabatan bahasa Bugis dan bahasa Bajo, dilihat dari persentase kekerabatan dan penetapan kata kerabat (pasangan identik, korespondensi fonemis, dan kemiripan secara fonetis). Metode statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat kekerabatan kedua bahasa yang diteliti. Data yang dikumpulkan adalah data lisan berupa kosakata bahasa Bugis dan kosakata bahasa Bajo, masing-masing sebanyak 200 kata sesuai dengan jumlah kosakata dasar yang ditetapkan oleh Morris Swadesh. Sedangkan sumber datanya diperoleh dari empat orang informan yang dipilih/ditetapkan. Keempat informan tersebut, selanjutkan disodorkan atau diberikan kosakata dasar Morris Swadesh untuk diterjemahkan ke dalam bahasa daerah masing-masing, dua informan untuk bahasa Bugis dan dua informan untuk bahasa Bajo. Setelah mengetahui jumlah kata yang berkerabat, maka jumlah kata yang berkerabat itu dipersentasekan guna mengetahui tingkat kekerabatan bahasa Bugis dan bahasa Bajo. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Bugis dan bahasa Bajo memiliki tingkat kekerabatan sebesar 22,7%, yang secara linguistik menempatkan keduanya dalam tingkatan rumpun (stock) menurut klasifikasi Keraf. Meskipun tidak termasuk dalam kategori bahasa yang sangat dekat, relasi ini tetap mencerminkan adanya asal-usul yang serumpun dari rumpun Austronesia.
Downloads
References
Agusman., & Manurung, A, S. (2017). Sistem Kekerabatan Bahasa dan Budaya Sebagai Prinsip Penyusunan Materi Ajar Bahasa Asing. Seminar Nasional Pengajaran Bahasa, Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Negeri Malang. http://www.ijbssnet.com/journals/Vol_3_No_6_Special_Issue_March_2012/13.pdf (Diunduh, 8 Juni 2024).
Arafah, B., Putra, E., & Arafah, A. N. B. (2022). The Shift of Lexicon in Traditional Technology System in Tolaki Community at Konawe District of Southeast Sulawesi. Theory and Practice in Language Studies, 12(5), 980-989..
Ayatrohaedi. (1983). Dialektologi: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Chaer., Abdul., & Agustina, L. 2004. Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.
Finaka., & Andrean. W. (2022). 718 Bahasa Daerah Tersebar di Indonesia. http://indonesiabaik.id/search?s=bahasa. (Diunduh, 8 Juni 2024).
Fuad, H. (1992). Renungan Budaya. Jakarta: Gramedia.
Gorys, K. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia.
Rohma, M. (2020). Peran Mahasiswa Bahasa Arab dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Arab Mahasiswa (Semnasbama) IV Universitas Negeri Malang. (Diunduh, 8 Juni 2024).
Sri, M. (2007). Sistem Sapaan dalam Bahasa Minangkabau pada Masyarakat Minang Perantauan Si Palembang. (Skripsi), Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Sriwiyaja Palembang.
Sulistiyarini, S., & Hendrokumoro, H. (2023). Hubungan Kekerabatan Bahasa Jawa, Sunda, dan Makassar: Kajian Linguistik Historis Komparatif. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(2), 187-202.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Takwa Takwa, Sarmadan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










