Kajian Identifikasi dan Revitalisasi Cerita Rakyat Etnik Tolaki Mekongga di Kabupaten Kolaka
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i2.1300Kata Kunci:
cerita rakyat, Tolaki Mekongga, identifikasi, revitalisasi, kearifan lokalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta merevitalisasi cerita rakyat etnik Tolaki Mekongga di Kabupaten Kolaka yang mengalami penurunan eksistensi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh masyarakat, dan pelaku budaya, serta dokumentasi dari sumber tertulis dan rekaman cerita. Hasil penelitian menunjukkan adanya sepuluh cerita rakyat yang masih dikenal dalam masyarakat dengan tingkat popularitas berbeda-beda. Dua cerita rakyat tergolong sangat populer (Konggaaha dan Asal Usul Gunung Mekongga), empat kategori populer, dua cukup populer, satu kurang populer, dan satu hampir punah. Penurunan minat generasi muda terhadap cerita rakyat disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap media yang menarik, dominasi budaya populer modern, serta kurangnya integrasi cerita rakyat dalam kurikulum pendidikan. Oleh karena itu, strategi revitalisasi yang disarankan meliputi penyusunan buku antologi berbasis bahan ajar, digitalisasi cerita rakyat dalam bentuk video atau platform interaktif, serta integrasi dalam sistem pendidikan lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian cerita rakyat memerlukan kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah dengan dukungan teknologi digital yang sesuai perkembangan zaman.
Unduhan
Referensi
Alifuddin, M., Udu, S., & Anhusadar, L. (2022). Pendidikan Berbasis Sastra Lisan (Lukisan Analitik Atas Nilai Pedagogi Dalam Folklor Orang Wakatobi)(Education Based On Oral Literature (An Analytical Description Of Pedagogical Values In Wakatobi People Folklore)). Kandai, 18(2), 207-219.
Djuwarijah, S., Bahasa, K., & Tenggara Barat, N. (2019). Leksikon Hewan Pada Ama Samawa, Kajian Semantik Kognitif. Humanitatis Journal on Language and Literature, 6(1), 97–108. https://journal.universitasbumigora.ac.id/index.php/humanitatis/article/view/597
Halil, N.I., Nasir, A., Yawan, H., dan Sarmadan. (2023). Local Wisdom in Primary School Students' Directive Speech Acts. MEDIASI – Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi, 4(3), September 2023, 246-262.
Hidayatulloh, D. S. (2022). The Role of Myths and Legends in the Formation of Local Cultural Identity: A Descriptive-Qualitative Analysis from the Perspective of Literature Studies. Journal of Society and Development, 2(1).
Ihsan, Nur. (2021) Kajian Ekologi Sastra Dalam Cerita Rakyat Kongga Owose dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sekolah Dasar. Jurnal SELAMI IPS, 14(2), https://selami.uho.ac.id/index.php/PPKN_IPS/index
Kanzunnudin, M. (2016). Penulisan Cerita Rakyat sebagai Konservasi Budaya Lokal. Budaya Literasi Menuju Generasi Emas Bagi Guru Pembelajar, 0-7.
Krisnanik, E., Yulistiawan, B. S., Indriana, I. H., & Yuwono, B. (2023). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pelestarian Budaya Dan Wujud Bela Negara. Jurnal Bela Negara, 1(2), 83-98.
Sarmadan (2017). Tolakinese Language Attitude toward Tolaki-Dialect of Mekongga in Kolaka District. Journal of Indonesian Language Education and Literary, 2(2), December 2017.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulung, U. & Muspawi, M. (2024). Memahami Sumber Data Penelitian: Primer, Sekunder, dan Tersier. EDU RESEARCH, 5(3), 110-116. https://doi.org/10.47827/jer.v5i3.238.
Ustianti, U., & Sari, D. (2021). Fungsi dan Nilai dalam Cerita Rakyat Bende dan Pokae pada Etnik Tolaki. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 10(1), 16-30.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sarmadan, Wayan Pageyasa, Syarifuddin Tundreng, Musliha

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










