Implementasi Program Merdeka Belajar (Studi Di SMP Negeri 2 Polinggona)
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2506Kata Kunci:
Implementasi, Kebijakan Publik, Program, Merdeka belajarAbstrak
Artikel ini merupakan luaran dari penelitian yang membahas tentang implementasi dari program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari program merdeka belajar yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian deskriptif dengan menggunkan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona belum sepenuhnya efektif. Dari aspek komunikasi, komunikasi internal (antar guru dan dari kepala sekolah) sangat kuat. Namun, komunikasi eksternal dari dinas pendidikan dan pusat lemah, dengan bahasa instruksi yang sulit dipahami, sosialisasi lambat, dan pelatihan terbatas. Dari aspek sumber daya, menunjukkan keterbatasan signifikan, termasuk jaringan internet buruk, fasilitas teknologi (WiFi dan laptop) yang kurang, serta kekurangan bahan ajar dan laboratorium akibat alokasi Dana BOS yang terbatas. Dari aspek disposisi secara umum positif: kepala sekolah, guru dan siswa proaktif dan antusias terhadap merdeka belajar. Sementara itu, dari aspek struktur birokrasi, hierarki birokrasi (seperti persyaratan laporan administrasi) menciptakan beban kerja tinggi bagi guru, mengurangi waktu untuk inovasi kreatif di kelas. Menunjukkan struktur yang teratur namun kurang efisien, birokrasi yang kaku dapat menghambat fleksibilitas program seperti Merdeka Belajar, yang membutuhkan alokasi waktu untuk eksplorasi siswa.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yogi Iswahyuni, Arafat Mallapiseng , Ahmad Lamo Said

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














