Karema dan Kepemimpinannya di Minahasa (Sebuah Tinjauan Historisisme)
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2204Kata Kunci:
karema, perempuan, minahasa, historisisme, kepemimpinanAbstrak
Tradisi lisan orang Minahasa yang sampai saat masih dituturkan adalah Karema. Karema merupakan leluhur orang Minahasa yang peran dan eksistensinya sangatlah menentukan garis peradaban bagi generasi mereka. Mitologi orang Minahasa memposisikan Karema sebagai orang pertama didunia, dia juga memiliki tugas sebagai imam perempuan atau walian. Ketokohan Karema berkaitan dengan peran dan fungsinya pada awal peradaban Minahasa menjadi objek penelitian yang diangkat dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu berupa gagasan atau ide yang dituangkan dalam bentuk kata-kata atau kalimat yang dihasilkan dari objek penelitian serta berkaitan dengan kejadian yang melingkupi sebuah objek penelitian. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis yang diperoleh dari informan dan dari dokumen-dokumen yang relevan dan menunjang penelitian ini. Selanjutnya hasil penelitian dikaji berdasarkan pendekatan historisisme. Hasil analisis dari penelitian ini mengungkapkan unsur kesejarahan dari peran Karema sebagai seorang pemimpin perempuan dalam kepercayaan Minahasa dan menjadikannya sebagai prototipe bagi generasi setelahnya. Karema dalam dunia kontemporer telah menjadi representasi perempuan Minahasa dalam karakter pemimpin-pemimpin yang tampil dengan gaya kepemimpinan yang mumpuni. Karema dijadikan sebagai tokoh sejarah dan budaya yang menginspirasi tidak hanya dalam konteks kesejarahan orang Minahasa tetapi juga dalam konteks budaya dan pendidikan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sania Robot, Darmawan Edi Winoto, Aksilas Dasfordate

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














