Ilmu Dakwah Perspektif Filsafat Ilmu : Ontologi Epistimologi Aksiologi
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2074Kata Kunci:
Aksiologi, Dakwah, Epistemologi, Filsafat Ilmu, OntologiAbstrak
Artikel ini akan mengkaji pengetahuan tentang Da'wah dalam lingkup filsafat ilmu, dengan fokus pada studi tentang ontologi, epistemologi, dan aksiologi, yang akan diatur dalam kerangka konseptual yang kami sebut Paradigma Filsafat Ilmu Terintegrasi Da'wah. Studi ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan penelitian perpustakaan, dengan fokus pada analisis konseptual filsafat ilmu, pemikiran Islam klasik, dan jurnal da'wah kontemporer. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara ontologis, da'wah adalah realitas spiritual dan sosial yang melihat manusia sebagai subjek dan objek, sebagai pembawa dan penyebar nilai-nilai Islam. Secara epistemologis, da'wah sebagai ilmu didasarkan pada kombinasi pengetahuan dari wahyu, akal, dan pengalaman, yang terintegrasi melalui tiga epistemologi Islam: bayani, burhani, dan irfani. Secara aksiologis, da'wah sebagai ilmu fokus pada nilai kebaikan, kasih sayang, etika, dan tanggung jawab sosial dalam pencapaian peradaban dengan karakter, termasuk dalam konteks da'wah digital. Ketiga dimensi ini diintegrasikan berdasarkan prinsip tawhid yang berfungsi sebagai dasar untuk integrasi kebenaran, pengetahuan, dan nilai. Dengan demikian, ilmu dakwah tidak hanya menjelaskan dasar teoretis dakwah, tetapi juga memperkuat perannya sebagai disiplin ilmiah yang integratif dan transformatif. Meskipun penelitian ini masih bersifat konseptual, hasilnya membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang menguji penerapan paradigma integratif dalam konteks dakwah digital, pendidikan dakwah, serta pengembangan kurikulum dakwah berbasis keilmuan Islam.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Hanif Athallah, Rohanda Rohanda, Abdul Kodir

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














