Analisis Kebijakan Meso Uji Kelayakan Pembangunan Jalan Lingkar Utara Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1964Kata Kunci:
Kebijakan Jalan Lintas Utara Lamongan, Kebijakan Transportasi, Analisis Kebijakan Publik MesoAbstrak
Penelitian ini berjudul Analisis Meso Kebijakan Uji Kelayakan Pembangunan Jalan Lingkar Utama Lamongan. Latar belakang penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemacetan yang diakibatkan oleh padatnya mobilitas masyarakat di Jalan Pamglima Sudirman dan Jalan Jaksa Agung Suprapto Kabupaten Lamongan yang kebetulan dilintasi oleh dua jalur kereta api, membuat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan terobosan kemacetan dengan membangun Jalan Lintas Utara Lamongan. Ketika kebijakan pembangunan jalan lintas utara memasuki uji kelayakan, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang membuat masyarakat setempat menuntut penutupan uji kelayakan jalan tersebut. Fokus penelitian ini adalah mengkaji bagaimana kebijakan uji kelayakan jalan dianalisis melalui kajian teori kebijakan transportasi dan analisis meso kebijakan publik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan transportasi menurut Ofyar Tarmin dan William Dunn serta teori analisis meso melalui pendekatan konstruktivis dalam kebijakan publik menurut pemikiran Wayne Parsons, Herbert Blummer, dan Mauss. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan menggunakan studi naratif dengan teknik pengumpulan data melalui pengumpulan data berita pada website dan berita media sosial warga Lamongan. Temuan data penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan Jalan Lintas Utara Lamongan merupakan wujud dari kebijakan Perhubungan dan telah dilakukan uji coba kelaikan jalan yang masih banyak kekurangannya. Temuan selanjutnya dalam penelitian ini adalah para aktor pembuat dan pelaksana kebijakan berusaha memahami bagaimana opini publik dan media massa berinteraksi dengan para pembuat kebijakan untuk menentukan agenda dan permasalahan perbaikan pembangunan Jalan Lintas Utara Lamongan. Selain itu, respon terhadap penutupan Jalan Lintas Utara Lamongan dan penambahan lampu lalu lintas merupakan wujud dari pendekatan konstruktivisme dimana perbaikan kebijakan dilakukan melalui konstruktivisme masyarakat dalam media sosial dimana menurut Blummer permasalahan tersebut bukan hanya realitas objektif tetapi juga merupakan produk opini kolektif dimana permasalahan perlunya Jalan Lintas Utara Lamongan ditingkatkan terbentuk dalam pembentukan perspektif dan didefinisikan dalam masyarakat melalui opini mereka di media sosial. Selain itu, permasalahan sosial masyarakat Balun yang memblokade Jalan Lintas Utara Lamongan untuk sementara waktu guna perbaikan merupakan salah satu bentuk elemen analisis meso mengenai proses perbaikan kebijakan melalui keberadaan gerakan sosial yang dimunculkan oleh perilaku publik masyarakat setempat, kelompok kepentingan, maupun kelompok penekan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Amma Fathuurrahmaan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














