Menegosiasikan Identitas dan Penyimpangan: Pendekatan Struktural Fungsional Terhadap Eksistensi Kafe Prostitusi Terselubung di Pedesaan Kabupaten Kampar

Penulis

  • Muhammad Raudo Ghozalan Jurusan Sosiologi Universitas Riau
  • Rina Susanti Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1047

Kata Kunci:

Eksistensi, Kafe Remang-Remang, Penyimpangan

Abstrak

Kafe remang-remang merupakan tempat hiburan yang identik dengan tempat prostitusi, minuman beralkohol dan perjudian. Terdapat sebanyak 15 kafe remang-remang di Kecamatan Kampar Kiri, hal ini membuktikan bahwa eksistensi kafe remang-remang masih terus bertahan dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk aktivitas dan upaya pemilik dalam mempetahankan eksistensi kafe remang-remang dengan pendekatan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Lokasi penelitian di Kelurahan Lipat Kain dengan subjek 5 informan utama dan 2 informan kunci menggunakan metode kualitatif melalui teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk aktivitas yang dapat menunjukkan keberadaan kafe remang-remang terbagi menjadi aktivitas tampak luar yaitu simbol tertentu, bentuk bangunan yang terletak di tepi jalan lintas dan aktivitas tampak dalam yaitu bentuk bangunan yang memiliki ruangan tambahan dan pelayanan tambahan. Upaya yang dilakukan pemilik dilihat dari upaya eksternal yakni penyesuaian lingkungan, membangun relasi serta nilai dan norma. Kemudian upaya internal yakni loyalitas pekerja, strategi pemasaran dan kompenasasi pelanggan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-04-27

Cara Mengutip

Ghozalan, M. R., & Susanti, R. (2025). Menegosiasikan Identitas dan Penyimpangan: Pendekatan Struktural Fungsional Terhadap Eksistensi Kafe Prostitusi Terselubung di Pedesaan Kabupaten Kampar. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(1), 394–404. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i1.1047

Terbitan

Bagian

Artikel