Eksplorasi Permainan Tradisonal Daerah Sumba Barat Daya Untuk Pendidikan Fase Wiraga di Paud

Penulis

  • Rahel Maga Haingu Universitas Katolik Weetebula
  • Fransiskus Ghunu Bili Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i3.1721

Kata Kunci:

Permainan Tradisional, Fase Wiraga PAUD

Abstrak

Fase wiraga merupakan masa perkembangan fisik motorik bagi anak usia dini. Oleh karena itu, pendidikan PAUD harus membantu anak mengembangkan kemampuan motorik untuk kemandirian anak itu sendiri dan juga dalam interaksi social. Permainan tradisional merupakan salah satu solusi untuk mendukung aspek fase wiraga anak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendokumentasikan permainan tradisonal pada masyarakat Sumba Barat Daya dan peran permainan tradisional untuk pendidikan fase wiraga. Penelitian ini menggunakan Metode paradigma penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan terdapat  49 jenis  permainan tradisional yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya. Permainan tradisional ini dapat mengembangkan kemampuan motorik anak melalui kegiatan melempar, melompat, berlari dan berjalan. Selain itu, permainan tradisional juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, seperti memori, perhatian, dan pemecahan masalah. Permainan tradisional juga dapat mengembangkan kemampuan sosial anak, seperti kerja sama, komunikasi, dan empati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional dari wilayah Sumba Barat Daya memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media pengajaran untuk pendidikan fase Wiraga di PAUD. Oleh karena itu, perlu di implementasi dan di kembangkan menggunakan permainan tradisional Sumba Barat Daya dalam pengajaran untuk meningkatkan keterampilan anak-anak dan melestarikan budaya lokal.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Aulia Arsila Wigaringtyas, & Sri Katoningsih. (2023). Kemampuan motorik kasar melalui kegiatan tari dongklak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. https://doi.org/10.31004/obsesi

Creswell, J. W. (2008). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. New Jersey: Prentice Hall.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2000). Handbook of qualitative research (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Dewantara, K. H. (2004). Karya Ki Hadjar Dewantara. Yogyakarta: Majlis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Fitrianti, H., et al. (2022). Sosialisasi metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini kelompok B. Segawati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(4), 6–11.

Ghunu, F. B., Haingu, R. M., dkk. (2024). Stimulasi kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun TK St. Arnoldus Jansen Desa Ramadana melalui kegiatan mozaik pola rumah adat Sumba. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambosai, 5(2).

Haingu, R. M. (2021). Workshop tentang media belajar dan komunikasi yang baik bagi anak usia dini pada TK Tunas Harapan Weetebula di masa pandemi Covid-19. Prosiding Penelitian Pendidikan dan Pengabdian. RCI Publisher.

Haingu, R. M. (2022). Pemanfaatan kain tenun Sumba sebagai media pengenalan warna pada anak PAUD di Kecamatan Loura. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), STKIP Yapis Dompu.

Haingu, R. M. (2023). Kecenderungan gaya pengasuhan orang tua pada anak usia 4–5 tahun di Kecamatan Loura. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), STKIP Yapis Dompu.

Hasan, M. (2012). Pendidikan anak usia dini. Jogjakarta: Diva Press.

Hendraningrat, D., & Fauziah, P. (2022). Media pembelajaran digital untuk stimulasi motorik halus anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 56–70. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.1205

Marzoan, L., & Arzani, M. (2020). Meningkatkan kemampuan motorik halus dengan menggunakan metode demonstrasi pada anak usia 3–4 tahun kelompok A di PAUD Riyadlusshibyan Lendangre tahun ajaran 2019/2020. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(2), 299–308. https://doi.org/10.58258/jime.v6i2.1429

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative data analysis: A sourcebook of new method (T. R. Rohidi, Trans.). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press).

Nugrahaningsih, T. K. (2011). Implementasi ajaran Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran matematika untuk membangun karakter siswa. Makalah Seminar Nasional, ISBN: 978-979-16353-6-3.

Rahayu, E. P., & Sugito, S. (2018). Implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara di taman kanak-kanak. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 5(1), 19–32.

Saputra, N. E., & Yun, N. E. (2017). Permainan tradisional sebagai upaya meningkatkan kemampuan dasar anak. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 65–77.

Sujiono, Y. N. (2009). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.

Susanto, H. Y., & Jaziroh. (2017). Pemahaman dan penerapan sistem among Ki Hadjar Dewantara pada usia wiraga. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(2), 119–127.

Suryani, L. (2007). Analisis permasalahan pendidikan anak usia dini dalam masyarakat Indonesia. Jurnal Ilmiah VISI PTK-PNF, 2(1).

Universitas Negeri Yogyakarta. (n.d.). Buku ajar permainan tradisional. Yogyakarta: UNY Press.

Diterbitkan

2025-10-19

Cara Mengutip

Haingu, R. M., & Bili, F. G. . (2025). Eksplorasi Permainan Tradisonal Daerah Sumba Barat Daya Untuk Pendidikan Fase Wiraga di Paud. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 4(3), 344–349. https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i3.1721

Terbitan

Bagian

Artikel