Analisis Cadangan Kerugian Piutang Usaha Berbasis Expected Credit Loss (ECL) Berdasarkan PSAK 109 pada PT ABC
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.2959Kata Kunci:
cadangan kerugian piutang usaha, expected credit loss (ECL), PSAK 109, instrumen keuanganAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perlakuan akuntansi cadangan kerugian piutang usaha pada PT ABC, (2) menilai kesesuaiannya dengan PSAK 109 menggunakan model Expected Credit Loss (ECL), (3) mengidentifikasi dampaknya terhadap laporan keuangan, serta (4) mengetahui kendala dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) PT ABC belum menerapkan cadangan kerugian piutang usaha berdasarkan model Expected Credit Loss (ECL), melainkan masih mencatat piutang sebesar nilai nominal tanpa membentuk cadangan kerugian; (2) perlakuan akuntansi tersebut belum sesuai dengan ketentuan PSAK 109 karena belum menggunakan pendekatan ECL. Simulasi menggunakan provision matrix menghasilkan estimasi cadangan kerugian sebesar Rp7x.xxx.xxx pada tahun 2023 dan Rp2xx.xxx.xxx pada tahun 2024; (3) penerapan ECL menurunkan nilai piutang usaha dan laba perusahaan, namun meningkatkan kewajaran penyajian laporan keuangan; serta (4) kendala utama dalam penerapan ECL meliputi belum adanya kebijakan internal terkait ECL, keterbatasan data historis piutang, serta belum tersedianya metode perhitungan yang sesuai.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Salsabila Diva, Etty Murwaningsari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













