The Effects of Job Satisfaction, Organizational Culture, and Work Motivation on Employee Retention: Compensation as a Moderating Variable
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.3312Keywords:
Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Kompensasi, Retensi , Karyawan, PLS-SEMAbstract
Turnover karyawan pada perusahaan makanan beku di Tangerang masih menjadi perhatian manajerial karena tuntutan produksi yang intensif, kondisi kerja yang menantang, serta mobilitas karyawan yang berulang dapat mengganggu keberlangsungan operasional dan meningkatkan pentingnya penerapan strategi retensi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap retensi karyawan, serta menguji kompensasi baik sebagai prediktor langsung maupun sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan retensi karyawan pada perusahaan makanan beku di Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kausal dan teknik purposive sampling. Kebutuhan sampel minimum adalah 250 responden berdasarkan 25 indikator, sedangkan data yang dianalisis terdiri dari 305 responden karyawan yang valid dari PT Adilmart CCK (Jofrans), PT Dagsap Endura Eatore (Hemato), PT Essem Food, dan PT Porto Food Indonesia (Bartos). Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja (β=0,389; p<0,001), budaya organisasi (β=0,285; p<0,001), motivasi kerja (β=0,473; p<0,001), dan kompensasi (β=0,185; p=0,008) berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Kompensasi juga terbukti memperkuat pengaruh kepuasan kerja (β=0,142; p=0,015) dan budaya organisasi (β=0,144; p=0,025) terhadap retensi karyawan. Namun, kompensasi tidak terbukti memoderasi hubungan antara motivasi kerja dan retensi karyawan (β=0,011; p=0,438). Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi kerja merupakan prediktor langsung yang paling kuat terhadap retensi karyawan, sementara mekanisme motivasi nonfinansial tetap memiliki peran penting dalam mempertahankan karyawan meskipun kompensasi telah diperhitungkan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fredy Perdana Putra, Nana Sutisna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













