Eksistensi Kuliner Khas Jawa di Pekanbaru (Studi Kasus Rumah Makan Gudeg Kendil Jogja di Pekanbaru)
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i1.2246Kata Kunci:
Eksistensi rumah makan, unsur modal sosial, peran modal sosialAbstrak
Fenomena perkembangan dibidang kuliner sudah semakin berkembang di Kota Pekanbaru. Terkhususnya keberadaan atau eksistensi bisnis rumah makan khas atau tradisional sudah semakin banyak dan berkembang. Eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru terus meningkat namun tidak semuanya dapat berkembang dan dapat mempertahankan eksistensinya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pemilihan makanan dan perbedaan selera cita rasa pada makanan. Masyarakat di Pekanbaru didominasi dengan penduduk beretnis minang yang lebih familiar dengan cita rasa makanan yang gurih dan pedas, sedangkan cita rasa makanan khas Jawa cenderung manis yang legit. Fenomena eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru didukung oleh modal sosial yang kuat. Terdapat tiga unsur modal sosial yang mendukung keberlangsungan pada usaha rumah makan, yaitu (1) Nilai dan norma (2) Jaringan atau networks dan (3) Kepercayaan atau trust. Ketiga unsur modal sosial tersebut harus diterapkan baik antara pemilik rumah makan dengan karyawan maupun kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan pada salah satu rumah makan khas Jawa yang masih eksis di Pekanbaru, yaitu Gudeg Kendil Jogja. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara bersama beberapa informan yang memenuhi kriteria untuk diwawancara, dan mengumpulkan dokumentasi lainnya sebagai pendukung informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur modal sosial berhasil diterapkan oleh pemilik rumah makan dengan karyawan serta konsumen. Penerapkan modal sosial dan inovasi menjadi faktor utama rumah makan khas Jawa ini dapat mempertahankan eksistensinya di kota Pekanbaru.
Unduhan
Referensi
Adinda, F. (2015). Tahu Serasi Dalam Perspektif Modal Sosial ( Studi Sosiologis Peran Modal Sosial Pada Usaha Tahu Serasi di Bandungan , Kabupaten Semarang ).
Alfitri. (2023). Pengukuran Modal Sosial (M. Anang Dwi Santoso, S. Ap. & A. M. Maryati, Eds.). Idea Press Yogyakarta.
Alif, P. (2020). Pengaruh Modal Sosial dalam keberlangsungan usaha ragusa es italias.2020.
Anggraeni & Subekti. (2022). Modal Sosial Komunitas Wilayah Pesisir Dalam Mengelola Mangrove di Kabupaten Jember Social Capital of the Community of the Coastal Region in Managing the Mangrove in Jember Regency. Journal of Extension and Development, 4(02), 69–83.
Candra, R. (2010). Pusat Kuliner Khas Solo Di Solo. 11. https://e-journal.uajy.ac.id/2391/
Coleman, J. S. (2009). Social capital in the creation of human capital. Knowledge and Social Capital, 94(1988), 17–42. https://doi.org/10.1086/228943
Corbin, J., & Strauss, A. (2008). Basics of Qualitative Research (3rd ed.): Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory. SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.4135/9781452230153
Dewi, T. K. S. (2011). Kearifan lokal makanan tradisional: Rekonstruksi naskah Jawa dan fungsinya dalam masyarakat. Jurnal Manassa.
Dollu, E. B. S. (2019). Modal Sosial (Studi tentang Kumpo Kampo sebagai Strategi Melestarikan Kohesivitas pada Masyarakat Larantuka di Kabupaten Flores Timur). Warta Governare: Junal Ilmu Pemerintahan, 1(1), 59–72. https://journal.unwira.ac.id/index.php/WG/article/download/329/172/
FAUZAN ADIM, N. I. M. 10720040. (2017a). Studi Sosiologis Bisnis Masakan Aceh Di Yogyakarta [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26628/
Fauzi Achmad Riyadi, Dimas Aryo Putro, A. P. (2023). Identintas Budaya Dan Kuliner Yogyakarta Sebagai Gastronomi Dan Perspektif Pariwisata Yang Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.7885123
Fauziah, S. (2019). Pengembangan Potensi Wisata Kuliner Dan Belanja Provinsi Jawa Tengah.
Fukuyama, F. (1995). Trust, the social virtues and the creation of prosperity. In Revue française de science politique: Vol. Vol. 45 (Issue 6, pp. 1050–1052). https://doi.org/10.3917/rfsp.456.1050
Fukuyama, F. (2002). Trust : Kebijakan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran (edisi 1). Yogyakarta :Qalam,2002.
Fukuyama, F. (2005). Guncangan Besar: Kodrat Manusia dan Tata Sosial Baru (Terj Masri). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Furqan, R. (2020). Eksistensi Kuliner Tradisional Pada Masyarakat Kota Meulaboh. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY.
Istiharoh, M. (2016). Peran Modal Sosial Pada Masyarakat Industri Rumahan Kerajinan Bandol Di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. Skripsi UNNES, 112.
Khusnaya, M. (2019). Upaya Pelestarian Makanan Tradisional Melalui Pasar Sore Karangrandu (Psk) Di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. 9(1), 823–836.
Krajan, L. D., & Timur, J. (2017). Peran Modal Sosial Dalam Kelompok Ekonomi Sale.
Lumbanbatu, A. E. (2021). Modal Sosial Pada Bisnis Online “Warung Segar”di Pekanbaru. 8.
Marwanti. (2000). Pengetahuan Masakan Indonesia. Adicita karya nusa.
Matthew B. Miles, A. M. H. (1992). Analisis data kualitatif : buku sumber tentang metode-metode baru (M. Cecep Rohendi Rohidi, Ed.). Universitas Indonesia.
Muna Munipati Sukma & Ristri Alkhila, I. (2022). Peningkatan Eksistensi Makanan Tradisional Sunda Melalui Operasi Pasar Buhun Di Desa Selawangi. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i2.159
Najikha, A. (2022). Peran Modal Sosial Dalam Pengembangan Ekonomi Perajin Batik (Studi di Kampoeng Djadhoel Kelurahan Rejomulyo Kota Semarang. Skripsi, 2(1), 71–79.
Nasution, A. M. (2018). Pemanfaatan Modal Sosial Sebagai Strategi Pedagang Sekitar Kalijodo Pasca Penggusuran. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 1–169. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42834
Pamungkas, L. S., & Sunaryanto, L. T. (2019). Analisis Dampak Kepemilikan Modal Sosial Terhadap Keberlangsungan Industri Kecil Di Rumah Makan Niswa. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(1), 71. https://doi.org/10.20956/jsep.v15i1.6377
Pupu, S. R. (2009). Penelitian Kualitatif. In Journal Equilibrium (Vol. 5, pp. 1–8). yusuf.staff.ub.ac.id/files/2012/11/Jurnal-Penelitian-Kualitatif.pdf
Putra, A. P. (2021). Modal Sosial Pedagang Kaki Lima Di Era Globalisasi. Jurnal PUBLIQUE, 2(1), 26–40. https://doi.org/10.15642/publique.2021.2.1.26-40
Rahmiati Darwis, M Arfan H, M. R. H. (2022). Kajian Identitas Budaya Kuliner Dangke Makanan Khas Massenrempulu. Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, Dan Sastra, 2(1), 38–51. https://doi.org/10.33477/lingue.v2i1.1389
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif Ahmad Rijali UIN Antasari Banjarmasin. 17(33), 81–95.
Rimawati. (2022). Peranan Modal Sosial Dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM (Studi Kasus Las Besi Di Kelurahan Noling Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu). Ekonomi Syariah.
Santoso, T. (2020). Memahami Modal Sosial. In Memahami Modal Sosial. CV Saga Jawadwipa. http://repository.petra.ac.id/18928/
Sasono, K. W. (2023). Revitalisasi Makanan Tradisional Sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner Di Kabupaten Semarang. Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 14(2), 115–125. https://doi.org/10.31294/khi.v14i2.15584
Sastroamidjojo. (1995). Makanan Tradisional, Status Gizi, dan Produktivitas Kerja. Jakarta: Kantor Menteri Negara Urusan Pangan.
Siam Ayu Pratiwi. (2020). Eksistensi Pedagang Jajanan Tradisional di Pasar Blauran Surabaya dalam Tinjauan Teori Modal Sosial Robert D. Putnam. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 5(3), 248–253. http://digilib.uinsby.ac.id/47195/2/Siam Ayu Pratiwi_I03216026 OK.pdf
Sobirin, I. R. (2022). Strategi Mempertahankan Eksistensi Rumah Makan Sederhana Bu Tanto di Kota Semarang. 17.
Subagyo, R. A., & Legowo, M. (2020). MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PURWOSARI KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN BOJONEGORO.
Sunyoboroto. (1995). Makanan Tradisional. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Syafrida Hafni Sahir. (2021). Metodologi Penelitian. PENERBITKBM INDONESIA. www.penerbitbukumurah.com
Syahra, R. (2003). MODAL SOSIAL: KONSEP DAN APLIKASI. In Jurnal Masyarakat dan Budaya (Vol. 5, Issue 1).
Syariah, K. B., & Ilmu, G. (2016). Buku Pengukuran Modal Sosial. september 2016, 1–6.
Utami, S. (2018). Kuliner Sebagai Identitas Budaya: Perspektif Komunikasi Lintas Budaya. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(2), 36–44. https://doi.org/10.35814/coverage.v8i2.588
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Syifa Previa Pramodia, Hesti Asriwandari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










