Harmoni Manusia dan Alam dalam Inovasi Ramah Lingkungan: Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Nipis dan Daun Kemangi sebagai Lilin Aromaterapi
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2283Kata Kunci:
Bahan Alam, Limbah Organik, Lilin Aromaterapi, Kesehatan Holistik, KeberlanjutanAbstrak
Pemanfaatan bahan alam dan limbah organik sebagai produk kesehatan dan kebersihan merupakan pendekatan strategis dalam mendukung kesehatan holistik dan keberlanjutan lingkungan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman aromatik seperti kemangi, sereh, jeruk nipis, pala, kayu manis, serta limbah organik seperti minyak jelantah, kulit jeruk, ampas kopi, wortel, dan bunga melati memiliki potensi bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai guna, seperti lilin aromaterapi, hand sanitizer, sabun, lulur, dan eco-enzyme. Studi-studi tersebut menekankan aspek formulasi, uji fisik, stabilitas, aktivitas antibakteri, serta kandungan fitokimia sebagai dasar ilmiah pemanfaatannya. Selain memberikan manfaat kesehatan fisik dan psikologis melalui efek relaksasi dan antimikroba, inovasi berbasis bahan alami ini juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pengabdian. Dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan kesehatan, lingkungan, dan sosial-ekonomi, pemanfaatan sumber daya lokal ini berpotensi menjadi model keberlanjutan yang aplikatif dan kontekstual. Oleh karena itu, pengembangan produk berbasis bahan alam dan limbah tidak hanya relevan dari sisi ilmiah, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi masyarakat dalam mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Alyahana Saphira, Tivany Alkaira S, Siti Nur Shabrina

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














