Instagram sebagai Etalase Budaya Lokal: Praktik Komunikasi Pariwisata Budaya pada Akun @jelajahmaumere
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2189Kata Kunci:
Komunikasi Pariwisata Budaya, Media Sosial Instagram, Budaya Lokal Kabupaten SikkaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik komunikasi pariwisata budaya yang dijalankan melalui akun Instagram @jelajahmaumere sebagai media representasi sekaligus promosi budaya lokal Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, yang menitikberatkan pada analisis konten visual dan naratif berupa foto, video, serta teks pendukung yang merepresentasikan destinasi wisata, aktivitas budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan terhadap unggahan akun Instagram @jelajahmaumere, dokumentasi konten, serta telaah pustaka sebagai landasan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @jelajahmaumere secara konsisten memanfaatkan kekuatan visual dan narasi digital sebagai strategi komunikasi untuk membangun citra pariwisata budaya, dengan menempatkan budaya tidak semata-mata sebagai komoditas wisata, tetapi sebagai representasi identitas dan nilai sosial masyarakat setempat. Praktik komunikasi tersebut terbukti mampu memperluas jangkauan informasi pariwisata serta menumbuhkan ketertarikan audiens, meskipun aspek interaksi dua arah dengan pengikut masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram berperan strategis sebagai etalase digital budaya lokal apabila dikelola melalui strategi komunikasi yang kontekstual, beretika, dan berorientasi pada pelestarian budaya serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Lodowik Nikodemus Kedoh, Bertholdus Mariano Moa Padji, Viktor Ariestyan Sedu

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














