Visual Storytelling dalam Komposisi Kamera pada Video Liputan Khusus YouTube Tribun Flores
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2121Kata Kunci:
Visual Storytelling, Komposisi Kamera, Komunikasi Visual, Analisis NaratifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan visual storytelling dalam komposisi kamera sebagai media komunikasi visual pada video liputan khusus (lipsus) di kanal YouTube Tribun Flores. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana teknik komposisi kamera yang meliputi rule of thirds, golden mean area, dan diagonal depth digunakan untuk membangun narasi visual yang utuh, komunikatif, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis naratif model Todorov yang membagi struktur cerita ke dalam tiga tahap, yakni awal (equilibrium), tengah (gangguan), dan akhir (equilibrium). Data penelitian diperoleh melalui observasi visual terhadap rangkaian frame video liputan khusus yang mengangkat isu kearifan lokal dan ekonomi masyarakat, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual storytelling dalam video lipsus Tribun Flores tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi komunikasi visual yang memperkuat pesan jurnalistik. Penerapan komposisi kamera secara konsisten mampu menghadirkan kedekatan emosional, memperjelas alur narasi, serta menegaskan makna sosial dan budaya yang diangkat dalam liputan. Tahap equilibrium awal ditampilkan melalui pengenalan ruang dan aktivitas masyarakat secara harmonis, tahap gangguan divisualkan melalui konflik, tantangan, dan dinamika sosial, sementara equilibrium akhir merepresentasikan keberlanjutan, harapan, dan makna kolektif. Dengan demikian, visual storytelling melalui komposisi kamera terbukti berperan penting dalam membangun narasi jurnalistik yang persuasif, humanis, dan bermakna sebagai media komunikasi visual di platform digital.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Lodowik Nikodemus Kedoh, Viktor Ariestyan Sedu, Petrus Lewo Hekin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














