Analisis Determinan Indeks Pembangunan Manusia pada Provinsi-Provinsi di Pulau Kalimantan Tahun 2015-2024
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2094Kata Kunci:
IPM, Pengangguran, Kemiskinan, PendapatanAbstrak
Indeks Pembangunan Manusia merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu wilayah karena mencerminkan kualitas hidup masyarakat secara multidimensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Persentase Penduduk Miskin, dan Pendapatan Per Kapita terhadap Indeks Pembangunan Manusia pada provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), dengan unit analisis lima provinsi di Pulau Kalimantan. Pemilihan model terbaik dilakukan melalui uji Chow dan uji Hausman, yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan TPT, PPM, dan Pendapatan Per Kapita berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Secara parsial, Tingkat Pengangguran Terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM, sementara Persentase Penduduk Miskin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Di sisi lain, Pendapatan Per Kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Choirul Anwar M Noer, Irma Suryahani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













