Perencanaan Karyawan Berbasis Kearifan Lokal di Museum Pusaka Nias
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1550Kata Kunci:
Perencanaan Karyawan, Museum Pusaka Nias, Manajemen SDM, Kearifan Lokal, Konservasi BudayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan karyawan pada Museum Pusaka Nias dengan menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya manusia di lembaga kebudayaan. Museum sebagai institusi pelestarian budaya memerlukan tenaga kerja dengan kompetensi khusus, baik dalam bidang konservasi artefak maupun edukasi publik. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Pusaka Nias masih menghadapi kendala mendasar, terutama keterbatasan sumber daya finansial, keterisolasian geografis, serta minimnya program pengembangan kompetensi bagi karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat dedikasi tinggi dari sebagian karyawan, rendahnya insentif dan terbatasnya akses pelatihan menghambat peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, strategi perencanaan karyawan berbasis kearifan lokal, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta pemberdayaan insentif non-finansial menjadi alternatif solusi untuk memperkuat pengelolaan sumber daya manusia. Dengan perencanaan yang adaptif dan partisipatif, Museum Pusaka Nias berpotensi meningkatkan efektivitas pelestarian budaya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Vandi Falentino Telaumbanua, Ayler Beniah Ndraha, Sukaaro Waruwu, Meiman Hidayat Waruwu

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














