https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/issue/feed Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan 2026-11-07T04:22:38+00:00 Dr. Ahmad Rustam, M.Pd ahmad.rustam1988@gmail.com Open Journal Systems <p>Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, sosial dan agama serta pendidikan secara umum.<br />Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025, Tanggal 21 Maret 2025, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode I Tahun 2024, Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Terakreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1gdUs1Zdref_XgbwPajACZIWhFxf9oO7U/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5.</strong></a> Laman <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14336" target="_blank" rel="noopener">Sinta AJPP di Sini</a></p> https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3369 Academic Burnout Ditinjau dari Work Overload Mahasiswa yang Tinggal di Pondok Pesantren 2026-10-14T09:21:48+00:00 Aizatul Islami Nur Fadiyati aizatulislami@gmail.com Laurensius Laka laurensiuslaka78@gmail.com <p id="E364" class="qowt-stl-isselectedend x-scope qowt-word-para-0">Mahasiswa yang menghadapi tuntutan akademik dan tinggal di pondok pesantren seharusnya mampu mengelola waktu, energi, dan kemampuan psikologis. Namun, tingginya tuntutan aktivitas yang melampaui kemampuan individu dalam mengelola waktu, tenaga, dan perhatian dapat meningkatkan risiko munculnya <em>academic burnout</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh <em>work overload</em> terhadap <em>academic burnout</em> pada mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi berjumlah 200 mahasiswa STEBI Syaikhona Kholil Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Banat 1, dengan sampel sebanyak 140 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala <em>work overload</em> dan skala <em>academic burnout</em>. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 26 <em>for Windows</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara <em>work overload</em> dengan <em>academic burnout (R = </em>0,671). Analisis koefisien determinasi menunjukkan <em>work overload </em>memberikan kontribusi sebesar 45,1% terhadap <em>academic burnout</em> (R<sup>2</sup> = 0,451), sedangkan 54,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil uji F juga menunjukkan ada pengaruh <em>work overload</em> terhadap <em>academic burnout</em> (p = 0,000 &lt; 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan, “Ada pengaruh <em>work overload</em> terhadap <em>academic burnout</em> pada mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren” diterima dan didukung data penelitian.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Aizatul Islami Nur Fadiyati, Laurensius Laka https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3456 Pengaruh Tekanan Akademik terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa yang Berstatus Santri 2026-10-14T09:43:51+00:00 Dina Putri Rif’atun Nafsiyah dinaputririfat@gmail.com Nanik Kholifah nanikkholifah@yudharta.ac.id <p>Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan penulis untuk meningkatkan kemampuan siswa serta mendesain pembelajaran yang tidak terpusat pada guru. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe<em> Scramble </em>dengan Pendekatan<em> Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) di kelas VIII<sub>B</sub> SMP Negeri 1 Latambaga. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 April 2015 s/d tanggal 28 Mei 2015. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII<sub>B</sub> SMP Negeri 1 Latambaga. Penelitian ini adalah penelitian tidakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan prosedur penelitian: (a) Mengadakan perencanaan untuk melaksanakan proses pembelajaran, (b) Melaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan, (c) Mengadakan observasi terhadap siswa dan guru selama proses tindakan berlangsung, (d) Mengadakan evaluasi/tes pada siswa disetiap akhir siklus, (e) Melakukan refleksi dan menganalisis kekurangan dan kelemahan selama siklus I untuk merencanakan tindakan pada siklus II. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada tindakan siklus I, hasil belajar siswa meningkat dari skor rata-rata tes awal sebelum tindakan adalah 68,25 menjadi 77,71 atau dengan persentase ketuntasan 78,12% yaitu 25 dari 32 siswa memperoleh nilai ≥75, hal ini belum menunjukkan keberhasilan sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Pada tindakan siklus II hasil yang diperoleh adalah sebanyak 27 siswa mendapatkan nilai ≥75 dengan nilai rata-rata 83,15 atau dengan persentase 84,37%. Hal ini berarti bahwa hasil penelitian tindakan siklus I dan Siklus II dapat disimpulkan bahwa hasil siswa kelas VIII<sub>B</sub> SMP Negeri 1 Latambaga pada materi bangun ruang melalui model pembelajaran kooperatif tipe <em>scramble </em>dengan pendekatan CTL tersebut membawa efek terhadap peningkatan hasil belajar.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Dina Putri Rif’atun Nafsiyah, Nanik Kholifah https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3188 Pengaruh Intimacy Relationship terhadap Kepuasan Pernikahan pada Dewasa Awal 2026-07-26T12:35:00+00:00 Fahimta Ilmaniansyah fahimtailmania@gmail.com Nanik Kholifah nanikkholifah@gmail.ac.id <p>Kepuasan pernikahan merupakan salah satu indikator penting dalam keberlangsungan hubungan pernikahan, khususnya pada pasangan dewasa awal yang sedang menghadapi berbagai tuntutan kehidupan berumah tangga. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan kepuasan pernikahan adalah intimacy relationship, yaitu kedekatan emosional yang ditandai dengan komunikasi yang terbuka, kepercayaan, komitmen, serta dukungan emosional antarpasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intimacy relationship terhadap kepuasan pernikahan pada dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui analisis regresi linier sederhana. Subjek penelitian berjumlah 200 istri dewasa awal berusia 20-35 tahun yang telah menikah dan berdomisili di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Intimacy Relationship dan skala Kepuasan Pernikahan berbasis model Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intimacy relationship berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pernikahan (r = 0,459; p &lt; 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,211 menunjukkan bahwa intimacy relationship memberikan kontribusi sebesar 21,1% terhadap kepuasan pernikahan, sedangkan 78,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat intimacy relationship yang dimiliki istri pada masa dewasa awal, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan yang dirasakan.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Fahimta Ilmaniansyah, Nanik Kholifah https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3302 Perbedaan Sikap terhadap Pelecehan Seksual pada Mahasiswa Ditinjau dari Gender 2026-08-25T00:44:37+00:00 Adinda Firlizha Nindyarie adindanindy02@student.esaunggul.ac.id Kamalia kamalia@esaunggul.ac.id <p>Pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi permasalahan yang serius dan dapat berdampak pada kesejahteraan serta rasa aman mahasiswa. Sikap terhadap pelecehan seksual merupakan evaluasi individu terhadap perilaku yang mengandung unsur pelecehan seksual, yang dapat tercermin dalam kecenderungan untuk menerima atau menolak perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap terhadap pelecehan seksual antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 400 mahasiswa yang terdiri dari 200 mahasiswa laki-laki dan 200 mahasiswa perempuan yang diperoleh menggunakan teknik purposive quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Sexual Harassment Attitude Scale (SHAS) yang dikembangkan oleh Mazer dan Percival (1989) serta diadaptasi oleh Nurahaju (2021). Analisis data dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sikap terhadap pelecehan seksual yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan (t = 13,322; p = 0,000). Mahasiswa laki-laki memiliki rata-rata skor sikap terhadap pelecehan seksual yang lebih tinggi (M = 52,78) dibandingkan mahasiswa perempuan (M = 36,36). Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki cenderung memiliki sikap yang lebih positif atau lebih toleran terhadap pelecehan seksual dibandingkan mahasiswa perempuan. Selain itu, nilai Cohen's d sebesar 1,332 menunjukkan bahwa perbedaan yang ditemukan memiliki besaran efek yang kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sikap terhadap pelecehan seksual pada mahasiswa ditinjau dari gender.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Adinda Firlizha Nindyarie, Kamalia https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3022 Pengaruh Attachment terhadap Regulasi Emosi pada Siswa Pengguna Game Online di SMAS Tri Bakti Wonorejo 2026-10-14T10:03:25+00:00 Hilmiatul Habibah hilmiatulhabiba232@gmail.com Nathania Bayu Astrella Nb.astrella@yudharta.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan regulasi emosi pada siswa pengguna game online, seperti kesulitan mengendalikan emosi, mudah melampiaskan kemarahan, dan kurang mampu menahan reaksi emosional ketika menghadapi situasi yang menekan selama bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attachment terhadap regulasi emosi pada siswa pengguna game online di SMAS Tri Bakti Wonorejo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 126 siswa pengguna game online dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui skala psikologi model Likert yang mengukur variabel attachment dan regulasi emosi, kemudian dianalisis menggunakan bantuan SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara attachment terhadap regulasi emosi dengan nilai signifikansi 0,002 (p &lt; 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,269. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,072 menunjukkan bahwa attachment memberikan kontribusi sebesar 7,2% terhadap regulasi emosi, sedangkan 92,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 43,568 + 0,352X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan attachment akan meningkatkan regulasi emosi sebesar 0,352 satuan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas attachment yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengatur dan mengendalikan emosi ketika menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam aktivitas bermain game online.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Hilmiatul Habibah, Nathania Bayu Astrella https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3227 Gambaran Produktivitas Kerja pada Pegawai yang Berada di Laboratorium X 2026-10-14T10:11:26+00:00 Nisrina Dzaki Falihah Falia.nisrina95@gmail.com <p>Laboratorium X menghadapi permasalahan produktivitas kerja yang belum optimal, ditandai dengan fluktuasi pencapaian target pengujian sampel, ketidaktepatan waktu penyelesaian laporan melebihi Turnaround Time (TAT), rendahnya motivasi akibat minimnya apresiasi pimpinan, serta tekanan psikologis yang menurunkan konsentrasi karyawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran produktivitas kerja karyawan Laboratorium X serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam mencapai produktivitas optimal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan responden seluruh karyawan Laboratorium X sebanyak 35 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan modifikasi skala produktivitas kerja 11 item (α=0,936) berdasarkan tiga aspek yaitu kemampuan, hasil yang dicapai, dan mutu, dengan skala Likert lima poin. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan mayoritas karyawan memiliki produktivitas tinggi (91,4%), sedang 5,7%, dan rendah 2,9%. Kategori tinggi mendominasi aspek hasil (94,3%), mutu (91,4%), dan kemampuan (88,6%). Disimpulkan kendala TAT bersumber dari masalah manajerial, bukan kapasitas karyawan.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Nisrina Dzaki Falihah https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3298 Hubungan Self Regulated Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UST 2026-08-24T13:02:14+00:00 Ibnu Rasyiiq Wahyu Ramadhan Ibnurasyiiq02@gmail.com Titik Muti’ah titik@ustjogja.ac.id Jatu Anggraeni jatuanggraeni@ustjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>self regulated learning </em>terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa fakultas ekonomi prodi manajemen Angkatan 2023 universitas sarjanwiyata tamansiswa. Sebagai mahasiswa kemampuan berpikir secara kritis memang seharusnya dapat dimiliki oleh mahasiswa dengan meneruskan jenjang yang lebih tinggi dari tingkat menengah atas ke perguruan tinggi sehingga pengembangan diri dari mahasiswa tersebut sangat diperlukan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa adalah dengan melatih <em>self regulated learning</em> pada mahasiswa itu sendiri. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terdapat hubungan positif antara self regulated learning terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi<em> product momen</em> pearson untuk mengukur tingkat hubungan dari dua variable tersebut. Sampel pada penelitian kali ini didapat 146 mahasiswa aktif prodi manajemen Angkatan 2023 dengan Teknik <em>simple random sampling</em> dan menggunakan rumus slovin. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala self regulated learning dan skala berpikir kritis dan menggunakan Teknik metode analisis uji korelasi <em>product moment pearson</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positis antara self regulated learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa dengan hasil r = 0,683 dengan nilai signifkiasi p &lt; 0,001. Selain itu didapat juga hasil nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,466. Hal tersebut menunjukan bahwa self regulated learning memberikan sumbangan sebesar 46,6% terhadap kemampuan berpikir kritis sedangkan 37,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diletiti dalam penelitian ini.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Ibnu Rasyiiq Wahyu Ramadhan, Titik Muti’ah, Jatu Anggraeni https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3457 Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Regulasi Emosi pada Siswa SMP di Kota Jambi 2026-10-14T10:37:31+00:00 Melly Rahmawati mellyraahmawati@gmail.com Dessy Pramudiani dessypramudiani@gmail.com Annisa Andriani annisaandriani@gmail.com Fadzlul fadzlul@gmail.com <p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan emosional yang intens sehingga membutuhkan kemampuan regulasi emosi yang baik agar individu mampu merespons berbagai situasi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kemampuan tersebut adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Responden penelitian berjumlah 324 siswa kelas VII dan VIII SMP di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Kecerdasan Emosional dan Skala Regulasi Emosi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi (t = 8,371; p &lt; 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Koefisien regresi sebesar 0,684 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kecerdasan emosional diikuti peningkatan regulasi emosi sebesar 0,684 satuan. Nilai R² sebesar 0,179 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 17,9% terhadap variansi regulasi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan dalam mendukung kemampuan regulasi emosi pada remaja, meskipun regulasi emosi juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh karena itu, penguatan aspek sosio-emosional melalui dukungan sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan regulasi emosi siswa.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Melly Rahmawati, Dessy Pramudiani, Annisa Andriani, Fadzlul https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3458 Pengaruh Stres Kerja terhadap Perilaku Cyberloafing pada Anggota Polri di Satuan Kerja Markas Komando Polda Kalimantan Selatan 2026-10-14T10:56:41+00:00 Denny Vahlevi D3nnypolice@gmail.com Lita Ariani Arianilita87@gmail.com Julaibib julaibib@umbjm.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital mempermudah pekerjaan, tetapi juga meningkatkan potensi munculnya <em>cyberloafing</em>, yaitu penggunaan internet untuk kepentingan pribadi selama jam kerja. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh stres kerja terhadap perilaku <em>cyberloafing</em> pada anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Polda Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 653 anggota Polri yang dipilih melalui <em>convenience sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan Skala Stres Kerja HSE dan Skala <em>Cyberloafing</em> EWCS, kemudian dianalisis dengan regresi linier sederhana. Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku <em>cyberloafing</em>, sehingga semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kecenderungan <em>cyberloafing</em>. Tingginya tuntutan pekerjaan dan pengawasan mendorong anggota lebih fokus pada tugas, sehingga pengelolaan stres kerja yang efektif penting untuk mendukung perilaku kerja produktif dan meminimalkan <em>cyberloafing</em>.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Denny Vahlevi, Lita Ariani, Julaibib https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3306 Peran Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja dalam Memediasi Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Instruksional Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru pada SMK Negeri di Kabupaten Konawe 2026-10-14T11:01:04+00:00 Nurmiati Nurmiatikendari484@gmail.com Sudirman Zaid sudirmanzaid@gmail.com Endro Sukotjo endrosukoco@gmail.com Usman usman.feb@uho.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran motivasi kerja dan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam pengaruh kepemimpinan transformasional dan instruksional kepala sekolah terhadap kinerja guru pada SMK Negeri di Kabupaten Konawe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian terdiri atas 95 guru pada SMKN 1 Konawe, SMKN 3 Konawe, dan SMKN 6 Konawe dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan instruksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, sedangkan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan. Kedua gaya kepemimpinan tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja guru. Kepuasan kerja terbukti memediasi secara penuh pengaruh kepemimpinan transformasional dan instruksional terhadap kinerja guru, sedangkan motivasi kerja tidak terbukti memediasi kedua hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan mekanisme penting dalam menerjemahkan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah menjadi peningkatan kinerja guru.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Nurmiati, Sudirman Zaid, Endro Sukotjo, Usman https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3459 Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kelelahan Kerja pada Barista di Banjarmasin 2026-10-14T11:11:02+00:00 Wandira wandirawandira1@gmail.com Dyta Setiawati Hariyono setiawati.psikologi@umbjm.ac.id Gladis Corinna Marsha gladiscorinna@umbjm.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kelelahan pada barista di Banjarmasin. Barista menghadapi tuntutan kerja tinggi, seperti jam kerja panjang hingga 13 jam per hari dan shift malam, yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik maupun mental. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 85 barista di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik <em>convenience sampling</em>. Dukungan sosial diukur menggunakan skala aspek Sarafino (Cronbach's Alpha = 0,754), sedangkan kelelahan diukur dengan <em>Fatigue Assessment Scale</em> (Cronbach's Alpha = 0,829). Hasil uji <em>Pearson Correlation</em> menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan kelelahan (r = -0,33; p &lt; 0,01). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima barista, semakin rendah kelelahan yang dialaminya. Temuan ini menegaskan pentingnya penciptaan budaya kerja suportif di lingkungan kafe melalui peningkatan apresiasi, interaksi positif, dan dukungan informasional kepada barista sebagai upaya menekan kelelahan kerja.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Wandira, Dyta Setiawati Hariyono, Gladis Corinna Marsha https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3434 Simulasi Pengambilan Keputusan Berbasis Data dalam Manajemen Pendidikan Islam: Penerapan Metode Simple Additive Weighting dan Analisis Sensitivitas Monte Carlo pada Penetapan Program Prioritas Madrasah 2026-10-14T11:25:12+00:00 Husnia Ulfa husniaulfa1990@gmail.com Waridatul Husna riedahusna@gmail.com Ahmad Hilfan Thobiby ahmadhilfanthobiby@gmail.com Siti Masrohatin sitimasrohatin12@gmail.com <p>Pengambilan keputusan di madrasah masih banyak bertumpu pada intuisi dan pengalaman pimpinan, padahal sistem informasi manajemen pendidikan telah menyediakan data yang melimpah. Artikel ini bertujuan merancang dan mendemonstrasikan simulasi pengambilan keputusan berbasis data untuk penetapan program prioritas madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka terhadap 16 artikel jurnal terbitan 2022–2026 yang dipadukan dengan simulasi kuantitatif. Simulasi menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) pada empat alternatif program dan lima kriteria, kemudian diuji dengan analisis skenario dan analisis sensitivitas Monte Carlo sebanyak 10.000 iterasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa program pelatihan literasi data guru memperoleh skor tertinggi (V = 0,860) dan tetap menempati peringkat pertama pada seluruh iterasi, sedangkan urutan peringkat kedua dan ketiga sensitif terhadap perubahan bobot kriteria. Temuan ini menegaskan bahwa simulasi tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga memetakan tingkat keyakinan atas rekomendasi tersebut sehingga musyawarah pimpinan dapat difokuskan pada alternatif yang benar-benar bersaing. Artikel ini merekomendasikan integrasi model simulasi sederhana ke dalam siklus perencanaan madrasah, disertai penguatan literasi data dan prinsip etika Islami seperti amanah dan syura.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Husnia Ulfa, Waridatul Husna, Ahmad Hilfan Thobiby, Siti Masrohatin https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3460 Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Perundungan Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 dan UU Nomor 35 Tahun 2014 dalam Meningkatkan Rasa Aman Psikologis Peserta Didik: Studi pada Sekolah Menengah di Kota Palembang 2026-10-14T11:37:17+00:00 Amma Fathuurrahmaan Amma.Fathuurrahmaan@fisip.unsri.ac.id <p>Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan persoalan pendidikan sekaligus persoalan kebijakan publik karena berkaitan dengan perlindungan anak, keamanan lingkungan belajar, dan pemenuhan hak peserta didik. Kehadiran Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan memberikan kerangka kebijakan yang lebih operasional bagi satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan perundungan pada sekolah menengah di Kota Palembang serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya dalam mewujudkan rasa aman psikologis peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data penelitian berupa data sekunder yang bersumber dari regulasi, dokumen pemerintah daerah, dokumen pendidikan, informasi kelembagaan perlindungan anak, serta artikel ilmiah dan buku yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi kualitatif dengan perspektif implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan didukung oleh keberadaan landasan regulasi, kelembagaan sekolah melalui Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), dukungan layanan perlindungan anak, serta kolaborasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, DP3APM, UPTD PPA, dan aktor terkait. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesenjangan pemahaman kebijakan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, hambatan pelaporan, stigma terhadap korban, dan perkembangan cyberbullying. Implementasi kebijakan yang efektif tidak cukup diukur dari keberadaan regulasi dan struktur kelembagaan, tetapi perlu dilihat dari kemampuan sekolah menyediakan mekanisme pencegahan, pelaporan, penanganan, perlindungan, dan pemulihan yang dapat membangun kepercayaan serta rasa aman psikologis peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas TPPK dan tenaga pendidik, peningkatan mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia, penguatan jejaring rujukan, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan<strong>.</strong></p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Amma Fathuurrahmaan https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3406 Manajemen Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Bahasa Arab di MI Dakwatul Khoiriyah Banyuwangi 2026-10-14T11:41:52+00:00 Khusnul Khotimah 147khkhusnul@gmail.com Hartono hartono2986@gmail.com Moh. Khusnuridlo ridlostainjbr@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis tentang manajemen implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Dakwatul Khoiriyah serta dampaknya terhadap perkembangan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi RPP, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KBC dikelola secara sistematis mencakup perencanaan yang mengintegrasikan lima nilai cinta (Cinta Allah dan Rasul, Cinta ilmu, Cinta lingkungan, Cinta diri sendiri dan sesama, dan Cinta tanah air), pengorganisasian melalui belajar kolaboratif, pelaksanaan dengan metode game edukasi serta suasana kelas humanis, hingga pengawasan yang masih perlu pengembangan pada penilaian dimensi spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KBC merupakan model transformatif yang mengubah pembelajaran bahasa Arab dari sekadar penguasaan materi menjadi sarana pembentukan karakter luhur yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Khusnul Khotimah, Hartono, Moh. Khusnuridlo https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3427 Psychological Safety dalam Tim Kerja Full Remote: Systematic Literature Review 2026-10-14T11:49:03+00:00 Reny Yunita Karoni renyyunita.23008@mhs.unesa.ac.id Cindi Kurniawati cindikurniawati.23009@mhs.unesa.ac.id Prameswari Wardhani prameswari2105@gmail.com Olievia Prabandini Mulyana olieviaprabandini@unesa.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan dalam menjaga keterlibatan, komunikasi, serta keberanian bersuara anggota tim di tengah pesatnya penerapan pola kerja berbasis digital dan jarak jauh. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan pendorong (<em>antecedents</em>), hambatan (<em>barriers</em>), serta dampak (<em>outcomes</em>) dari rasa aman psikologis (<em>psychological safety</em>) pada tim kerja<em> full remote</em> dalam perspektif perilaku organisasi. Penelitian ini menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) terhadap 10 artikel ilmiah bereputasi yang terbit dalam kurun waktu 2020 hingga 2026 dengan prosedur penelitian: (a) Merumuskan pertanyaan penelitian terkait dinamika <em>psychological safety</em>, (b) Melakukan pencarian dan seleksi literatur berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, (c) Menganalisis serta mengekstraksi data dari 10 artikel terpilih, dan (d) Menyintesis serta menarik kesimpulan mengenai implikasi <em>psychological safety</em> terhadap perilaku organisasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada aspek pendorong, <em>psychological safety</em> terbukti meningkat signifikan melalui gaya kepemimpinan inklusif, pemberian otonomi kerja yang seimbang, serta adanya struktur komunikasi harian yang rutin. Pada aspek hambatan, ditemukan bahwa pengawasan elektronik (<em>electronic monitoring</em>) yang berlebihan dan minimnya isyarat emosional non-verbal menjadi penghambat utama yang memicu timbulnya kecenderungan karyawan untuk memilih diam (<em>employee silence</em>). Sedangkan pada aspek dampak, <em>psychological safety</em> terbukti mampu meningkatkan keberanian bersuara (<em>employee voice</em>), budaya berbagi pengetahuan (<em>knowledge sharing</em>), perilaku kerja inovatif, serta kesejahteraan emosional karyawan. Hal ini berarti bahwa penciptaan iklim kerja yang aman secara psikologis membawa efek positif yang nyata terhadap efektivitas dan keberlanjutan kinerja tim kerja <em>full remote</em>.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Reny Yunita Karoni, Cindi Kurniawati, Prameswari Wardhani, Olievia Prabandini Mulyana https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2776 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Media Counting Box Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Lad Hasdja Karobka Mandiri Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna 2026-10-14T12:04:20+00:00 Jelita jelitahermant@gmail.com Muhamad Safiuddin Saranani Saranani@uho.ac.id Nurhayati zainuddinnurhayati@uho.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penggunaan media <em>counting box</em> dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Lad Hasdja Karobka Mandiri. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru sebagai observer dan anak yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklusnya dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dengan tahapan penelitian yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar anak dalam meningkatkan kemampuan berhitung melalui media <em>counting box</em> menunjukkan adanya peningkatan, hasil ini ditunjukkan dari hasil observasi awal sebelum adanya tindakan dan sesudah tindakan. Sebelum tindakan diperoleh persentase 46,7% dan mengalami peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 66,7%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 93,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung anak di PAUD Lad Hasdja Karobka Mandiri dapat ditingkatkan melalui media <em>counting box</em>. Hal ini disebabkan oleh kinerja guru yang selalu meningkat setiap siklusnya. Pada siklus I aktivitas mengajar guru 69,2% dan meningkat menjadi 92,3% pada siklus II. Aktivitas kinerja guru meningkat membuat aktivitas anak juga meningkat dari 69,2% menjadi 92,3%.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jelita, Muhamad Safiuddin Saranani, Nurhayati https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2736 Deskripsi Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun dalam Kegiatan Storytelling di TK PGRI Kambawuna Kelurahan Laimpi Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna 2026-10-14T12:18:47+00:00 Kodu kodu012@gmail.com Afifah Nur Hidayah afifahnurhidayah@uho.ac.id Nurhayati zainuddinnurhayati@uho.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sosial anak usia 5-6 tahun dalam kegiatan <em>storytelling</em> di TK PGRI Kambawuna Kelurahan Laimpi Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang anak usia 5-6 tahun kelompok B yang dipilih secara <em>purposive sampling</em> berdasarkan rekomendasi guru. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial anak usia 5-6 tahun dalam kegiatan <em>storytelling</em> di TK PGRI kambawuna yang meliputi beberapa indikator, yaitu meniru, kerja sama, membagi, serta perilaku akrab dijabarkan sebagai berikut: Subjek 1 dan 4 menunjukkan BSB pada perilaku meniru, kerja sama, membagi, dan perilaku akrab. Subjek 2 menunjukkan BSH pada meniru ucapan dan MB pada meniru gerakan, menunjukkan MB pada kerja sama dan membagi, serta menunjukkan BSH pada perilaku akrab. Subjek 3 menunjukkan BSH pada meniru ucapan dan BSB pada meniru gerakan, serta menunjukkan BSB pada kerja sama, membagi dan perilaku akrab. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa perilaku sosial anak usia 5-6 tahun di TK PGRI Kambawuna muncul dalam kegiatan <em>storytelling</em>, anak terlihat menirukan ucapan dan gerakan tokoh dalam cerita, anak terlihat bergiliran saat bercerita dan membantu teman yang kesulitan saat bercerita, anak terlihat berbagi gambar tokoh cerita dan berbagi barang miliknya pada teman, serta anak terlihat mudah bergaul dan bersikap ramah kepada teman maupun guru saat kegiatan berlangsung.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Kodu, Afifah Nur Hidayah, Nurhayati https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3443 Penguatan Refusal Skills melalui Psikoedukasi Anti-Rokok pada Siswa Sekolah Dasar: Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Sejak Dini 2026-10-14T12:29:20+00:00 Bai Sudiani 2507044027@webmail.uad.ac.id Farah Nabilah Damayanti farahnabilahdamayanti@gmail.com Nurfadilla nurfadilla@gmail.com Nuriatul Jannah nuriatuljannah@gmail.com <p>Perilaku merokok pada anak usia sekolah dasar masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Ponjong 2, Kabupaten Gunungkidul, yang menemukan kasus siswa mencoba merokok karena rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok dan sikap asertif sebagai dasar keterampilan menolak ajakan merokok (<em>refusal skills</em>) melalui psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan secara luring di SDN Bedoyo pada 5 dan 19 Januari 2026 dengan 25 siswa kelas 5 dan 6 sebagai peserta. Psikoedukasi mencakup pemaparan materi, <em>role play</em>, video animasi, diskusi, dan kuis. Efek kegiatan dievaluasi dengan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> pengetahuan perilaku merokok serta sikap asertif, kemudian dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan skor yang signifikan pada pengetahuan perilaku merokok pengukuran pertama (<em>p</em> = 0,008) dan kedua (<em>p</em> = 0,020) serta pada sikap asertif (<em>p</em> = 0,001; skor rata-rata naik dari 47,64 menjadi 53,56). Psikoedukasi interaktif yang memadukan edukasi dan latihan keterampilan praktis dapat menjadi upaya preventif awal bagi siswa sekolah dasar, tetapi perlu didukung keterlibatan guru dan orang tua serta evaluasi jangka panjang.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Bai Sudiani, Farah Nabilah Damayanti, Nurfadilla, Nuriatul Jannah https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3441 Strategi dan Faktor Protektif dalam Manajemen Stres akibat Workplace telepressure: Systematic Literature Review 2026-10-14T13:02:45+00:00 Cherina Safa Wardhani cherinasafa.23306@mhs.unesa.ac.id Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi sukmawatipuspitadewi@unesa.ac.id <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan komunikasi di tempat kerja, tetapi pada saat yang sama memunculkan <em>workplace telepressure</em>, yaitu dorongan atau tekanan psikologis untuk segera merespons komunikasi terkait pekerjaan melalui media digital. <em>Workplace telepressure</em> dapat menyebabkan keterhubungan kerja yang berkelanjutan dan mengganggu proses pemulihan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis strategi, faktor protektif, serta sumber daya yang berpotensi membantu pekerja dalam mengelola stres dan mengurangi dampak negatif <em>workplace telepressure</em> terhadap kesejahteraan. Penelitian dilakukan menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> terhadap sembilan studi empiris yang memenuhi kriteria inklusi. Studi yang dianalisis mencakup penelitian terhadap pekerja dari berbagai konteks pekerjaan dan negara. Hasil sintesis menunjukkan bahwa dampak <em>workplace telepressure</em> terutama berkaitan dengan terganggunya <em>recovery</em> dan <em>boundary</em> antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta munculnya strain psikologis dan kognitif seperti <em>burnout</em>, stres, <em>rumination</em>, <em>work-family conflict</em>, <em>self-regulatory fatigue</em>, dan gangguan tidur. Faktor protektif yang ditemukan meliputi <em>transformational leadership</em>, <em>perceived organizational support</em>, <em>family-supportive work environment</em>, <em>role boundary</em>, <em>psychological</em> dan <em>spatial detachment</em>, serta <em>psychological resilience</em>. Temuan juga menunjukkan bahwa kebijakan formal mengenai <em>disconnection</em> tidak selalu berkaitan dengan rendahnya <em>telepressure</em> apabila norma informal mengenai ketersediaan pekerja setelah jam kerja masih kuat. Dengan demikian, manajemen stres akibat <em>workplace telepressure</em> perlu dilakukan secara multilevel melalui penguatan sumber daya individu, pengelolaan batas kerja-kehidupan, serta penciptaan lingkungan organisasi yang mendukung pemulihan dan mengurangi tuntutan untuk selalu tersedia secara digital.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Cherina Safa Wardhani, Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2987 Pengembangan Media Pop-Up Book pada Materi Siklus Air untuk Pembelajaran IPAS Kelas V Sekolah Dasar 2026-10-15T05:02:12+00:00 Fitri Rahmawati fitri.rahmawati.2531137@students.um.ac.id Arda Purnama Putra arda001@gmail.com Mayka Shanti mayka001@gmail.com <p>Penelitian ini berfokus pada pengembangan media <em>pop-up book</em> pada topik siklus air untuk mata pelajaran IPAS kelas V sekolah dasar. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan menggunakan model ADDIE (<em>analysis, design, development, implementation, evaluation</em>). Subjek evaluasi melibatkan siswa kelas V Bilingual SD Laboratorium UM serta pakar materi dan media. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa produk yang dihasilkan berkategori sangat layak, dibuktikan oleh perolehan skor validasi sebesar 85% dari ahli media dan 90% dari ahli materi. Lebih lanjut, uji coba implementasi menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif dan antusiasme siswa. Kehadiran media ini terbukti efektif dalam mentransformasi konsep siklus air yang abstrak menjadi lebih konkret, interaktif, dan menarik. Oleh karena itu, <em>pop-up book</em> ini direkomendasikan sebagai instrumen pembelajaran IPAS yang valid untuk jenjang sekolah dasar.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Fitri Rahmawati, Arda Purnama Putra, Mayka Shanti https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3469 Upaya Meningkatkan Kecerdasan Visual Spasial Melalui Bermain Labirin Pada Anak Kelompok B 2026-10-15T11:44:54+00:00 Mersi putri11063@gmail.com Salwiah salwiah_fkip@uho.ac.id Sitti Rahmaniar Abubakar sittirahmaniar@uho.ac.id <table> <tbody> <tr> <td> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kecerdasan visual-spasial merupakan salah satu aspek kecerdasan majemuk yang perlu distimulasi sejak usia dini, namun masih banyak lembaga PAUD yang belum mengoptimalkan stimulasi tersebut melalui media yang tepat dan menyenangkan. &nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan visual spasial anak melalui kegiatan bermain labirin. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 orang anak, yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan studi dokumen, dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengajar guru meningkat dari 53,84% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Aktivitas belajar anak meningkat dari 53,84% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Ketuntasan kecerdasan visual spasial anak juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari 61,54% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan bermain labirin terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan visual spasial anak kelompok B di TK Teratai Kecamatan Baruga Kota Kendari.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>&nbsp;Kecerdasan Visual Spasial, Permainan Labirin, Anak Usia Dini</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Mersi, Salwiah, Sitti Rahmaniar Abubakar https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3455 Dinamika Kecemasan Akademik pada Mahasiswa: Memahami Faktor Psikologis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental 2026-10-16T10:59:53+00:00 Titi Ratna Garnasih titi.ratna@uinsgd.ac.id Riana Asep Lesmana rianaaseplesmana2@uinsgd.ac.id Fithria Siti Hanifah fithriash@uinsgd.ac.id Fidia Hanan Zahara fidiahanan@uinsgd.ac.id Metha Irmawayani Putri methawayani@uinsgd.ac.id <p>Kecemasan akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang signifikan di kalangan mahasiswa perguruan tinggi. Tuntutan akademik yang tinggi, tantangan penyesuaian diri selama masa transisi perkuliahan, serta ketidakpastian masa depan sering kali memicu tekanan emosional dan kognitif pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kecemasan akademik pada mahasiswa dengan mengkaji faktor-faktor psikologis yang memengaruhinya serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>) melalui analisis sistematis terhadap literatur ilmiah bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan akademik merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan eksternal. Faktor internal utama meliputi <em>self-efficacy </em>akademik, perfeksionisme, regulasi emosi, dan strategi coping; sedangkan faktor eksternal mencakup beban tugas akademik, tekanan keluarga, dan kualitas dukungan sosial. Kecemasan akademik yang terus berlanjut berdampak negatif pada domain emosional, kognitif, perilaku (seperti prokrastinasi), serta memicu distress psikologis dan penurunan kesejahteraan psikologis (<em>psychological well-being</em>). Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan layanan psikologi perguruan tinggi melalui asesmen dini, psikoedukasi, dan penguatan strategi coping mahasiswa guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat secara mental.</p> 2026-10-16T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Titi Ratna Garnasih, Riana Asep Lesmana, Fithria Siti Hanifah, Fidia Hanan Zahara, Metha Irmawayani Putri https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3453 Dinamika Perubahan Manajemen Waktu Kerja melalui Penerapan Matriks Eisenhower pada Karyawan Staf SDM PT X: Studi Kasus Multipel 2026-10-14T12:49:45+00:00 Novia Novitasari novianvtsr@gmail.com Noer Suci Endah Puspitaningrum nse.puspitaningrum@umg.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam perubahan manajemen waktu kerja pada karyawan staf SDM selama penerapan Matriks Eisenhower. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel. Empat partisipan (AD, AB, AN, dan AM) dipilih dari delapan staf berdasarkan asesmen kebutuhan, observasi awal, dan pertimbangan unit kerja. Data utama diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, buklet pemantauan diri, refleksi, dan dokumentasi proses intervensi. Intervensi dilaksanakan selama satu minggu, termasuk latihan pemantauan diri selama tiga hari. Analisis dilakukan melalui analisis dalam kasus untuk menelusuri kondisi sebelum, proses selama, dan kondisi setelah intervensi, kemudian dilanjutkan dengan analisis lintas kasus untuk menemukan pola persamaan dan perbedaan perubahan. Hasil menunjukkan pola perubahan yang berbeda pada setiap partisipan. AD lebih terbantu dalam memperjelas prioritas dan hambatan pekerjaan; AB mulai menggunakan struktur tertulis tetapi masih memerlukan bantuan dalam klasifikasi; AN menunjukkan perkembangan pada penyesuaian prioritas ketika muncul tugas mendadak; sedangkan AM melaporkan pekerjaan lebih tertata dan berencana mengadaptasi metode ke media digital. Secara lintas kasus, perubahan berpusat pada eksplisitnya prioritas, penggunaan daftar dan jadwal, penyesuaian prioritas secara fleksibel, serta pengenalan batas delegasi. Skor TMBS digunakan sebagai data pendukung dan menunjukkan kenaikan pada seluruh partisipan. Temuan dibatasi pada konteks kelompok kecil dan tidak dimaksudkan sebagai bukti kausal atau generalisasi efektivitas intervensi.</p> 2026-10-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Novia Novitasari, Noer Suci Endah Puspitaningrum https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2565 Faktor Protektif terhadap Psychological Distres Mahasiswa: Tinjauan Literatur tentang Dukungan Sosial, Regulasi Emosi, dan Resiliensi 2026-10-19T07:35:19+00:00 Ana Fitri Aulia anafitriaulia1@gmail.com <p><em>Psychological distress</em> merupakan salah satu dari masalah kesehatan mental yang cukup sering dialami oleh mahasiswa. Tujuan dari artikel ini adalah untuk meninjau berbagai literatur mengenai faktor-faktor protektif terhadap <em>psychological distress</em> pada mahasiswa, dengan memfokuskan tinjuauan pada dukungan sosial, regulasi emosi, dan resiliensi. Tinjauan literatur dilakukan terhadap artikel penelitian yang diperoleh malalui Google Scholar, SpringerLink, Scopus, PubMed, dan Taylor &amp; Francis Online. Artikel yang dipilih adalah artikel yang mengukur <em>psychological distress</em> dengan melibatkan mahasiswa sebagai populasinya. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa dukungan sosial, regulasi emosi, dan resiliensi berhubungan dengan tingkat <em>psychological distress</em> yang lebih rendah pada mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penting untuk menguatkan faktor protektif sebagai upaya pencegahan dan penanganan psychologial distress pada mahasiswa.</p> 2026-10-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Ana Fitri Aulia https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3483 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Berbagi Pengetahuan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Kulisusu Kabupaten Buton Utara) 2026-10-19T08:37:35+00:00 Marjani marjanikp@yahoo.com Abdul Hamid abdul.hamid@umkendari.ac.id Hairudin Bugis hairudin.bugis@umkendari.ac.id La Ode Muhammad Andi Yaksa andilaode825@gmail.com <p>Kajian artikel penelitian ini adalah terkait peran kepemimpinan kepala sekolah dan berbagi pengetahuan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan ingin mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan fungsi memerintah, mengarahkan, memotivasi pada guru sebagai tenaga pendidik dan staf sebagai proses dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai mana yang diharapkan pihak sekolah. Tujuan berikutnya adalah untuk menganalisis dan ingin mengetahui berbagi pengetahuan yang dilakukan antara kepala sekolah dan guru, dan antara sesama guru dalam mengatasi berbagai keinginan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Adapun pendekatan metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran yakni menggabungkan wawancaara kualitatif dengan mencari dan menganalisis jurnal serta buku yang relevan dengan permasalahan manajemen kepemimpinan dan berbagi pengetahuan. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan data base akademis terkemuka seperti Google Scholar. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan serta berbagi pengetahuan antara kepala sekolah dengan guru dan antar sesama guru serta staf adalah menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran seperti yang diharapkan sekolah. Berbagi pengetahuan memerlukan pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah untuk mengembangkan keterampilan dalam merancang dan mengelola program berbagi pengetahuan.</p> 2026-10-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Marjani https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3485 Perkembangan Aliran-aliran Kekristenan yang Memberi Warna Keberagaman Mazhab Teologi Kristen di Indonesia 2026-10-20T03:26:49+00:00 I Gde Iwan Afredenny gdeiwan@ymail.com <p>Keragaman mazhab aliran kekristenan di Indonesia adalah hasil dari perjalanan dan proses sejarah panjang. Dimulai dari kedatangan bangsa Portugis dengan mendirikan agama Katolik dengan semangat misi Roma, disusul dengan kehadiran Belanda yang datang untuk menanamkan agama Protestan sebagai hasil dari perjuangan reformasi di eropa. Jurnal ini melakukan telaah secara teologis dan historikal sehingga aliran-aliran tersebut membentuk identitas dan menjadi kekayaan di Indonesia. Melalui studi literatur dengan pendekatan analisis kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa keragaman mazhab memberikan sudut pandang baru dan memperkaya pemahaman akan iman, mengenal cakupan pelayanan dan memberikan suatu dorongan secara kontekstual. Meskipun demikian, keberagaman ini juga menimbulkan fragmentasi, kebingungan dan eksklusivisme jika tidak dipahami dengan semangat dialog dan penghargaan antara satu dengan lainnya. Maka jurnal ini menekankan pentingnya pengembangan teologi sesuai konteks, inklusif dan juga bernilai transformasi untuk dapat memberikan tuntunan bagi orang percaya agar dapat mempraktekkan nilai-nilai Injil dengan tepat. Temuan dari penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi teologis dan praktis sebagai dasar dan pedoman menghidupi iman di tengah keragaman di Indonesia.</p> 2026-10-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 I Gde Iwan Afredenny https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3404 Intervensi berbasis Self Compassion Writing Exercises terhadap Peningkatan Body Satisfaction pada Mahasiswi 2026-10-22T15:04:44+00:00 Ziana Fernanda zianafrnda@gmail.com M. Fahmi Aufar Asyraf m.fahmi.aufar.asyraf@uinsa.ac.id Eko Teguh Pribadi eko_teguh@uinsa.ac.id <p>Kepuasan terhadap tubuh (<em>Body Satisfaction</em>) menjadi salah satu aspek penting dalam kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi <em>self-compassion writing exercises</em> dalam meningkatkan <em>Body Satisfaction </em>pada mahasiswi. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain <em>one-group pretest-posttest design</em>, melibatkan 15 mahasiswi Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya berusia 19–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Partisipan mengisi adaptasi <em>Body Image States Scale </em>(BISS) sebelum dan sesudah mengikuti intervensi menulis berbasis <em>self-compassion</em> yang dilaksanakan secara terstruktur selama 14 sesi, mencakup komponen <em>self-kindness</em>, <em>common humanity</em>, dan <em>mindfulness</em>. Data dianalisis menggunakan uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em> yang dilanjutkan dengan uji <em>paired sample t-test</em>. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal serta terdapat peningkatan skor <em>Body Satisfaction </em>yang signifikan, dari rata-rata 30,60 sebelum intervensi menjadi 41,20 setelah intervensi, t(14) = -8,123, p &lt; 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>self-compassion writing exercises</em> efektif dalam meningkatkan <em>Body Satisfaction </em>pada mahasiswi dan dapat menjadi salah satu bentuk intervensi yang praktis serta terjangkau untuk mendukung terbentuknya citra tubuh yang lebih positif.</p> 2026-10-22T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Ziana Fernanda, M. Fahmi Aufar Asyraf, Eko Teguh Pribadi https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3405 Faktor Psikologis dan Sosial dalam Perilaku Penyalahgunaan NAPZA 2026-10-22T15:13:57+00:00 Ade Putri Mufidha adeputrim96@gmail.com Fahmi Aufar Asyraf m.fahmi.aufar.asyraf@uinsa.ac.id Eko Teguh Pribadi eko_teguh@uinsa.ac.id <p>Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) merupakan permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor psikologis dan sosial yang berperan dalam perilaku penyalahgunaan NAPZA serta memahami proses perubahan setelah individu menghentikan penggunaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek penelitian terdiri dari dua laki-laki yang memiliki pengalaman penyalahgunaan NAPZA dan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan kedua subjek dalam penyalahgunaan NAPZA dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, sosial, dan lingkungan dengan karakteristik yang berbeda. Pada Subjek 1, faktor yang menonjol meliputi keuntungan finansial, kebutuhan ekonomi, persepsi terhadap efek NAPZA, perubahan emosional, dan <em>craving</em>. Sementara itu, Subjek 2 lebih banyak dipengaruhi oleh rasa ingin tahu, pengaruh teman sebaya, dan lingkungan sosial yang kurang sehat. Penggunaan NAPZA pada awalnya memberikan pengalaman yang dianggap menyenangkan atau menenangkan, tetapi kemudian diikuti kecemasan, ketidakstabilan emosi, dan kesulitan mengendalikan diri. Kesadaran terhadap dampak fisik dan hukum, dukungan keluarga, rehabilitasi, serta aktivitas spiritual berperan dalam mendorong proses penghentian penggunaan dan perubahan orientasi masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan NAPZA merupakan fenomena multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan dukungan yang tersedia. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pemulihan perlu dilakukan secara komprehensif melalui dukungan psikologis, keluarga, lingkungan sosial yang sehat, rehabilitasi terstruktur, serta penguatan aspek spiritual untuk membantu mempertahankan pemulihan dan mencegah kekambuhan.</p> 2026-10-22T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Ade Putri Mufidha, Fahmi Aufar Asyraf, Eko Teguh Pribadi https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3496 Dari Komunikasi menuju Kemitraan: Praktik Kolaborasi Keluarga-Sekolah dalam Pendidikan Inklusif di Kota Samarinda 2026-10-25T07:45:37+00:00 Rika Aulia Sari rikaaulia@fisip.unmul.ac.id Alfiesyahrianta Habibie alfiesyahrianta@fisip.unmul.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mendukung kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 partisipan yang terdiri atas delapan orang tua anak berkebutuhan khusus dan empat guru yang terlibat dalam pendidikan inklusif. Partisipan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada kerangka Braun dan Clarke. Analisis ditinjau melalui perspektif kemitraan sekolah, keluarga, dan masyarakat dari Epstein. Temuan dari wawancara orang tua menunjukkan tiga tema utama, yaitu pengalaman pendampingan dan pemenuhan kebutuhan anak, komunikasi dua arah sebagai dasar kolaborasi keluarga–sekolah, serta penyelarasan pendampingan di rumah dan di sekolah. Kolaborasi diwujudkan melalui pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pendukung, komunikasi rutin melalui grup WhatsApp, pertemuan orang tua secara berkala, dan penerapan kegiatan belajar di rumah berdasarkan arahan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi rutin menjadi fondasi penting dalam membangun kemitraan, tetapi perlu diikuti dengan perencanaan dan pengambilan keputusan bersama. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan, responsif terhadap kebutuhan individual anak, dan didukung oleh lingkungan belajar yang aman serta inklusif.</p> 2026-10-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Rika Aulia Sari, Alfiesyahrianta Habibie https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3501 Perencanaan Kebutuhan dan Distribusi Tugas Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Madrasah Swasta: Studi Kasus di MI Darul Amien Banyuwangi 2026-10-27T02:04:25+00:00 Waridatul Husna riedahusna@gmail.com Hartono hartono2986@gmail.com Moh. Khusnuridlo Khusnuridlo@uinkhas.ac.id <p>Perencanaan kebutuhan dan distribusi tugas tenaga pendidik dan kependidikan merupakan bagian penting dalam pengelolaan madrasah karena kecukupan jumlah tenaga perlu diikuti kesesuaian kompetensi dan kejelasan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan kebutuhan serta distribusi tugas tenaga pendidik dan kependidikan di MI Darul Amien Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan pada 16 September–10 Oktober 2026 melalui wawancara terhadap tujuh informan, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri atas kepala madrasah, koordinator kurikulum, bendahara, operator, tenaga tata usaha, serta dua guru yang tidak merangkap tugas tambahan. Wawancara dicatat dalam bentuk poin penting dan tidak direkam. Dokumen yang ditelaah meliputi SK tugas mengajar, SK tugas tambahan, jadwal pelajaran, dan MoU dengan lembaga pelatihan. Temuan menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga dipertimbangkan berdasarkan program madrasah dan rasio guru dengan peserta didik pada setiap rombongan belajar. Jumlah tenaga secara umum dinilai mencukupi dengan rasio yang dilaporkan sebesar 1:15, tetapi kebutuhan kompetensi tertentu belum terpenuhi karena belum tersedia guru PJOK dengan kualifikasi linier. Distribusi tugas tambahan mempertimbangkan kompetensi dan kesanggupan personel, tetapi masih menghadapi kendala pemahaman uraian tugas dan miskomunikasi. Evaluasi mingguan yang melibatkan seluruh guru digunakan untuk memantau program, pembagian tugas, capaian, kendala, dan tindak lanjut melalui checklist berbasis data. Temuan ini menekankan pentingnya memperjelas uraian tugas dan menghubungkan hasil evaluasi dengan tindak lanjut yang terukur.</p> 2026-10-27T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Waridatul Husna, Moh. Khusnuridlo, Hartono https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3502 Changes In University Students’ Public Speaking Self-Efficacy: Experiences, Feedback, And Internal Conditions 2026-10-27T05:05:06+00:00 Aji Cokro Dewanto cokrodewanto@gmail.com Izza Himawanti izzahimawanti88@gmail.com <p>Public speaking self-efficacy may change as students interpret speaking experiences, feedback, and emotional reactions. This two-wave mixed-methods study examined changes in public speaking self-efficacy during a Scientific Oration course and explored the factors students perceived as influencing those changes. Data were collected at two measurement points approximately four months apart from 20 female, sixth-semester students enrolled in an Indonesian Language and Literature Education program. Public speaking self-efficacy was measured using a 12-item scale, while three open-ended questions explored speaking experiences, feedback and observation, and internal conditions. Mean self-efficacy increased from 40.45 (<em>SD</em> = 6.92) to 44.10 (<em>SD</em> = 6.16), <em>t</em>(19) = 3.02, <em>p</em> = .007, Cohen’s <em>d</em><sub>z</sub> = 0.67. The Wilcoxon signed-rank test yielded a consistent result (<em>p</em> = .006). Thirteen students showed increased scores, three remained unchanged, and four declined. Students perceived their confidence as influenced by mastery experiences, constructive feedback, observation, preparedness, and physiological and affective states. The findings indicate that public speaking self-efficacy may change during an academic speaking course, although changes were not uniform across students. Scientific Oration instruction should therefore integrate graduated practice, specific feedback, relevant peer models, and strategies for managing emotional reactions</p> 2026-10-27T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Aji Cokro Dewanto, Izza Himawanti https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3507 Internalization of Pawongan Values in Jill Pole’s Characterization in The Chronicles of Narnia: The Silver Chair 2026-10-29T07:13:23+00:00 Luh Devi Wiraputri deviwiraputri@gmail.com Ni Komang Arie Suwastini arie.suwastini@undiksha.ac.id I Nyoman Pasek Hadi Saputra hadi.saputra@undiksha.ac.id I Putu Ngurah Wage Myartawan wmyartawan@undiksha.ac.id Ni Nyoman Artini nymartini10@gmail.com <p>Penelitian ini membahas bagaimana internalisasi nilai-nilai <em>Pawongan</em>, yaitu prinsip hubungan harmonis antarmanusia dalam konsep <em>Tri Hita Karana</em> masyarakat Bali, dapat diinterpretasikan melalui penokohan Jill Pole, salah satu tokoh utama dalam novel <em>The Silver Chair</em> karya C.S. Lewis. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif interpretatif dengan model interaktif Miles et al. (2014). Novel dibaca secara cermat, kemudian adegan-adegan terpilih yang menunjukkan interaksi Jill dengan tokoh lain diklasifikasikan dan diinterpretasikan. Hasil analisis mengidentifikasi empat karakteristik yang mencerminkan nilai-nilai <em>Pawongan</em> dalam penokohan Jill Pole, yaitu sikap suka menolong orang lain, kerja sama dengan rekan seperjalanan, penghormatan terhadap norma sosial, dan empati terhadap orang lain. Sikap suka menolong dan kerja sama merepresentasikan ekspresi eksternal dari internalisasi nilai, yang terlihat melalui keterlibatan sosial Jill, sedangkan penghormatan terhadap norma sosial dan empati merepresentasikan ekspresi internal, yang tercermin melalui kesadaran sosialnya. Karakteristik tersebut muncul melalui interaksi Jill dengan rekan-rekannya, termasuk dalam momen ketika ia mengakui kesalahan yang telah dilakukannya.</p> 2026-10-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Luh Devi Wiraputri, Ni Komang Arie Suwastini, I Nyoman Pasek Hadi Saputra, I Putu Ngurah Wage Myartawan, Ni Nyoman Artini https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3428 Resiliensi Mahasiswa Program Studi Statistika yang Beralih ke Program Studi Kedokteran 2026-10-29T08:21:14+00:00 Risa Dwi Meilani risameilani642@gmail.com Prianggi Amelasasih prianggi_amelasasih@umg.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam resiliensi mahasiswa yang mengalami peralihan bidang studi dalam menghadapi perubahan tuntutan akademik, pola pembelajaran, dan lingkungan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap seorang mahasiswa yang beralih dari bidang Statistika ke Kedokteran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan kredibilitas data dilakukan melalui *member checking*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi informan tercermin dalam tujuh aspek menurut Reivich dan Shatté, yaitu regulasi emosi, pengendalian dorongan, analisis kausal, efikasi diri, realistis dan optimis, empati, serta keterjangkauan atau adaptabilitas. Informan mampu mengelola tekanan emosional dengan menenangkan diri dan memanfaatkan dukungan sosial. Dalam menghadapi tuntutan akademik, informan mampu menetapkan prioritas, mempertahankan motivasi, mengevaluasi penyebab kesulitan, dan menyesuaikan strategi belajar dengan kebutuhan. Selain itu, informan menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan diri, optimisme yang realistis, empati, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan tuntutan pendidikan. Resiliensi terlihat sebagai proses dinamis yang terbentuk melalui interaksi antara faktor personal, kemampuan menghadapi permasalahan, penyesuaian strategi, dan dukungan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peralihan bidang studi tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan mengelola emosi, melakukan refleksi, beradaptasi, dan memanfaatkan dukungan lingkungan.</p> 2026-10-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Risa Dwi Meilani, Prianggi Amelasasih https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3510 Hubungan Kematangan Emosi terhadap Kesiapan Pernikahan pada Remaja yang Memiliki Hubungan Romantis 2026-10-29T09:30:53+00:00 Alda F. Ibrahim aldadaibrahim091@gmail.com Salahudin Liputo 2225220051@untirta.ac.id Siti Rojiyah Nur Insyirah Puhi sitirojiyah@umgo.ac.id <p>Kematangan emosi merupakan salah satu aspek psikologis yang penting dalam mempersiapkan individu menghadapi kehidupan pernikahan. Remaja yang memiliki kematangan emosi yang baik diharapkan mampu mengendalikan emosi, mengambil keputusan secara rasional, beradaptasi, serta menghadapi berbagai tanggung jawab dalam kehidupan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan kesiapan pernikahan pada remaja yang memiliki hubungan romantis di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja belum menikah di Desa Lombongo, dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kematangan emosi berdasarkan aspek Katkovsky dan Gorlow (1976)&nbsp; serta skala kesiapan pernikahan berdasarkan aspek Shemila dan Manikandan (2018). Analisis data menggunakan uji korelasi <em>Spearman’s rho.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kematangan emosi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 49 responden (60,5%), sedangkan kesiapan pernikahan mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 47 responden (58,0%). Hasil uji <em>Spearman’s rho</em> menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,915 dengan nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kematangan emosi dengan kesiapan pernikahan pada remaja. Artinya, semakin tinggi kematangan emosi remaja, semakin tinggi pula kesiapan pernikahannya.</p> 2026-10-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Alda F. Ibrahim, Salahudin Liputo, Siti Rojiyah Nur Insyirah Puhi https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3513 Analisis Komparatif Work-life Balance Berdasarkan Gender pada Karyawan Generasi Z di Jakarta 2026-10-30T06:51:31+00:00 Sinvia Then sinvia.502023016@civitas.ukrida.ac.id Frieska Soplantila frieska.soplantila@ukrida.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan <em>work-life balance</em> berdasarkan gender pada karyawan Generasi Z yang bekerja di Jakarta dengan menggunakan empat dimensi Fisher dkk. (2009), yaitu <em>Work Interference with Personal Life</em> (WIPL), <em>Personal Life Interference with Work</em> (PLIW), <em>Work Enhancement of Personal Life</em> (WEPL), dan <em>Personal Life Enhancement of Work</em> (PLEW). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan melibatkan 407 karyawan Generasi Z berusia 18–29 tahun, yang terdiri atas 169 laki-laki dan 238 perempuan. Partisipan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan <em>Work-Life Balance Scale</em> yang diadaptasi oleh Gunawan dkk. (2019) dan terdiri atas 17 item. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U karena data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa, pada taraf signifikansi 0,05 tanpa koreksi pengujian berganda, terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi WIPL (U = 17.425; p = 0,021), dengan skor rata-rata perempuan (M = 15,0) lebih tinggi daripada laki-laki (M = 13,8). Ukuran efek menunjukkan perbedaan yang relatif kecil. Sementara itu, perbedaan pada dimensi PLIW (p = 0,198), WEPL (p = 0,578), dan PLEW (p = 0,434) tidak signifikan secara statistik. Secara deskriptif, perempuan memiliki skor rata-rata lebih tinggi pada keempat dimensi, tetapi perbedaan yang signifikan secara statistik hanya ditemukan pada WIPL berdasarkan kriteria pengujian tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya memahami pengalaman <em>work-life balance</em> berdasarkan dimensi yang diukur serta mempertimbangkan pengelolaan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi dalam lingkungan kerja.</p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Sinvia Then, Frieska Soplantila https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3515 The Integration of Psychological and Philosophical Analysis Related to Social Facts As an Influence on Suicide 2026-10-31T04:56:11+00:00 Sitta Ayu Karunia sittaayuk@untad.ac.id Nur Alifah nuralifah@mail.ugm.ac.id <p>Tindakan bunuh diri merupakan fenomena sosial kompleks dengan berbagai faktor yang turut serta mempengaruhi individu dalam pengambilan keputusan untuk membunuh dirinya sendiri. Penelitian ini akan menyelami sekaligus menganalisis sudut pandang psikologis dan filsafat soaial pada analisis tindakan bunuh diri yang disebabkan faktor eksternal. Penelitian in i menggunakan metode kualitatif deskriptif terkait fenomena aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, argumentasi utama Emile Durkheim menegaskan bilamana arus sosial yang mempengaruhi keputusan individu untuk bunuh diri sebagaimana fakta sosial dapat mengontrol individu karena aka nada konsekuensi penolakan sosial apabila individu tidak turut serta menjalankan realitas fakta sosial yang ada dalam suatu kelompok atau masyarakat. Kritik fakta sosial muncul Ketika dihadapkan pada eksistensi dari konsep diri yang mana seorang individu memiliki andil, kebebasan, serta hak atas dirinya sendiri termasuk hak hidup. Masyarakat, eksistensinya juga bergantung dari individu, tidak ada masyarakat tanpa adanya individu. Kita tidak dapat mendefinisikan bentuk konkret dari kehidupan sosial jika kita menganggap mereka (individu) tidak memiliki eksistensi yang nyata. Tindakan bunuh diri juga hadir dari sisi personal individu yang terlalu keras pada diri sendiri atas kegagalan ataupun kemunduran yang dialami.</p> 2026-10-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Sitta Ayu Karunia, Nur Alifah https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3511 Kondisi Psikologis dan Upaya Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang 2026-10-31T08:16:32+00:00 Nazwatul Aliya 241270006.nazwatul@uinbanten.ac.id Yahdinil Firda Nadirah yahdinil@uinbanten.ac.id <p>Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan sosial dan kesehatan yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial individu, seperti ketergantungan, gangguan emosi, kecemasan, depresi, perubahan perilaku, penurunan motivasi, serta kesulitan dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis korban penyalahgunaan narkoba serta upaya rehabilitasi yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara langsung dengan Riska selaku Staf Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tangerang dan didukung oleh studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologis korban penyalahgunaan narkoba berbeda-beda tergantung pada latar belakang, jenis zat, lamanya penggunaan, tingkat ketergantungan, kondisi keluarga, serta kesadaran klien; korban yang berasal dari Tim Asesmen Terpadu (TAT) cenderung memiliki motivasi dan kesadaran yang rendah serta menunjukkan sikap penyangkalan, sedangkan korban yang datang secara sukarela memiliki kesadaran dan keinginan untuk berubah yang lebih tinggi. Upaya rehabilitasi yang dilakukan BNN Kota Tangerang meliputi asesmen, rehabilitasi rawat jalan, konseling, terapi sesuai kebutuhan klien, pelibatan keluarga dan pihak sekolah, serta program pascarehabilitasi melalui pemantauan dan pendampingan. Keberhasilan rehabilitasi dipengaruhi oleh motivasi klien, dukungan keluarga, lingkungan sosial yang positif, dan pendampingan berkelanjutan, sehingga rehabilitasi menjadi langkah penting dalam membantu korban memulihkan kondisi psikologis dan kembali menjalankan fungsi sosial secara optimal.</p> 2026-10-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Nazwatul Aliya, Yahdinil Firda Nadirah https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3516 Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing dan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis PhET terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Kesetimbangan Kimia 2026-11-01T05:12:46+00:00 Soraya Sholehah sorayasholehah@gmail.com Trining Puji Astutik trining@uin-antasari.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model <em>Guided Inquiry</em> (Inkuiri Terbimbing) dan <em>Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) berbantuan media <em>Physics Education Technology</em> (PhET) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi kesetimbangan kimia di SMAN 5 Banjarbaru. Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em> ini melibatkan sampel kelas XI yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>, terbagi menjadi kelas eksperimen I (Inkuiri Terbimbing–PhET), eksperimen II (CTL–PhET), dan kelas kontrol (konvensional–PhET). Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis berbasis indikator Ennis dan dianalisis menggunakan <em>Normalized Gain</em> (N-Gain) serta Uji <em>Welch One-Way ANOVA</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis peserta didik di antara ketiga kelompok (). Rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen I (0,477) dan eksperimen II (0,442) tergolong kategori sedang dan lebih tinggi dibanding kelas kontrol (0,321). Meskipun kedua model eksperimen efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibanding pembelajaran konvensional, tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara penerapan model Inkuiri Terbimbing–PhET dan CTL–PhET.</p> 2026-11-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Soraya Sholehah, Trining Puji Astutik https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3532 Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi KPK dan FPB Kelas V SDN 38 Pangkalpinang 2026-11-05T07:06:21+00:00 Sintia sintiadui495@gmail.com Ririn ririnn174@gmail.com Lysia Rizki Harinda rizkyharinda080308@gmail.com Edo Rahmat edorahmat291@gmail.com Nabila Alfisyah nabilaalfisyah@gmail.com Sikri sixri402@gmail.com Ratno Purnama Sari ratno.purnama@unmuhbabel.ac.id Salma Salsabila Suwandi salmasuwandi26@gmail.com Nur Zahra nurzahraa333@gmail.com Annisa Zalfa Azhariah annisazalfa965@gmail.com Tissa Ophelia ichaophelia10@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) pada siswa kelas V SDN 38 Pangkalpinang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung statistik deskriptif sederhana. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 40 siswa, dengan tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah sebagai informan wawancara. Data dikumpulkan melalui tes uraian lima soal cerita (dua soal KPK dan tiga soal FPB), wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil tes menunjukkan nilai rata-rata 50,00 dengan median dan modus 60 serta simpangan baku 22,19. Sebanyak 6 siswa (15,0%) berada pada kategori tinggi, 15 siswa (37,5%) kategori sedang, dan 19 siswa (47,5%) kategori rendah; hanya 2 siswa (5,0%) yang memperoleh nilai 100. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa meliputi kesulitan membedakan penggunaan KPK dan FPB pada soal cerita, kesulitan memahami maksud soal, lupa langkah penyelesaian, serta lemahnya penguasaan perkalian dan pembagian. Guru perlu menerapkan pembelajaran kontekstual dengan contoh soal cerita yang beragam, menguatkan keterampilan operasi hitung dasar, dan memberikan bimbingan yang berdiferensiasi.</p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Sintia, Ririn, Lysia Rizki Harinda, Edo Rahmat, Nabila Alfisyah, Sikri, Ratno Purnama Sari, Salma Salsabila Suwandi, Nur Zahra, Annisa Zalfa Azhariah, Tissa Ophelia https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3535 Hubungan Pola Asuh Dengan Kecemasan Sosial Pada Remaja Di Pulau Tidore 2026-11-07T04:22:38+00:00 Boki Syahrani Syamsah bokiissyh@gmail.com Nugraheni Putri Utami nugraheni@unkhair.ac.id <p>Kecemasan sosial merupakan kondisi yang dapat dialami remaja ketika menghadapi situasi interaksi dan penilaian sosial. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecemasan sosial pada remaja di Pulau Tidore. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 397 remaja berusia 13–18 tahun yang berdomisili di Pulau Tidore dan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala pola asuh orang tua dan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A). Analisis hipotesis utama menggunakan korelasi Spearman’s Rank. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,052 dengan nilai signifikansi 0,300 (p &gt; 0,05). Dengan demikian, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua secara keseluruhan dengan kecemasan sosial pada remaja di Pulau Tidore. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan sosial remaja perlu dipahami sebagai kondisi yang kompleks dan mungkin berkaitan dengan faktor lain di luar pola asuh yang diteliti</p> 2026-10-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Boki Syahrani Syamsah, Nugraheni Putri Utami