Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing dan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis PhET terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Kesetimbangan Kimia
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i3.3516Kata Kunci:
Inkuiri Terbimbing, Contextual Teaching and Learning (CTL), PhET, Kemampuan Berpikir Kritis, Kesetimbangan kimiaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing) dan Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Physics Education Technology (PhET) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi kesetimbangan kimia di SMAN 5 Banjarbaru. Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design ini melibatkan sampel kelas XI yang dipilih secara purposive sampling, terbagi menjadi kelas eksperimen I (Inkuiri Terbimbing–PhET), eksperimen II (CTL–PhET), dan kelas kontrol (konvensional–PhET). Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis berbasis indikator Ennis dan dianalisis menggunakan Normalized Gain (N-Gain) serta Uji Welch One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis peserta didik di antara ketiga kelompok (). Rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen I (0,477) dan eksperimen II (0,442) tergolong kategori sedang dan lebih tinggi dibanding kelas kontrol (0,321). Meskipun kedua model eksperimen efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibanding pembelajaran konvensional, tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara penerapan model Inkuiri Terbimbing–PhET dan CTL–PhET.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Soraya Sholehah, Trining Puji Astutik

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










