Dari Komunikasi menuju Kemitraan: Praktik Kolaborasi Keluarga-Sekolah dalam Pendidikan Inklusif di Kota Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i3.3496Kata Kunci:
Anak Berkebutuhan Khusus, Kolaborasi Keluarga-Sekolah, Pendidikan Inklusif, Komunikasi Dua Arah, KemitraanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mendukung kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 partisipan yang terdiri atas delapan orang tua anak berkebutuhan khusus dan empat guru yang terlibat dalam pendidikan inklusif. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada kerangka Braun dan Clarke. Analisis ditinjau melalui perspektif kemitraan sekolah, keluarga, dan masyarakat dari Epstein. Temuan dari wawancara orang tua menunjukkan tiga tema utama, yaitu pengalaman pendampingan dan pemenuhan kebutuhan anak, komunikasi dua arah sebagai dasar kolaborasi keluarga–sekolah, serta penyelarasan pendampingan di rumah dan di sekolah. Kolaborasi diwujudkan melalui pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pendukung, komunikasi rutin melalui grup WhatsApp, pertemuan orang tua secara berkala, dan penerapan kegiatan belajar di rumah berdasarkan arahan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi rutin menjadi fondasi penting dalam membangun kemitraan, tetapi perlu diikuti dengan perencanaan dan pengambilan keputusan bersama. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan, responsif terhadap kebutuhan individual anak, dan didukung oleh lingkungan belajar yang aman serta inklusif.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rika Aulia Sari, Alfiesyahrianta Habibie

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










