Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kelelahan Kerja pada Barista di Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i3.3459Kata Kunci:
Barista, Dukungan Sosial, Kelelahan, Kelelahan Fisik, Kelelahan MentalAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kelelahan pada barista di Banjarmasin. Barista menghadapi tuntutan kerja tinggi, seperti jam kerja panjang hingga 13 jam per hari dan shift malam, yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik maupun mental. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 85 barista di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Dukungan sosial diukur menggunakan skala aspek Sarafino (Cronbach's Alpha = 0,754), sedangkan kelelahan diukur dengan Fatigue Assessment Scale (Cronbach's Alpha = 0,829). Hasil uji Pearson Correlation menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan kelelahan (r = -0,33; p < 0,01). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima barista, semakin rendah kelelahan yang dialaminya. Temuan ini menegaskan pentingnya penciptaan budaya kerja suportif di lingkungan kafe melalui peningkatan apresiasi, interaksi positif, dan dukungan informasional kepada barista sebagai upaya menekan kelelahan kerja.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wandira, Dyta Setiawati Hariyono, Gladis Corinna Marsha

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










