Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Restructuring untuk Mereduksi Perilaku Nomophobia Pada Siswa SMA di Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2711Kata Kunci:
Konseling kelompok, restrukturisasi kognitif, nomophobia, smartphone.Abstrak
Ketika seseorang tidak dapat mengakses atau menggunakan ponsel pintar, mereka mengalami kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan ketakutan. Gangguan psikologis ini dikenal sebagai nomofobia. Aspek akademik, sosial, dan psikologis kehidupan siswa dapat terpengaruh oleh penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan pendekatan restrukturisasi kognitif dapat mengurangi perilaku nomofobia pada siswa di Madrasah Aliyah (MA) Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, metode eksperimental, dan metodologi kuantitatif. Delapan siswa yang termasuk dalam kategori nomofobia sedang dan tinggi dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Skala nomofobia digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, dan uji Wilcoxon serta uji Normalized Gain (N-Gain) digunakan untuk analisis. Setelah menerima layanan terapi kelompok menggunakan pendekatan restrukturisasi kognitif, tingkat nomofobia peserta menurun, menurut hasil penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah perawatan, dengan Asymp. Sig. Nilai (2-tailed) sebesar 0,012 (p < 0,05). Skor nomofobia menurun pada seluruh partisipan penelitian, seperti yang ditunjukkan oleh nilai peringkat negatif sebesar 8 dan nilai peringkat positif sebesar 0. Sementara itu, layanan konseling kelompok dengan menggunakan strategi restrukturisasi kognitif cukup efektif, menurut hasil uji N-Gain sebesar 0,47. Berdasarkan penelitian ini, layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dapat menjadi intervensi pengganti yang berhasil untuk menurunkan perilaku nomofobia pada siswa Madrasah Aliyah di Kota Pekanbaru.
Unduhan
Referensi
Adinda, N. A., Putri, T. H., & Rahmawati, N. (2025). Level of Nomophobia among Smartphone-Using Teenager at Senior High School 8 Pontianak. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 6(1), 28–41. https://doi.org/10.22437/jini.v6i1.39595
Aldawiyah, A., & Damayanti, I. (2023). Bagaimana Religiusitas Siswa Madrasah Aliyah Mempengaruhi Kontrol Diri? Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi, 4(2), 56. https://doi.org/10.24014/pib.v4i2.21944
Bianchi, A., & Phillips, J. G. (2005). Psychological Predictors of Problem Mobile Phone Use. CyberPsychology & Behavior, 8(1), 39–51. https://doi.org/10.1089/cpb.2005.8.39
Damayanti, E., Akbar Asfar, Fatma Jama, & Suhermi, S. (2024). Hubungan Penggunaan Smartphone Terhadap Perilaku Sosial Pada Remaja Di SMK BAZNAS SUL-SEL. Window of Nursing Journal, 48–54. https://doi.org/10.33096/won.v5i1.698
Eliyen. (2024). PENGARUH KONSELING KELOMPOK TEKNIK KOGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MEREDUKSI NOMOPPHOBIA PADA SISWA SMP NEGERI 31 PALEMBANG. Universitas PGRI Palembang. http://eprints.univpgri-palembang.ac.id/id/eprint/1199
Fortuna, S. N., & Rosada, U. D. (2022). Keefektifan Layanan Konseling Kelompok Teknik Cognitive Restructuring dalam Mengatasi Nomophobia pada Siswa. Guidance, 19(02), 177–185. https://doi.org/10.34005/guidance.v19i02.2415
Judith S. Beck. (2011). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond. New York: Guilford Press.
Meisyalla, L. N., & Novrika, B. (2022). STUDI KECEMASAN REMAJA TERHADAP NO MOBILE PHONE PHOBIA (NOMOPHOBIA) DI SMA NEGERI 1 KUANTAN MUDIK LUBUK JAMBI. Volume 6 Nomor 2, 158–162.
Muslim, R. N. I., Yudianto, K., Sumarna, U., Lukman, M., Hendrawati, H., & Pahria, T. (2024). SMARTPHONE ADDICTION LEVELS IN SCHOOL-AGE CHILDREN AFTER THE COVID-19 PANDEMIC IN RURAL AREA. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(5), 2397–2412. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i5.2678
Perang, B. & Yasinta Patrisia Gertrudis. (2022). Hubungan Self-Control dengan Nomophobia pada Mahasiswa Program Sarjana Keperawatan di Kota Makassar. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 1(4), 468–477. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v1i4.786
Putri, W. A. F. (2025). Efektivitas Konseling Eksistensial Humanistik Untuk Mengatasi Nomophobia Pada Remaja. KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Penerapannya, 6(2), 57–62. https://doi.org/10.31960/konseling.v6i2.2670
Safaria, T., Eka Saputra, N., & Putri Arini, D. (2022). Nomophobia. UAD PRESS.
Stevanny, F. (2025). Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Cognitive Behaviour dalam Mereduksi Nomophobia Siswa XI F8 SMA Negeri 2 Padang Panjang. Vol 1 No 2.
Sukarelawan, I., Kus Indratno, T., & Musvita Ayu, S. (2024). N-Gain vs Stacking: Analisis perubahan abilitas peserta didik dalam desain one group pretest-posttest. Penerbit Suryacahya.
Yildirim, C. (2014). Exploring the dimensions of nomophobia: Developing and validating a questionnaire using mixed methods research. ProQuest LLC.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lufia Putri, Tri Umari, Donal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










