Pandangan Filsafat Pendidikan Agama Islam Tentang Hakikat Manusia
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i1.2281Kata Kunci:
filsafat pendidikan Islam, hakikat manusia, pendidikan agama IslamAbstrak
Pandangan filsafat Pendidikan Agama Islam (PAI) tentang hakikat manusia merupakan fondasi penting dalam merumuskan tujuan, arah, dan praktik pendidikan Islam. Manusia diposisikan sebagai subjek utama pendidikan yang tidak hanya memiliki dimensi biologis dan rasional, tetapi juga dimensi spiritual yang melekat pada fitrah penciptaannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pandangan filsafat Pendidikan Agama Islam mengenai hakikat manusia serta implikasinya terhadap konsep dan praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan historis-kritis untuk menafsirkan gagasan-gagasan filosofis tentang manusia dalam pendidikan Islam secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat Pendidikan Agama Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki potensi jasmani, akal, dan ruhani secara seimbang. Manusia memiliki kedudukan ganda, yaitu sebagai hamba Allah (‘abdullāh) dan sebagai wakil Allah di bumi (khalīfatullāh fi al-arḍ), yang mengandung tanggung jawab teologis, moral, dan sosial. Pendidikan Islam berfungsi sebagai sarana utama untuk mengaktualisasikan potensi tersebut melalui integrasi iman, ilmu, dan amal, dengan tujuan akhir membentuk insān kāmil. Selain itu, pendidik dipandang memiliki peran strategis sebagai Wāriṡat al-Anbiyā’ dan teladan akhlak dalam membimbing peserta didik secara holistik. Kajian ini menegaskan bahwa pemahaman hakikat manusia dalam filsafat Pendidikan Agama Islam menjadi landasan konseptual yang penting bagi pengembangan pendidikan Islam yang humanis, integratif, dan transformatif di era kontemporer.
Unduhan
Referensi
Abdul Rahman. (2022). Tugas Manusia Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 242–249. https://doi.org/10.56799/peshum.v1i3.408
Aryandika Firmansyah, M. Yazid Fathoni, Wismanto Wismanto, Dio Herfanda Bangun, & Muhammad Hanif Nasution. (2024). Pandangan Islam Dalam Memaknai Hakikat Manusia. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 2(1), 88–103. https://doi.org/10.61132/jmpai.v2i1.63
Ghofururrohim, A., Karim, A., Romly, A. W., & ... (2024). Kedudukan Manusia Dalam Filsafat Pendidikan Islam. Assyfa Journal of …, 7(1), 251–265. https://doi.org/10.56338/jks.v7i1.4845
Maharani, C. A. (2025). Pandangan Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Manusia. Journal Of Pojok Guru, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.55148/pojokguru.v3i1.1092
Manusia, H., Filosofis, P., Fauziah, W. E., Mutiasari, T., Indriani, D., Azis, A., Jl, A., Ronggo, H. S., Timur, T., Barat, J., & Islam, I. K. (2025). dan Keislaman Universitas Singaperbangsa Karawang , Indonesia sudah membahas hakikat manusia dalam konteks Pendidikan , dalam proses Pendidikan yang meliputi pembelajaran dan pengembangan diri . Pemahaman perancangan strategi belajar yang efektif ( Nuril .
Musthan, Z., & Zur, S. (2025). Filsafat pada Pendidikan Agama Islam (1st ed.). Deepublish.
Rohman, N. A. F. (2025). Hakikat Manusia Menurut Persepektif Pada Agama Islam. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(6).
Tanjung, M. (2020). Konsep Manusia Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. An Nadwah, 25(1), 46. https://doi.org/10.37064/nadwah.v25i1.7480
Tyaningsih, S. (2024). Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik Dalam Filsafat Pendidikan Islam. 2, 126–145.
Wijayanti, I. R., & Fauziah, S. S. (2025). Harmonisasi Pendidikan Ruh , Akal , dan Badan dalam Filsafat Pendidikan Islam : Mencapai Kesempurnaan Peserta Didik. 9(2). https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2024.vol9(2).15598
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jusran Jusran, Zulkifli Musthan, La Hadisi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










