Hubungan antara Pola Makan Sayur terhadap Peningkatan Kesehatan Otak dan Suasana Hati (Mood)

Penulis

  • Agustin Dwi Putri Anarosita Universitas Muria Kudus
  • Siti Badriyah Universitas Muria Kudus
  • Laurisya Sakilla Sakrani Universitas Muria Kudus
  • Maghali Rachel Verninda Universitas Muria Kudus
  • Ruth Natalia Susanti Universitas Muria Kudus

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i2.1313

Kata Kunci:

kesehatan otak, sayur, suasana hati

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah mengonsumsi sayuran mampu memberikan efek positif terhadap suasana hati (mood) mapun kesehatan otak, menggunakan rancangan one group pretest-posttest dan merupakan metode kuantitatif. Partisipan merupakan 4 mahasiswa aktif yang jarang mengonsumsi sayur, dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: jarang mengonsumsi sayur, bersedia mengikuti intervensi makan sayur selama 7 hari, dan mampu mengisi skala secara mandiri.  Instrumen penelitian menggunakan skala Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), yang memuat sebanyak 20 pertanyaan atau item. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan skor emosi positif dan negatif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor positive affect dari rata-rata 38,75 menjadi 40,75 (+2 poin), dan penurunan negative affect dari 29,5 menjadi 27,25 (–2,25 poin). Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur secara rutin dapat berkontribusi positif terhadap suasana hati dan keseimbangan emosi mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah terhadap pendekatan psikologi nutrisi dan mendorong pentingnya pola makan sehat sebagai upaya sederhana namun efektif dalam mendukung kesehatan mental. Rekomendasi ditujukan kepada mahasiswa untuk memperhatikan pola konsumsi sayur dalam kehidupan sehari-hari

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ananda Putri, D., Ainur Ridho, A., Rahmawati, O., Septiana, R., & Dyah Dewi, L. A. (2024). Pengaruh pola makan terhadap kesehatan mental peran nutrisi pada mahasiswa. Jurnal Mahasiswa Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 2(3), 39–55.

Anggraini, F. T. (2023). Peran hormon serotonin dalam fungsi memori: Sebuah studi literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 1541–1548.

Bachrens, I. T. (2018). Panduan mendidik anak : Makan sehat hidup sehat. Kawan Pustaka.

Brookie, K. L., Mainvil, L. A., Carr, A. C., Vissers, M. C. M., & Conner, T. S. (2017). The development and effectiveness of an ecological momentary intervention to increase daily fruit and vegetable consumption in low-consuming young adults. Appetite, 108, 32–41.

Christa, T. A. (2024). Mood boosting food: Makanan yang meningkatkan suasana hati. https://unair.ac.id/post_fetcher/fakultas-kesehatan-masyarakat-mood-boosting-food-makanan-yang-meningkatkan-suasana-hati/

Dhaneswara, D. P. (2017). Faktor yang mempengaruhi niat makan sayur dan buah pada mahasiswa asrama Universitas Airlangga. Jurnal PROMKES, 4(1), 34. https://doi.org/10.20473/jpk.v4.i1.2016.34-47

Fajarfika, R., & Dewinggih, T. (2023). Pemberdayaan ibu rumah tangga di panorama melalui edukasi budidaya sayuran dengan hidroponik dan media tanam. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 529–532. https://doi.org/10.31862/9785426311961

Faradila, N. (2023). Mulai sekarang biasakan makan sayuran dan rasakan manfaatnya untuk kesehatan mental. https://health.grid.id/read/353848380/mulai-sekarang-biasakan-makan-sayuran-dan-rasakan-manfaatnya-untuk-kesehatan-mental?page=all

Farzi, A., Hassan, A. M., Zenz, G., & Holzer, P. (2019). Diabesity and mood disorders: Multiple links through the microbiota-gut-brain axis. Molecular Aspects of Medicine, 66, 80–93. https://doi.org/10.1016/j.mam.2018.11.003

Fiqih, A., & Ratnawati, V. (2023). Mengurai stres akademik mahasiswa tingkat akhir: Faktor pemicu, dampak dan strategi pengelolaan di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Semdikjar 6, 755–765.

Fraenkel, J. R., & Wallen, N. E. (2009). How to design and evaluate research in education. McGraw-Hills.

Ganesha, I., G., H., Wiryawan, I., G., N., S., Sugiritama, Wayan, I., & Tjandra, D. C. (2023). Peran gut-microbiota-brain axis dalam patogenesis kerusakan sel epitel usus pada inflammatory bowel disease. Prosiding KONGRES XV & HUT KE – 52 PAAI 2023 - 4th LUMMENS, 4(1), 131–138.

Indonesia, K. K. R. (2018). Hasil utama riset kesehatan dasar tahun 2018 (pp. 1–100).

Jacka, F. N., O’Neil, A., Opie, R., Itsiopoulos, C., Cotton, S., Mohebbi, M., Castle, D., Dash, S., Mihalopoulos, C., Chatterton, M. Lou, Brazionis, L., Dean, O. M., Hodge, A. M., & Berk, M. (2017). A randomised controlled trial of dietary improvement for adults with major depression (the “SMILES” trial). BMC Medicine, 15(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12916-017-0791-y

Kemenkes. (2017). Hari gizi nasional 2017: Ayo makan sayur dan buah setiap hari. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20170125/0419454/hari-gizi-nasional-2017-ayo-makan-sayur-dan-buah-setiap-hari/

Layuk, N. O., Zamralita, & Lie, D. (2023). Pengaruh modal psikologis terhadap kesejahteraan subjektif karyawan sales start-up di PT. X. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 7(3), 562–570. https://doi.org/10.24167/psidim.v21i2.4649

Marisa. (2016). Peran serat pada modulasi mikrobiota usus pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 16, 122–126. https://jurnal.usk.ac.id/JKS/article/view/5342/0

Musthofa, M. H., & Arfensia, D. S. (2024). Dampak psikologis kurangnya peran ayah ( fatherless ) pada perempuan dewasa awal: studi fenomenologis. 16(2), 161–171.

Nasional, B. P. (2024). Gugah kesadaran masyarakat pentingnya sayur dan buah demi capai pola makan bergizi seimbang. https://badanpangan.go.id/blog/post/gugah-kesadaran-masyarakat-pentingnya-sayur-dan-buah-demi-capai-pola-makan-bergizi-seimbang.

Nersessian, A. (2025). Rahasia usus yang lebih sehat – Apa saja makanan terbaik dan terburuk untuk dikonsumsi? In BBC World Service. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c3v502llzlqo

Ochoa-de la Paz, L. D., Gulias-Cañizo, R., D´Abril Ruíz-Leyja, E., Sánchez-Castillo, H., & Parodí, J. (2021). The role of GABA neurotransmitter in the human central nervous system, physiology, and pathophysiology. Revista Mexicana de Neurociencia, 22(2). https://doi.org/10.24875/rmn.20000050

Orlando, G. of G. (2025). How Digestive Health Affects Your Energy Levels. In Gastroenterology of Greater Orlando.

Pananto, R. C., Paju, M. D. A. H., & Damayanti, S. (2025). Pengaruh beban kuliah terhadap tingkat stres akademik mahasiswa angkatan 2023 di kota Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komputer Revolusioner, 09(01), 71–78.

Prihatiningsih, E., & Wijayanti, Y. (2019). Gangguan mental emosional siswa sekolah dasar. HIGEAI Journal of Public Health Research and Development, 3(2), 252–262. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia

Rochmah, A. N., Choiriyah, N. A., Febriana, Y., & Abdi, R. (2025). Sifat prebiotik teh oolong. Food and Agricultural Product, 5(1), 75–82.

Siregar, M. H. (2023). Scoping review: Pengaruh garden-based intervention terhadap konsumsi sayur siswa sekolah dasar. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 4(1), 28. https://doi.org/10.24853/mjnf.4.1.28-36

Yılmaz, C., & Gökmen, V. (2020). Neuroactive compounds in foods: Occurrence, mechanism and potential health effects. Food Research International, 128. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2019.108744

Diterbitkan

2025-06-28

Cara Mengutip

Anarosita, A. D. P. ., Badriyah, S. ., Sakrani , L. S. ., Verninda, M. R. ., & Susanti, R. N. . (2025). Hubungan antara Pola Makan Sayur terhadap Peningkatan Kesehatan Otak dan Suasana Hati (Mood). Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 4(2), 141–148. https://doi.org/10.57250/ajpp.v4i2.1313

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama