http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/issue/feed Arus Jurnal Pendidikan2026-08-29T12:09:13+00:00Dr. Ahmad Rustam, M.Pdahmad.rustam1988@gmail.comOpen Journal Systems<p>Arus Jurnal Pendidikan atau di singkat dengan (Ajup) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian, kajian literatur, review buku pada bidang pendidikan secara umum, pendidikan yang berkaitan dengan masalah pendidikan baik siswa, guru, sekolah. selain itu, media, metode, model pembelajaran sampai kepada penilaian dan evaluasi pendidikan.<br />Arus Jurnal Pendidikan (Ajup) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan April, Agustus, dan Desember.</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor ........, Tanggal ........., tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode .... Tahun 2024, Arus Jurnal Pendidikan Terakreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1gdUs1Zdref_XgbwPajACZIWhFxf9oO7U/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5.</strong></a> Laman <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14121" target="_blank" rel="noopener">Sinta AJUP di Sini</a></p>http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3202The Implementation of Role-Play Method on Students Speaking Skills In The Food and Beverage Service Major of The Hospitality Department at SMK Negeri 1 Singaraja2026-07-31T04:03:13+00:00Firstia Pratidina Intanfiprainssi@gmail.comDewa Putu Ramendraputu.ramendra@undiksha.ac.idNi Putu Astiti Pratiwiastitipratiwi@undiksha.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji penerapan aktivitas <em>role-play</em> dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa pada program keahlian <em>Food and Beverage Service</em> di SMK Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara siswa yang diajar menggunakan <em>role-play</em> metode konvensional, serta untuk mengetahui <em>effect size</em> dari metodde <em>role-play</em> terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan <em>post-test only control group design</em> yang melibatkan 66 siswa kelas XI Perhotelan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data diperoleh melalui tes keterampilan berbicara. Data keterampilan berbicara dianalisis menggunakan SPSS 25, kemudian dilanjutkan dengan analysis <em>effect size</em> menggunakan <em>Cohen’s d</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam keterampilan berbicara antar kedua kelompok, dengan nilai rata-rata kelompok eksperimen (87,80) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (77,19). Hasil analisis effect size menghasilkan nilai sebesar 1,64 yang termasuk dalam kategori large effect. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam keterampilan berbicara antara kedua kelompok, sedangkan hasil analisis <em>effect size</em> menunjukkan bahwa metode <em>role-play</em> memberikan pengaruh yang besar terhadap keterampilan berbicara siswa.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Firstia Pratidina Intan, Dewa Putu Ramendra, Ni Putu Astiti Pratiwihttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3255Pemetaan Tren Riset Implementasi Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar: Analisis Bibliometrik 2015–20252026-08-16T07:54:31+00:00Misbahudinmisbahudin@phbk.ac.idTresnawatitresnawati@phbk.ac.idWidy Rossani Rahayuwidyrossani28@gmail.com<p>Implementasi Pendidikan Pancasila di sekolah dasar berkembang seiring perubahan kurikulum, penguatan pendidikan karakter, pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan kebutuhan untuk menghubungkan nilai Pancasila dengan konteks kehidupan peserta didik. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan dan struktur tematik riset tentang implementasi Pendidikan Pancasila di sekolah dasar selama 2015–2025. Penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan data yang ditelusuri melalui Dimensions menggunakan kombinasi kata kunci “Pancasila education” AND “elementary school”, kemudian dibatasi pada bidang Education, Sustainable Development Goal 4 (Quality Education), tipe publikasi Article, dan tahun 2015–2025. Hasil penelusuran menghasilkan 261 rekaman, dengan publikasi yang teridentifikasi mulai 2020; sebanyak 253 artikel digunakan dalam pemetaan teks setelah tahap persiapan korpus. Analisis dilakukan dengan VOSviewer menggunakan data Title and Abstract, full counting, minimum occurrence 7, pemilihan 100 terms paling relevan, serta thesaurus untuk mengurangi istilah metodologis dan variasi istilah yang tidak substantif. Hasil menunjukkan pertumbuhan yang sangat tajam pada 2024–2025; dua tahun tersebut menyumbang 87,7% dari seluruh rekaman. Peta co-occurrence memperlihatkan enam kelompok tematik yang saling terhubung, terutama (1) Pancasila, identitas nasional, keberagaman, dan toleransi; (2) karakter dan internalisasi nilai; (3) kurikulum dan pendidikan karakter; (4) media pembelajaran digital dan video; (5) model/strategi pembelajaran dan inovasi pembelajaran; serta (6) implementasi tingkat kelas yang melibatkan guru, LKPD, dan kemandirian peserta didik. Peta overlay menunjukkan kecenderungan mutakhir menuju pemanfaatan video, Canva, teknologi digital, dan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual. Temuan mengindikasikan adanya pergeseran dari orientasi konseptual tentang karakter dan Pancasila menuju implementasi yang lebih berbasis media, teknologi, konteks lokal, dan pengalaman belajar. Celah riset utama terletak pada perlunya integrasi antara nilai Pancasila, kearifan lokal, teknologi digital, dan bukti perubahan karakter dalam desain pembelajaran sekolah dasar.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Misbahudin, Tresnawati, Widy Rossani Rahayuhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3065Dialektika Kekuasaan, Ilmu, dan Peradaban: Peran Khalifah dalam Formulasi Sistem Pendidikan Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah2026-07-31T03:56:49+00:00MufidatunnisahMufidatunnisahatta@gmail.comBusahdiar busahdiar@umj.ac.idRabiatul Adawiyah rabiatul.adawiyah@umj.ac.id<p>Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan dialektis antara kekuasaan politik, perkembangan ilmu pengetahuan, dan formulasi sistem pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah. Dengan menggunakan metode studi pustaka berbasis pendekatan historis-kualitatif, penelitian ini menelaah peran strategis khalifah Abbasiyah, terutama Harun al-Rasyid dan Al-Ma’mun, dalam membangun tradisi intelektual Islam melalui kebijakan pendidikan, pendirian Baitul Hikmah, dukungan terhadap gerakan penerjemahan, pengembangan madrasah, serta institusi pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan Abbasiyah merupakan hasil sinergi antara visi politik, dukungan institusional, keterbukaan terhadap ilmu asing, dan integrasi ilmu agama dengan ilmu rasional. Sistem pendidikan Abbasiyah berhasil membangun peradaban ilmiah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan Islam global dan kebangkitan intelektual dunia Barat.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mufidatunnisah, Busahdiar , Rabiatul Adawiyah http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3208Analisis Edukatif Program Tahfidz Al-Qur’an Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Disiplin Smpit-Smait Wahdah Islamiyah Cabang Palopo2026-08-16T08:14:29+00:00Muhammad Munawwirul Haq MuslimMunawirhaq19@gmail.comTaufiq Fauzan Ginanjartaufiqfginanjar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Edukatif Program Tahfidz Al-Qur’an Sebagai sarana Pembentukan karakter dispilin di Pondok Wahdah Islamiyah Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan hafalan Al-Qur'an tidak hanya menjadi program akademik, tetapi juga membentuk rutinitas harian santri seperti murojaah, tahfidz pagi, dan setoran hafalan. Analisis terhadap kegiatan menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam pembentukan karakter disiplin siswa, meliputi kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap tata tertib sekolah, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan target hafalan. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini antara lain (1) Lingkungan sekolah yang kondusif (2) Peran Aktif Para Ustadz/Ustadzah sebagai pembimbing (3) serta budaya religius yang diterapkan secara konsisten (4) Evaluasi pembelajaran tahfidz al-Qur’an dilaksanakan dengan melakukan rapat atau musyawarah dan melihat hasil belajar serta kemampuan siswa dengan menyesuaikan indikator yang telah ditentukan pihak sekolah. Secara keseluruhan, implementasi hafalan Al-Qur'an terbukti efektif dalam membangun kedisiplinan dan karakter religius santri.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Munawwirul Haq Muslim, Taufiq Fauzan Ginanjarhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3136Konseptualisasi Media Pembelajaran Infografis Berbasis Canva untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMK pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam2026-07-21T13:26:23+00:00Murti Affiriani Hasibuanutimurti854@gmail.comNurmawatinurmawati@iainlangsa.ac.id<p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga saat ini masih banyak menggunakan pendekatan ceramah dan sumber belajar yang berbasis teks, sehingga siswa yang cenderung memiliki minat pada hal-hal visual dan praktis mengalami kesulitan dalam memahami gagasan-gagasan keislaman yang bersifat abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menilai kebutuhan terhadap media pembelajaran infografis berbasis Canva guna meningkatkan pemahaman siswa SMK mengenai pelajaran PAI, dan (2) merancang konsep media pembelajaran tersebut secara teoritis hingga tahap desain, tanpa melalui proses pengembangan produk dan pengujian lapangan seperti yang biasa dilakukan dalam penelitian Research and Development. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research) yang menganalisis artikel jurnal, buku, dan dokumen kurikulum PAI di SMK sebagai sumber informasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis konten melalui reduksi, penyajian, dan pengambilan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa SMK sangat memerlukan media visual yang singkat, relevan dengan industri, serta dapat menyederhanakan prinsip dan nilai keislaman ke dalam format grafis yang mudah dipahami dalam waktu singkat. Berdasarkan kebutuhan ini, penelitian ini merumuskan model konseptual desain infografis PAI berbasis Canva yang dinamakan Model DIPAK (Desain Infografis PAI berbasis Canva), yang terdiri dari lima tahap: analisis kompetensi dan materi, pemetaan alur naratif dalil-konsep-aplikasi, penyusunan storyboard, visualisasi berdasarkan prinsip pembelajaran multimedia, dan peninjauan konseptual kesesuaian materi-desain. Model ini berlandaskan teori kognitif pembelajaran multimedia dan prinsip-prinsip desain visual infografis. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis yang meliputi perluasan penggunaan teori pembelajaran multimedia dalam konteks pendidikan agama di tingkat kejuruan, serta implikasi praktis yang berupa panduan bagi guru PAI dalam merancang media infografis menggunakan Canva sebelum melanjutkan ke tahap pengembangan dan validasi lebih lanjut.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Murti Affiriani Hasibuan, Nurmawatihttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2760Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fungsi Rasional melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Penalaran Matematis Murid SMA2026-07-31T04:15:36+00:00Netty Gaspersznettygaspersz07@gmail.comTheresia Laurenstheresialaurens@gmail.comCarolina S AyalCarolina.s.ayal@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fungsi rasional melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam guna meningkatkan penalaran matematis murid SMA. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPM), Bahan Ajar (BA), dan Lembar Kerja Murid (LKM). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ambon dengan melibatkan 30 murid kelas eksperimen dan 30 murid kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata skor penilaian umum validator sebesar 3,5; (2) perangkat pembelajaran dinyatakan praktis berdasarkan respon positif guru dan murid sebesar 87,5%; (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif dengan ketuntasan klasikal 96,66%; dan (4) terdapat peningkatan penalaran matematis murid pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,686 (kategori sedang) yang berbeda signifikan dengan kelas kontrol (N-Gain = 0,298, kategori rendah) berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test (t = 42,433, p < 0,001). Dengan demikian, pendekatan Pembelajaran Mendalam terbukti efektif dalam meningkatkan penalaran matematis murid pada materi fungsi rasional.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Netty Gaspersz, Theresia Laurens, Carolina S Ayalhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3216Strategi Penataan Sistem Kompensasi PPPK Paruh Waktu Berbasis Kompetensi di Kabupaten Bantaeng2026-08-01T12:11:38+00:00Suryadisuryadigauada@gmail.com<p>Penataan sistem kompensasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu merupakan salah satu isu strategis dalam reformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya pada pemerintah daerah. Di Kabupaten Bantaeng, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain belum optimalnya keterkaitan antara kompensasi dengan kompetensi, tingkat pendidikan, dan masa kerja, masih terdapat disparitas kompensasi pada pekerjaan yang relatif sejenis, serta belum tersedianya pedoman daerah yang mengatur sistem kompensasi secara komprehensif. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara prinsip sistem merit dan praktik pengelolaan kompensasi yang berpotensi memengaruhi motivasi kerja, profesionalisme aparatur, dan kualitas pelayanan publik. <em>Policy paper</em> ini bertujuan merumuskan strategi kebijakan penataan sistem kompensasi PPPK Paruh Waktu berbasis kompetensi di Kabupaten Bantaeng. Kajian menggunakan pendekatan <em>policy analysis</em> dengan metode kualitatif deskriptif berbasis <em>evidence-based policy making.</em> Analisis dilakukan melalui empat tahapan, yaitu <em>Urgency–Seriousness–Growth (USG) </em>untuk menentukan prioritas masalah, <em>Problem Tree Analysis</em> untuk mengidentifikasi akar penyebab, analisis alternatif kebijakan menggunakan kriteria efektivitas, efisiensi, kelayakan administratif, kelayakan fiskal, dan keadilan, serta penyusunan strategi implementasi menggunakan <em>Logic Model.</em> Hasil analisis menunjukkan bahwa akar permasalahan terletak pada belum optimalnya sistem kompensasi berbasis kompetensi yang didukung oleh regulasi daerah, penerapan sistem merit, dan kapasitas fiskal. Berdasarkan evaluasi alternatif kebijakan, Sistem Remunerasi Berbasis Kompetensi merupakan pilihan yang paling layak karena mampu mengintegrasikan kompetensi, pendidikan, masa kerja, evaluasi jabatan, dan Analisis Beban Kerja sebagai dasar penyusunan struktur remunerasi yang lebih objektif, transparan, dan berkeadilan. <em>Policy paper</em> ini merekomendasikan penyusunan regulasi daerah, penerapan sistem remunerasi berbasis kompetensi, integrasi dengan manajemen kinerja, pengembangan skema <em>total reward,</em> serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem merit dan meningkatkan tata kelola ASN di Kabupaten Bantaeng.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Suryadihttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3252Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Problem Based Learning dan Inquiry2026-08-10T22:47:34+00:00Saleh Sutrisnasalehsutrtisna1976@gmail.comPairinpairin@iainkendari.ac.idSupriyantosuprianto@iainkendari.ac.idLaHadisi lahadisi@iainKendari.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan pendekatan <em>Problem-Based Learning</em> (PBL) dan <em>Inquiry Learning</em>. Latar belakang penelitian ini adalah adanya dikotomi antara pembelajaran agama yang bersifat normatif dengan kebutuhan kontekstual peserta didik, sehingga menghambat kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep PBL dan Inquiry serta merumuskan model pembelajaran integratif dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah dan sumber-sumber keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL menekankan pada pemecahan masalah kontekstual, sedangkan Inquiry berfokus pada proses penyelidikan dan penemuan pengetahuan. Integrasi keduanya menghasilkan model pembelajaran yang mampu mengembangkan berpikir kritis, pemahaman reflektif, serta internalisasi nilai-nilai Islam. Model yang dihasilkan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu orientasi masalah, eksplorasi berbasis inquiry, analisis dan sintesis, diskusi kolaboratif, serta refleksi nilai. Model ini sejalan dengan prinsip epistemologi Islam seperti <em>tafakkur</em>, <em>tadabbur</em>, dan <em>ijtihad</em>. Selain itu, model ini juga mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik secara seimbang. Dengan demikian, integrasi PBL dan Inquiry merupakan pendekatan inovatif yang menjadikan pembelajaran PAI lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan tantangan zaman.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Saleh Sutrisna, Pairin, Supriyanto, LaHadisi http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3254Penerapan Strategi Pembelajaran Ekspositori dalam Mengembangkan Kemampuan Berbicara Anak Kelompok B di TK Islam Mu’adz bin Jabal Kendari2026-08-10T23:12:03+00:00Selvinaevaselvina084@gmail.comAhid HidayatAhid.hidayat@uho.ac.idWa Ode Syamzahrah Astarinwdsyamzahrahastarin@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran ekspositori dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak kelompok B di TK Islam Mu’adz bin Jabal Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua orang guru kelompok B TK Islam Mu’adz bin Jabal Kendari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran ekspositori dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu persiapan (<em>preparation</em>), penyajian (<em>presentation</em>), korelasi (<em>association</em>), menyimpulkan (<em>generalization</em>), dan mengaplikasikan (<em>application</em>). Pada tahap persiapan, guru menyiapkan materi, media pembelajaran, tujuan pembelajaran, serta melakukan kegiatan apersepsi melalui bercakap-cakap dan tanya jawab sederhana. Pada tahap penyajian, guru menyampaikan materi secara langsung dengan bahasa yang mudah dipahami anak, menggunakan media pembelajaran, mengaitkan materi dengan pengalaman anak, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk berbicara melalui kegiatan tanya jawab dan bercerita. Tahap korelasi dilakukan dengan menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak. Tahap menyimpulkan, guru mengajak anak memahami kembali materi melalui kegiatan tanya jawab dan menceritakan kembali pembelajaran yang telah dilakukan. Tahap aplikasi, anak diberikan kesempatan untuk menerapkan pemahamannya melalui kegiatan bertanya, menjawab pertanyaan, bercakap-cakap, dan menceritakan pengalaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran ekspositori di TK Islam Mu’adz bin Jabal Kendari telah sesuai dengan tahapan strategi pembelajaran ekspositori dan mampu mendukung perkembangan kemampuan berbicara anak.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Selvina, Ahid Hidayat, Wa Ode Syamzahrah Astarinhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3265Sosialisasi Stop Bullying dalam Meningkatkan Pemahaman dan Kesadaran Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kaloran Kidul2026-08-18T01:53:46+00:00Miftahilmiftahilserang2@gmail.comGinandia AriestaGinandiaariesta26@gmail.comNilam Cahya Listyaninilamcahyalistyani@gmail.comInes Rahma Yantiinesrahmayantii@gmail.comElisa Gabriela Spanick Ansa19elisa@gmail.com<p>Perundungan atau <em>bullying</em> merupakan permasalahan yang masih terjadi di sekolah dasar dan berdampak pada kondisi emosional, sosial, serta proses belajar siswa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bentuk, dampak, pencegahan, dan cara menghadapi <em>bullying</em>. Kegiatan dilaksanakan oleh KKM Kelompok 61 Universitas Primagraha di Sekolah Dasar Negeri Kaloran Kidul, Kota Serang, dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui ceramah interaktif, diskusi, <em>ice breaking</em>, media <em>PowerPoint</em>, dan refleksi menggunakan <em>sticky note</em>. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi membantu siswa mengenali berbagai bentuk <em>bullying</em>, memahami dampaknya, serta mendorong sikap saling menghargai, membantu teman, tidak mengejek, dan berani melaporkan tindakan <em>bullying</em>. Program ini memberikan kontribusi dalam mendukung tema KKM “Mewujudkan Kota Serang Berbudi dan GEMILANG” melalui penanaman nilai empati, kepedulian, keberanian, dan tanggung jawab sosial. Sosialisasi <em>Stop Bullying</em> menjadi langkah awal yang dapat dikembangkan melalui edukasi berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Miftahil, Ginandia Ariesta, Nilam Cahya Listyani, Ines Rahma Yanti, Elisa Gabriela Spanick Anhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/809-816Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di SMA Al-Mubarok Kota Serang Banten2026-08-19T01:22:43+00:00Aulia Rahmawatiauliarahmawati015@gmail.comGatot Hartokogatot.hartoko27@gmail.comIka Pratiwiikapratiwix0s@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Al-Mubarok Kota Serang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi linear. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada guru SMA Al-Mubarok sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien determinasi sebesar 91,9%. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan koefisien determinasi sebesar 86,7%. Secara simultan, gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan koefisien determinasi sebesar 92,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif gaya kepemimpinan kepala sekolah dan semakin tinggi motivasi kerja guru, maka semakin baik pula kinerja guru. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas kepemimpinan dan motivasi kerja guna mendukung peningkatan mutu pendidikan.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aulia Rahmawati, Gatot Hartoko, Ika Pratiwihttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3280Potensi Kelompok Tani Hutan sebagai Kader Bela Negara melalui Pendidikan Kewarganegaraan Ekologis2026-08-19T05:29:27+00:00Khulfi Khalwanilangitborneo@gmail.comAsep Suryanaasepkpgmp@gmail.com<p>Kelompok Tani Hutan (KTH) merupakan kelembagaan masyarakat yang memiliki peran dalam pembelajaran, pengelolaan sumber daya hutan, kerja sama, dan tindakan kolektif. Karakter tersebut membuka peluang untuk mengembangkan bela negara melalui pendekatan yang lebih adaptif dan kontekstual. Artikel ini bertujuan menganalisis potensi KTH sebagai basis kader bela negara melalui pendidikan kewarganegaraan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan <em>Integrative Literature Review</em> (ILR) yang didukung analisis deskriptif data sekunder dari Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Kehutanan (SIMLUH) Kementerian Kehutanan. Analisis mengintegrasikan perspektif <em>collective action</em> dan <em>self-governance</em>, <em>environmental citizenship</em>, pengelolaan hutan berbasis komunitas, serta Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa KTH memiliki karakter sebagai <em>learning community</em> yang memungkinkan pengalaman mengelola hutan menjadi proses pembelajaran, partisipasi, dan tindakan kolektif. Data SIMLUH yang mencatat 27.781 KTH menunjukkan luasnya basis kelembagaan yang berpotensi menjadi ruang pengembangan pendidikan berbasis komunitas. Sintesis literatur menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan ekologis dapat menjadi jembatan antara pengalaman pengelolaan hutan dan internalisasi nilai bela negara melalui pengetahuan, kepedulian, partisipasi, dan tindakan ekologis. Kajian ini menghasilkan model konseptual pengembangan KTH sebagai basis kader bela negara yang adaptif, kontekstual, dan partisipatif, dengan mengintegrasikan nilai bela negara ke dalam penyuluhan, pendampingan, konservasi, pengelolaan hutan, dan aktivitas kolektif masyarakat. Model ini masih bersifat konseptual sehingga perlu diuji melalui penelitian empiris.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Khulfi M. Khalwani, Asep Suryananhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3310Enhancing the Pattern-to-Variation Method Students' Arabic Sentence Writing Skills in an Intensive Course: Classroom Action Research2026-08-26T09:39:48+00:00Halimatus Sa`diyahdzahhatsa@pba.uin-malang.ac.idIntan Nur Fauziyah Saputriintannurfauziah2@gmail.comMubasyirohmubasyiroh@uin-malang.ac.idJumriyahjumriyah_yusuf@uin-malang.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji bagaimana metode <em>Pattern to Variation</em> dapat membantu mahasiswa dalam program intensif meningkatkan kemampuan menulis kalimat bahasa Arab. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya berfokus pada penguasaan satu pola saja, penelitian ini menitikberatkan pada pengembangan variasi kalimat melalui proses transformasi yang sistematis. Sebanyak 36 mahasiswa yang terdaftar dalam program intensif menjadi subjek penelitian ini. Data dikumpulkan melalui tes menulis, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten pada seluruh indikator yang diteliti. Nilai rata-rata meningkat dari 62,3 pada tahap pra-siklus menjadi 72,8 pada Siklus I dan 83,5 pada Siklus II. Selain itu, tingkat ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 30,6% menjadi 83,3%.Temuan ini menunjukkan bahwa metode <em>Pattern to Variation</em> efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis kalimat bahasa Arab. Pendekatan ini juga mampu menjembatani kesenjangan antara penguasaan tata bahasa dan kemampuan penggunaan bahasa secara nyata. Hasil penelitian ini mendukung penerapan metode pembelajaran berbasis produksi dalam pengajaran keterampilan menulis bahasa Arab.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Halimatus Sa`diyah, Intan Nur Fauziyah Saputri, Mubasyiroh, Jumriyahhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3342Internalisasi Nilai Nasionalisme dalam Pembelajaran Sejarah dan Implikasinya terhadap Mentalitas Siswa di SMA Negeri 2 Gorontalo2026-08-29T11:42:34+00:00Nurvadilla Moogangganurvadilamoogangga1@gmail.comRenol Hasanrenolhasan@ung.ac.idIsmaul Fitrohismaulfitroh@ung.ac.id<p>Pendidikan memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan sikap kebangsaan siswa. Pembelajaran sejarah tidak sekadar memberikan informasi masa lampau, melainkan menjadi sarana menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan membentuk mentalitas melalui internalisasi nilai nasionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah serta faktor-faktor yang mempengaruhi internalisasi nilai tersebut untuk membentuk mentalitas siswa di SMA Negeri 2 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan di SMA Negeri 2 Gorontalo melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan implementasi nilai nasionalisme dilakukan dengan mengintegrasikan nilai kebangsaan ke materi pembelajaran, pembiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pelaksanaan upacara bendera, diskusi, pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta pengenalan sejarah lokal. Implementasi ini berkontribusi membentuk mentalitas siswa yang ditunjukkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, percaya diri, menghargai perbedaan, dan menghormati simbol negara. Proses internalisasi didukung oleh penerapan pembelajaran interaktif, pembiasaan disiplin, dan program sekolah yang berkelanjutan. Sebaliknya, faktor penghambatnya meliputi tingkat motivasi belajar, literasi sejarah, penggunaan handphone, perbedaan karakter siswa, serta pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan. Kesimpulannya, pembentukan mentalitas siswa melalui nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah menuntut sinergi antara guru, sekolah, peserta didik, keluarga, dan lingkungan agar berjalan optimal.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nurvadilla Moogangga, Renol Hasan, Ismaul Fitrohhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3343Implementasi Model Problem Based Learning dan Respon Siswa pada Pembelajaran Sejarah MAN 1 Kabupaten Gorontalo2026-08-29T12:03:31+00:00Siti Magfirah Layasitimagfirahlaya@gmail.comTonny Iskandar Mondongtonnymondong@ung.ac.idIis Husnul Hotimahhusnuliis12@ung.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran sejarah di kelas X MAN 1 Kabupaten Gorontalo beserta respon siswa terhadap penerapannya. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pembelajaran di kelas, wawancara mendalam bersama guru sejarah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik, serta dokumentasi dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian memaparkan bahwa penerapan PBL dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, pembentukan kelompok, diskusi, penyelidikan, presentasi hasil, hingga evaluasi. Proses tersebut menjadikan pembelajaran sejarah lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Respon siswa terhadap penerapan model ini secara umum positif. Walaupun pada awalnya sebagian siswa masih pasif dan kesulitan memahami masalah, seiring waktu mereka menjadi lebih aktif berdiskusi, berani berpendapat, dan mampu menganalisis permasalahan sejarah dengan lebih baik. Pelaksanaan PBL didukung oleh dukungan sekolah, kreativitas guru, dan antusiasme siswa. Adapun faktor penghambatnya meliputi waktu pembelajaran yang terbatas, perbedaan kemampuan antar siswa, dan rasa kurang percaya diri sebagian siswa saat presentasi.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Siti Magfirah Laya, Tonny Iskandar Mondong, Iis Husnul Hotimahhttp://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/3344Pemanfaatan Canva untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Gorontalo2026-08-29T12:09:13+00:00Windiani Kadirwindianikadir@gmail.comSutrisno Mohamadsutrisno@ung.ac.idRenol Hasanrenolhasan@ung.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media digital berbasis Canva dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SMA Negeri 2 Gorontalo. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru sejarah dan peserta didik SMA Negeri 2 Gorontalo. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan Canva untuk menyajikan materi secara lebih menarik, visual, dan interaktif dalam bentuk presentasi, infografis, poster, video, serta timeline sejarah. Penggunaan media ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar, keaktifan, kreativitas, dan pemahaman peserta didik terhadap materi sejarah yang bersifat abstrak maupun kronologis. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penggunaan Canva dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, akses internet, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, serta antusiasme peserta didik. Sebaliknya, faktor penghambat yang ditemukan adalah jaringan internet yang kurang stabil, keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh sebagian peserta didik, serta waktu ekstra yang dibutuhkan guru untuk menyiapkan media pembelajaran. Secara keseluruhan, media digital berbasis Canva memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih efektif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Windiani Kadir, Sutrisno Mohamad, Renol Hasan