Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai Mandala Ria Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v2i1.298Kata Kunci:
Abrasi, Akresi, DSAS, Perubahan Garis PantaiAbstrak
Perubahan garis pantai dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem di pesisir pantai, perubahan tersebut dapat berupa sedimentasi, akresi atau abrasi. Tujian penelitian ini untuk mengetahui jenis dan besarnya perubahan garis pantai serta mengidentifikasi parameter yang mempengaruhinya. Penelitian di laksanakan di sepanjang garis pantai Mandala Ria Kabupaten Bulukumba. Selama dua bulan yaitu pada bulan juni – Agustus 2023 dengan tujuan untuk mengetahui dan memetakan perubahan garis pantai di wilayah pesisir pantai Mandala Ria. Model yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model DSAS (Digital Shoreline Analisis Syisten). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum perubahan garis pantai yang terjadi di wilayah pesisir pantai Mandala Ria pada tahun 2017 – 2023 (5 tahun ) berupa akresi dan abrasi. Perubahan garis pantai yang terjadi diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik pantai (faktor alam)yang bersifat semi terbuka terhadap dinamika perairan yang mendapatkan mengaruh dari gelombang secara langsung. Disamping karakteristik pantai, perubahan garis pantai di pantai Mandala Ria juga diduga di sebabkan oleh aktifitas manusia yang melakukan penimbunan pantai untuk keperluan pemukiman, dan pariwisata.
Referensi
Alimuddin. (2015). Alternatif Bangunan Penanggulangan Abrasi di Pantai Muara Gembong, Bekasi. Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Basir, F. H., & Rose, A. G. P. (2021). Analisis Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One- Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Digital Library Universitas Muhammadiyah Makassar
Bird, and Ongkosongo. (1980) Enfironmental Changes On the cosats of indonesia. The inited nations University, United Natiuons University Pres, Tokyo.
CERC. (1984). Shore Protection Manual Volume I, US Army Coastal Engineering Research Center, Washington.
Hermanto, B., & Suwartana, A. (1986). Perubahan garis pantai pulau ambon dari tahin 1892-1982.
Istiqomah, f., Sasmito, B., & Amarrohman, F. J. (2016). Pemantauan perubahan garis pantai menggunakan aplikasi digitak sgoreline analisys sistem (DSAS) Studi kasus : pasisir kabupaten demak. Jek. Geod. Undip 5, 78-89.
Oseanologi di indonesia No. 21:21-36.
Pratikto. (2000). Lingkaran-lingkaran Komunikasi. Bandung : Alumni
Sardinal, & Jasman, R. I. (2022). Studi Perubahan Garis Pantai Menggunakan Aplikasi Matlab Dan Arcgis Pada Pantai Tamasaju Kec. Galesong Utara. Digital Library Universitas MuhammadiyahMakassar, 1-157.
Sulaiman & Soehardi. (2008). Pendahuluan geomorvologi pantai kuantitatif BPPT, Jakarta.
Triatmodjo, B. (1999). Teknik Pantai, Beta Offset, Yogyakarta
Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset, Yogyakarta
UNCLOS. (1982). United Nations Convention on the Law of the Sea 1982.





