Makna Pernikahan dalam Perspektif Kepribadian Laki-Laki Dewasa yang Belum Menikah
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.3285Keywords:
Kepribadian, Laki-Laki Dewasa, Makna Pernikahan, Penelitian Kualitatif, PernikahanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernikahan dalam perspektif kepribadian laki-laki dewasa yang belum menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif partisipan terkait pandangan mereka terhadap pernikahan. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang laki-laki dewasa yang belum menikah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memaknai pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab besar yang membutuhkan kesiapan emosional, mental, finansial, dan sosial. Kesiapan diri dipandang sebagai faktor utama sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Pengalaman keluarga, baik yang bersifat positif maupun negatif, turut memengaruhi pandangan partisipan terhadap hubungan pernikahan. Selain itu, partisipan juga mengalami tekanan sosial terkait status belum menikah, meskipun mereka memandang bahwa keputusan menikah merupakan pilihan hidup yang bersifat personal. Penelitian ini juga menemukan bahwa kecocokan, stabilitas emosional, karakteristik kepribadian, dan kekhawatiran terhadap kegagalan pernikahan menjadi faktor penting dalam memaknai hubungan pernikahan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makna pernikahan pada laki-laki dewasa yang belum menikah dipengaruhi oleh interaksi antara pengalaman keluarga, kepribadian, tekanan sosial, dan kesiapan psikologis individu.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizky Mulya Ikhsan, Sri Nurhayati Selian, Lisdayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













