Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis Perspektif Total Institution: Studi di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.2701Kata Kunci:
gelandangan dan pengemis, rehabilitasi sosial, Total Institution, pembinaan sosialAbstrak
Fenomena gelandangan dan pengemis (gepeng) masih menjadi masalah sosial di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Cirebon, yang dipengaruhi oleh faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan terbatasnya keterampilan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses rehabilitasi sosial gelandangan dan pengemis di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Cirebon serta menganalisisnya menggunakan perspektif teori Total Institution. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petugas lembaga dan warga binaan sosial yang terlibat dalam program rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi sosial dilakukan melalui pembinaan mental, disiplin, keagamaan, dan pelatihan keterampilan kerja yang dilaksanakan dengan sistem yang jelas serta jadwal yang teratur. Seluruh aktivitas warga binaan berada dalam pengawasan lembaga sehingga mencerminkan konsep Total Institution. Proses ini memberikan dampak positif berupa perubahan perilaku, peningkatan kedisiplinan, kemampuan sosial, serta kesiapan untuk hidup mandiri, meskipun masih terdapat hambatan seperti kejenuhan dan tekanan psikologis selama proses pembinaan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Meutia Hariyanti, Musahwi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













