Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp <p>Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, sosial dan agama serta pendidikan secara umum.<br />Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025, Tanggal 21 Maret 2025, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode I Tahun 2024, Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Terakreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1gdUs1Zdref_XgbwPajACZIWhFxf9oO7U/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5.</strong></a> Laman <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14336" target="_blank" rel="noopener">Sinta AJPP di Sini</a></p> Arden Jaya Publisher id-ID Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan 2963-8933 Dampak Kekerasan Terhadap Perkembangan Dan Kesejahteraan Psikologis Anak http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2026 <p>Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih menjadi isu yang mengkhawatirkan, dengan tren peningkatan jumlah kejadian dari tahun ke tahun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan berbagai bentuk kekerasan yang dialami anak-anak di Kabupaten Ponorogo serta menganalisis dampaknya terhadap aspek psikologis mereka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik analisis tematik. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kekerasan terhadap anak di Ponorogo merupakan fenomena kompleks yang meliputi kekerasan fisik, emosional, dan seksual. Berbagai bentuk kekerasan tersebut berdampak serius terhadap perkembangan psikologis anak, antara lain munculnya gangguan emosi, perilaku, dan fungsi kognitif. Selain itu, kekerasan juga berimplikasi pada penurunan kesejahteraan psikologis, seperti timbulnya rasa cemas, depresi, gejala stres pascatrauma, hingga kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Oleh karenanya, dibutuhkan upaya untuk mencegah dan intervensi yang komprehensif serta terintegrasi untuk melindungi anak dari dampak negatif kekerasan.</p> Afitria Rizkiana Katni Hak Cipta (c) 2026 Afitria Rizkiana, Katni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 1 7 10.57250/ajpp.v5i1.2026 Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2130 <p>Kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek psikologis yang sering kali belum mendapatkan perhatian memadai dalam penelitian sebelumnya. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kepatuhan sebagian wajib pajak yang tidak hanya disebabkan oleh persoalan administratif, tetapi juga oleh persepsi, pengetahuan, pengalaman layanan, kondisi emosional, dan tingkat <em>trust</em> terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana faktor psikologis membentuk perilaku kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara <em>purposive</em>, serta observasi untuk memperkuat interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mengenai manfaat pajak, pengalaman positif terhadap layanan <em>online</em>, pengetahuan yang memadai, dan pengaruh sosial berkontribusi pada kepatuhan yang stabil, sementara pengalaman layanan yang buruk, stres finansial, dan rendahnya <em>trust</em> dapat menurunkan motivasi dan menyebabkan kepatuhan yang fluktuatif atau reaktif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis perilaku dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak.</p> Sinta Rahmi Dewi Nadia Arum Puspitasari Trubus Raharjo Ahmad Faqihuddin Hak Cipta (c) 2026 Sinta Rahmi Dewi, Nadia Arum Puspitasari, Trubus Raharjo, Ahmad Faqihuddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 8 15 10.57250/ajpp.v5i1.2130 Integrasi Fungsi Manajemen Modern dan Nilai-Nilai Islam dalam Manajemen Pendidikan Islam http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2143 <p>Manajemen pada era modern menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap organisasi, termasuk lembaga pendidikan, agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Namun demikian, kajian yang mengintegrasikan fungsi manajemen modern dengan prinsip-prinsip manajemen Islam masih relatif terbatas dan belum disusun secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar manajemen pendidikan Islam melalui penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, serta mengaitkannya dengan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, di mana data diperoleh dari literatur otoritatif berupa kitab tafsir, hadis, buku manajemen, dan karya ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi kesesuaian nilai-nilai Islam terhadap fungsi-fungsi manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap fungsi manajemen memiliki landasan normatif dalam ajaran Islam yang tercermin melalui nilai ketakwaan, amanah, keadilan, ihsan, dan tanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan Islam merupakan sistem pengelolaan yang integratif, yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga sarat dengan dimensi spiritual dan etis dalam mewujudkan tujuan pendidikan secara menyeluruh.</p> Ria Nanda Safitri Muhammad Fitriyadi Hak Cipta (c) 2026 Ria Nanda Safitri, Muhammad Fitriyadi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 16 25 10.57250/ajpp.v5i1.2143 Hubungan Self-Compassion dan Persepsi Cyber-Ostracism pada Mahasiswa Yang Aktif Menggunakan Media Sosial Instagram dan WhatsApp http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/1913 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>self-compassion</em> dan persepsi <em>cyber-ostracism</em> pada mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial <em>Instagram</em> dan <em>WhatsApp</em>. Penelitian menggunakan desain kuantitatif non eksperimental dengan metode <em>purposive sampling</em>. Penelitian ini melibatkan 248 mahasiswa berusia 18–24 tahun. Pengukuran <em>self-compassion</em> dilakukan menggunakan <em>Self-Compassion Scale</em> versi bahasa Indonesia, dan persepsi <em>cyber-ostracism</em> diukur menggunakan <em>Cyber-Ostracism Scale</em>. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi <em>Spearman</em> karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara <em>self-compassion</em> dan persepsi <em>cyber-ostracism</em> (r<sub>s</sub> = -0.664, p= 0.000 &lt; 0.05), yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat <em>self-compassion</em> lebih tinggi cenderung memiliki persepsi <em>cyber-ostracism</em> lebih rendah. Hasil uji beda mengindikasikan beberapa pola yang konsisten. Mahasiswa yang mulai menggunakan <em>smartphone</em> pada usia ≤ 10 tahun cenderung memiliki persepsi <em>cyber-ostracism</em> yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan media sosial dengan durasi kurang dari 2 jam per hari berkaitan dengan tingkat <em>self-compassion</em> yang lebih tinggi, sementara durasi penggunaan ≥ 5 jam per hari berkaitan dengan persepsi <em>cyber-ostracism</em> yang lebih tinggi. Temuan lainnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang telah memiliki akun media sosial selama lebih dari 3 tahun cenderung memiliki tingkat <em>self-compassion</em> yang lebih rendah, sekaligus menunjukkan persepsi cyber-ostracism yang lebih tinggi. Selanjutnya, hasil uji beda juga memperlihatkan bahwa mahasiswa semester 7 memiliki tingkat <em>self-compassion</em> yang lebih rendah, serta mahasiswa yang tinggal bersama orang tua menunjukkan persepsi <em>cyber-ostracism</em> yang lebih tinggi.</p> Rafly Anugrah M Tasrief Debora Basaria Hak Cipta (c) 2026 Rafly Anugrah M Tasrief, Debora Basaria https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 26 42 10.57250/ajpp.v5i1.1913 Pembelajaran Melalui Pengalaman di Sekolah Alam: Studi Kasus Pengaruh penerapan Experiential Learning berbasis Pendidikan Inklusi Terhadap Sikap dan Keterampilan Siswa Jogja Green School http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2192 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Implementasi Model Pembelajaran <em>Experiental Learning</em> berbasis Pendidikan Inklusi di <em>Jogja Green School</em> 2) Pengaruh Penerapan model pembelajaran Experiental Learning terhadap pembentukan sikap siswa 3) Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Experiental Learning terhadap pembentukan Keterampilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Jogja Green School, Yogyakarta, pada tanggal 28 Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperkuat dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pengalaman belajar langsung, seperti kegiatan berkebun dan merawat hewan, dapat meningkatkan motivasi, pemahaman konseptual, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, model pembelajaran berbasis alam di <em>Jogja Green School</em> terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, yang tercermin dalam perilaku rutin seperti menjaga kebersihan area sekolah dan mengelola sampah organik. Kegiatan-kegiatan tersebut juga memperkuat keterampilan ekologis, kemandirian, dan tanggung jawab sosial, termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus yang dapat berpartisipasi sesuai kapasitasnya. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis pengalaman inklusif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan sikap dan keterampilan lingkungan siswa serta mendukung terciptanya budaya sekolah yang ramah, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.</p> Tazkya Qushoyi Nabila Adinda Natasya AMP Rizca Nur Alinna Aulia Restu Rinasti Andria Widyastuti Karina Mayland Elga Nurul Mustajabah Taufik Muhtarom Hak Cipta (c) 2026 Tazkya Qushoyi Nabila, Adinda Natasya AMP, Rizca Nur Alinna, Aulia Restu Rinasti , Andria Widyastuti, Karina Mayland Elga, Nurul Mustajabah, Taufik Muhtarom https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 43 53. 10.57250/ajpp.v5i1.2192 Pengaruh Fungsi Keluarga terhadap Adiksi Game Online pada Generasi Z http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/1918 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungsi keluarga terhadap adiksi <em>game online</em> pada Generasi Z di Jabodetabek. Meningkatnya fenomena penggunaan <em>game online</em> yang berlebihan di kalangan generasi Z memunculkan kekhawatiran mengenai dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif regresional. Partisipan penelitian berjumlah 357 individu Generasi Z (usia 13-28 tahun) yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat ukur <em>Family Assessment Device</em> (FAD) untuk mengukur keberfungsian keluarga dan <em>Indonesian Online Game Addiction Questionnaire</em> (IOGAQ) untuk mengukur tingkat adiksi <em>game online</em>. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat peranan negatif yang signifikan antara fungsi keluarga terhadap adiksi <em>game online</em> (R2 = 0.560, p &lt; 0.001). Temuan ini mengindikasikan bahwa fungsi keluarga memberikan sumbangan pengaruh sebesar 56% terhadap adiksi <em>game online</em>, di mana semakin efektif fungsi keluarga, semakin rendah tingkat adiksi <em>game online</em> pada individu. Penelitian ini menekankan pentingnya peran fungsi keluarga, terutama dimensi keberfungsian umum dan penyelesaian masalah, sebagai faktor protektif dalam mencegah perilaku adiksi pada Generasi Z.</p> Fredrick Yappy Setiadi Debora Basaria Hak Cipta (c) 2026 Fredrick Yappy Setiadi, Debora Basaria https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 54 63 10.57250/ajpp.v5i1.1918 Integrasi Islamic Mindfulness (Muraqabah) dalam Intervensi Psikologis untuk Mengatasi Nomophobia pada Gen Z http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2226 <p>Ketergantungan pada ponsel pintar atau <em>Nomophobia</em> (<em>No Mobile Phone Phobia</em>) telah menjadi tantangan kesehatan mental yang signifikan bagi Generasi Z, termasuk siswa di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas integrasi <em>Islamic Mindfulness</em> (Muraqabah) sebagai intervensi psikologis untuk menurunkan tingkat <em>nomophobia</em> pada siswa SMA Daruttaqwa Gresik. Muraqabah, sebagai bentuk kesadaran akan kehadiran Allah, digunakan untuk melatih regulasi diri dan kontrol impuls terhadap penggunaan gawai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain <em>quasi-experimental</em> (<em>pre-test</em> dan <em>post-test control group design</em>). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI yang teridentifikasi memiliki tingkat <em>nomophobia</em> tinggi berdasarkan skala <em>Nomophobia Questionnaire</em> (NMP-Q). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor <em>nomophobia</em> yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi pelatihan Muraqabah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Integrasi ini membuktikan bahwa pendekatan spiritual berbasis kesadaran religius dapat menjadi alternatif terapi kognitif-perilaku yang efektif dalam konteks Psikologi Islam untuk mengatasi kecanduan teknologi di kalangan remaja.</p> Ubaidillah Nurul Amalina Oktaviani Akhmad Fithroni Rachel Warda Faradisya Muhammad Rizky Sayid Aqil Filusufi Hak Cipta (c) 2026 Ubaidillah, Nurul Amalina Oktaviani, Akhmad Fithroni, Rachel Warda Faradisya, Muhammad Rizky, Sayid Aqil Filusufi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 64 68 10.57250/ajpp.v5i1.2226 Konsep Ilmu dalam Pandangan Ibnu Khaldun: Analisis Epistemologi terhadap Kitab Muqoddimah http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2238 <p>Artikel ini mengkaji konsep ilmu dalam pandangan Ibnu Khaldun melalui analisis epistemologis terhadap <em>Kitab Muqaddimah</em>. Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh Muslim klasik yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami hubungan antara ilmu, realitas sosial, dan peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ilmu menurut Ibnu Khaldun, sumber-sumber pengetahuan yang diakuinya, serta metode epistemologis yang digunakan dalam membangun ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis filosofis terhadap teks <em>Muqaddimah</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun memandang ilmu sebagai hasil interaksi antara akal, pengalaman empiris, dan wahyu, yang berkembang seiring dengan dinamika sosial dan peradaban. Ia menekankan pentingnya observasi empiris dan kritik terhadap berita sejarah sebagai dasar validitas ilmu, tanpa mengesampingkan peran wahyu sebagai sumber kebenaran transenden. Pendekatan epistemologis Ibnu Khaldun menunjukkan integrasi antara rasionalitas, empirisme, dan nilai-nilai keislaman, yang relevan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam konteks keilmuan Islam kontemporer. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian epistemologi Islam serta memperkuat relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam diskursus filsafat ilmu modern.</p> Apip Ansurullah Sidiq Rohanda Rohanda Abdul Kodir Hak Cipta (c) 2026 Apip Ansurullah Sidiq, Rohanda Rohanda, Abdul Kodir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 69 73 10.57250/ajpp.v5i1.2238 Analisis Biomekanika Gerakan Passing Bawah pada Atlet Bola Voli Avbc Samarinda http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2217 <p>Passing bawah merupakan teknik dasar yang berperan penting dalam permainan bola voli karena menjadi dasar penguasaan bola dan awal penyusunan serangan. Kualitas passing bawah dipengaruhi oleh ketepatan sudut gerak, kestabilan postur tubuh, serta kontrol gerakan lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomekanika gerakan passing bawah pada atlet bola voli AVBC Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis biomekanika. Subjek penelitian terdiri dari dua atlet yang dianalisis menggunakan rekaman video dan perangkat lunak Kinovea. Parameter yang dianalisis meliputi sudut tumpuan, sudut ayunan lengan, sudut lutut pasca perkenaan, sudut lengan pasca perkenaan, serta fase lanjutan (follow-through). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sampel 1 memiliki sudut tumpuan 98° dan sudut ayunan lengan 168°, dengan sudut lutut pasca perkenaan 118,7° dan sudut lengan 94,7°, yang menunjukkan fleksibilitas gerak lebih besar namun kontrol lanjutan terbatas. Sampel 2 menunjukkan sudut tumpuan 132° dan sudut ayunan lengan 174°, dengan sudut lutut pasca perkenaan 135,2° dan sudut lengan 107,1°, serta follow-through yang lebih stabil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kestabilan tumpuan, ekstensi lengan, dan kualitas follow-through berpengaruh terhadap efektivitas passing bawah.</p> Muhammad Aldi Julianur Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Aldi, Julianur https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 74 79 10.57250/ajpp.v5i1.2217 Partisipasi Orang Muda Katolik Terhadap Katekese Digital Berbasis Instagram @Instakatolik Di Yogyakarta http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2213 <p>Kemajuan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, terutama di kalangan generasi muda. Dalam konteks kehidupan beriman, media sosial seperti Instagram menjadi sarana potensial untuk pewartaan iman dan pembinaan rohani melalui katekese digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami partisipasi orang muda Katolik terhadap katekese digital di Instagram, serta menelaah faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keterlibatan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga orang muda Katolik berusia 17–30 tahun yang aktif menggunakan Instagram dan mengenal akun-akun katekese Katolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap katekese digital pada umumnya positif karena konten dinilai relevan, menarik, dan mudah dipahami. Namun demikian, tingkat partisipasi masih cenderung pasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram memiliki potensi besar sebagai media pewartaan iman yang efektif, apabila didukung oleh kualitas konten yang baik, pendampingan pastoral yang memadai, serta keterlibatan aktif dari kaum muda. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pelayan pastoral dalam mengembangkan bentuk katekese digital yang lebih kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda masa kini.</p> Maria Theodora Dhone Carolus Borromeus Mulyatno Hak Cipta (c) 2026 Maria Theodora Dhone, Carolus Borromeus Mulyatno https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 80 88 10.57250/ajpp.v5i1.2213 Tingkat Kecemasan Pra-Pertandingan Atlet Pencak Silat Iqsa Sport Silat Club Bontang http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2223 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pra-pertandingan atlet pencak silat Iqsa Sport Silat Club Bontang ditinjau dari dimensi kecemasan kompetitif dan kelompok usia atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 36 atlet pencak silat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 11–14 Juni 2025 melalui kuesioner The Revised Competitive State Anxiety Inventory-2 (CSAI-2R) versi Bahasa Indonesia yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, persentase, dan kategori tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada pada kategori kecemasan sedang (80,6%). Ditinjau dari dimensi kecemasan, kecemasan somatik memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kecemasan kognitif, sedangkan kepercayaan diri menunjukkan nilai rata-rata tertinggi dan relatif stabil. Berdasarkan usia, atlet berusia 19–25 tahun cenderung mengalami tingkat kecemasan kognitif dan somatik yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan pra-pertandingan merupakan kondisi yang umum dialami atlet pencak silat dan masih berada dalam batas wajar, namun diperlukan pengelolaan mental yang tepat untuk mendukung kesiapan dan performa atlet saat bertanding.</p> Fitri Mawarni Galih Priyambada Hak Cipta (c) 2026 Fitri Mawarni, Galih Priyambada https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 89 95 10.57250/ajpp.v5i1.2223 Pelanggaran Eksogami dalam Masyarakat Minangkabau (Studi Kasus Di Jorong Sangkir, Kec. Lubuk Basung) http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2302 <p>Larangan perkawinan sesuku (eksogami) merupakan prinsip fundamental dalam sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau. Namun, dinamika sosial kontemporer menunjukkan meningkatnya pelanggaran terhadap aturan tersebut, khususnya di Jorong Sangkir, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Artikel ini bertujuan menganalisis latar belakang dan dampak sosial pelanggaran eksogami dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kerangka teori struktural-fungsional Talcott Parsons (AGIL). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran eksogami dipengaruhi oleh modernisasi, pergeseran orientasi nilai generasi muda, serta melemahnya otoritas lembaga adat. Dampak sosial yang muncul meliputi konflik keluarga, melemahnya legitimasi adat, dan terganggunya integrasi sosial. Analisis AGIL menunjukkan adanya disfungsi terutama pada aspek integrasi dan pemeliharaan pola (latency). Temuan ini menegaskan bahwa pelanggaran eksogami merupakan indikator perubahan struktural dalam masyarakat adat Minangkabau.</p> Fa’adella Yulian Hesti Asriwandari Hak Cipta (c) 2026 Fa’adella Yulian, Hesti Asriwandari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 96 101 10.57250/ajpp.v5i1.2302 Eksistensi Kuliner Khas Jawa di Pekanbaru (Studi Kasus Rumah Makan Gudeg Kendil Jogja di Pekanbaru) http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2246 <p>Fenomena perkembangan dibidang kuliner sudah semakin berkembang di Kota Pekanbaru. Terkhususnya keberadaan atau eksistensi bisnis rumah makan khas atau tradisional sudah semakin banyak dan berkembang. Eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru terus meningkat namun tidak semuanya dapat berkembang dan dapat mempertahankan eksistensinya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pemilihan makanan dan perbedaan selera cita rasa pada makanan. Masyarakat di Pekanbaru didominasi dengan penduduk beretnis minang yang lebih familiar dengan cita rasa makanan yang gurih dan pedas, sedangkan cita rasa makanan khas Jawa cenderung manis yang legit. Fenomena eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru didukung oleh modal sosial yang kuat. Terdapat tiga unsur modal sosial yang mendukung keberlangsungan pada usaha rumah makan, yaitu (1) Nilai dan norma (2) Jaringan atau <em>networks</em> dan (3) Kepercayaan atau <em>trust</em>. Ketiga unsur modal sosial tersebut harus diterapkan baik antara pemilik rumah makan dengan karyawan maupun kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan pada salah satu rumah makan khas Jawa yang masih eksis di Pekanbaru, yaitu Gudeg Kendil Jogja. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara bersama beberapa informan yang memenuhi kriteria untuk diwawancara, dan mengumpulkan dokumentasi lainnya sebagai pendukung informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur modal sosial berhasil diterapkan oleh pemilik rumah makan dengan karyawan serta konsumen. Penerapkan modal sosial dan inovasi menjadi faktor utama rumah makan khas Jawa ini dapat mempertahankan eksistensinya di kota Pekanbaru.</p> Syifa Previa Pramodia Hesti Asriwandari Hak Cipta (c) 2026 Syifa Previa Pramodia, Hesti Asriwandari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 102 106. 10.57250/ajpp.v5i1.2246 Analisis Kecepatan Tendangan Depan pada Anak Usia Dini di Unit Latihan Tapak Suci Tenggarong http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2235 <p>Pencak Silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memiliki struktur teknik yang unik, yaitu sikap pasang, pola langkah, serang-bela, dan kembali ke sikap pasang. Tendangan menjadi teknik dominan dalam pertandingan karena memiliki nilai tinggi dan jangkauan serangan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kecepatan tendangan depan pesilat usia dini di Pusat Latihan Tapak Suci Tenggarong. Metode deskriptif kuantitatif digunakan. kecepatan tendangan selama 15 detik, masing-masing kaki diberi tiga kali percobaan. Data diolah menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dan diklasifikasikan dalam tiga kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Hasil menunjukkan bahwa 33,3% peserta masuk kategori tinggi, 41,7% sedang, dan 25% rendah. Perbedaan kecepatan antara kaki kanan dan kiri juga ditemukan, menunjukkan dominasi tungkai tertentu pada sebagian besar peserta. Penelitian ini menegaskan pentingnya latihan kecepatan dan keseimbangan teknik kedua kaki dalam Pencak Silat dan dapat dijadikan dasar penyusunan program pelatihan yang lebih efektif.</p> Devi Apriliana Galih Priyambada Hak Cipta (c) 2026 Devi Apriliana, Galih Priyambada https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 107 112. 10.57250/ajpp.v5i1.2235 Pengaruh Kurangnya Sarana dan Prasarana terhadap Prestasi Ekstrakulikuler Bola Voli : Studi Survei pada Siswa Smpn 8 Longkali http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2224 <p>Kegiatan ekstrakurikuler bola voli memiliki peran strategis dalam pengembangan prestasi dan motivasi siswa di sekolah menengah pertama. Namun, keberhasilan pembinaan olahraga sekolah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sarana dan prasarana serta pengaruhnya terhadap prestasi dan motivasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMPN 8 Longkali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif dan desain non-eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert empat pilihan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 80%, sedangkan 20% berada pada kategori sedang. Pada variabel prestasi dan motivasi, seluruh responden (100%) berada pada kategori sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan hubungan searah antara keterbatasan fasilitas dengan rendahnya prestasi dan motivasi siswa. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kurangnya sarana dan prasarana berdampak negatif terhadap efektivitas pembinaan ekstrakurikuler bola voli, sehingga peningkatan dan pengadaan fasilitas olahraga menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan potensi dan prestasi siswa secara berkelanjutan.</p> Jovita Istiqomah Julianur Hak Cipta (c) 2026 Jovita Istiqomah, Julianur https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 113 120 10.57250/ajpp.v5i1.2224 Persepsi Guru pada Pendekatan Pembelajaran Deep Learning di TK Negeri 12 Kendari http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2228 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru pada pendekatan pembelajaran <em>deep learning </em>di TK Negeri 12 Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru TK Negeri 12 Kendari. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap pendekatan pembelajaran <em>deep learning</em> cenderung positif. Pada aspek kognitif, guru memahami konsep, tujuan, dan manfaat deep learning, meskipun tingkat pemahaman masih bervariasi. Pada aspek afektif, guru menunjukkan sikap menerima, antusias, dan meyakini bahwa <em>deep learning</em> mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi anak usia dini. Pada aspek konatif, guru berupaya menerapkan <em>deep learning</em> melalui kegiatan berbasis pengalaman nyata, partisipasi aktif, dan refleksi, walaupun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu dan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi guru berada pada kategori positif, namun memerlukan dukungan berkelanjutan agar implementasi <em>deep learning</em> dapat berjalan lebih optimal.</p> Novi Astari Salwiah Damsir D Hak Cipta (c) 2026 Novi Astari, Salwiah , Damsir D https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 121 125 10.57250/ajpp.v5i1.2228 Analisis Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran PJOK di Sekolah Dasar Negeri 012 Tenggarong http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2221 <p>Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar memerlukan dukungan alat peraga agar materi gerak dapat disampaikan secara konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Alat peraga berperan penting dalam meningkatkan keaktifan siswa serta membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Namun, pada kenyataannya pemanfaatan alat peraga di sekolah dasar masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi jumlah maupun kondisi alat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat peraga dalam pembelajaran PJOK di SD Negeri 012 Tenggarong, meliputi ketersediaan, kondisi, dan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PJOK, sedangkan objek penelitian difokuskan pada alat peraga PJOK yang digunakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki beberapa jenis alat peraga yang sebagian besar masih layak pakai dan dimanfaatkan dalam pembelajaran, terutama cone yang paling sering digunakan. Meskipun demikian, terdapat beberapa alat yang mengalami kerusakan sehingga pemanfaatannya belum optimal. Penggunaan alat peraga terbukti mampu meningkatkan keaktifan dan antusiasme siswa selama pembelajaran PJOK. Disimpulkan bahwa alat peraga memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran PJOK yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, meskipun masih diperlukan perbaikan dan pengadaan alat untuk menunjang pembelajaran secara optimal.</p> Vio Rangga Mauladani Julianur Hak Cipta (c) 2026 Vio Rangga Mauladani, Julianur https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 126 132 10.57250/ajpp.v5i1.2221 Transformasi Makna Pernikahan pada Generasi Z dalam Konteks Fenomena “Marriage Is Scary”: Tinjauan Literatur Review http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2154 <p>Fenomena "Marriage is Scary" di kalangan Generasi Z mencerminkan ketakutan yang berkembang terhadap pernikahan, yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, ketidakpastian ekonomi, dan trauma emosional. Dalam ajaran Islam, pernikahan dipandang sebagai ibadah yang tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun, persepsi Generasi Z terhadap pernikahan cenderung lebih pragmatis dan penuh kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna pernikahan dalam perspektif Islam, serta faktor-faktor yang menyebabkan munculnya fenomena "Marriage is Scary" di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap pernikahan disebabkan oleh trauma masa lalu, ketimpangan peran gender, kekhawatiran finansial, dan pengaruh media sosial. Oleh karena itu, untuk mengatasi persepsi negatif ini, diperlukan pendekatan pendidikan agama yang lebih mendalam mengenai pernikahan sebagai ibadah dan pentingnya pemahaman nilai-nilai spiritual dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkah.</p> Pramesti Cahyani Hak Cipta (c) 2026 pramesti cahyani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 133 140 10.57250/ajpp.v5i1.2154 Peran Meditasi dalam Menghadapi Tekanan dan Tantangan Kesehatan Mental di Era Modern http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2156 <p>Kesehatan mental menjadi isu krusial di era modern yang ditandai oleh tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, dan kecanduan teknologi. Meditasi telah terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis, namun sebagian besar penelitian menekankan aspek medis-psikologis dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan pemahaman mendalam tentang peran meditasi dalam menghadapi tantangan khas generasi muda Indonesia masih terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi peran meditasi dalam mengelola tekanan mental melalui studi kasus kualitatif pada umat Buddha di Vihara Dhamma Citta Mempawah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles &amp; Huberman. Hasil menunjukkan bahwa meditasi efektif menurunkan stres, meningkatkan kesadaran diri, fokus, serta ketahanan mental. Kendala utama mencakup konsistensi praktik, distraksi teknologi, dan keterbatasan waktu. Implikasi penelitian menekankan pengembangan program meditasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi modern, baik dalam konteks pendidikan maupun komunitas keagamaan.</p> Lie Li Cu Lauw Acep Edi Priyono Hak Cipta (c) 2026 Lie Li Cu, Lauw Acep, Edi Priyono https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 141 146 10.57250/ajpp.v5i1.2156 Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Kooperatif Tipe Scramble dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2247 <p>Salah satu peranan penting dalam menunjang kesiapan fisik dan mental siswa dalam mengikuti proses pembelajaran merupakan sarapan pagi. Akan tetapi, kondisi di lapangan menunjukkan hasil yang timpang, banyak siswa yang belum terbiasa sarapan pagi dan ini akan memengaruhi hasil belajar siswa. Adanya penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara sarapan pagi dengan kemampuan konsentrasi dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, berupa sampel subjek yang diteliti yaitu 23 siswa, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui pengisisn instrument mengenai sarapan pagi, konsentrasi, dan motivasi belajar. Pada hasil penelitian menunjukkan angka yang timpang, siswa yang terbiasa sarapan memiliki frekuensi 7 siswa (30,4%), sedangkan siswa yang masih kadang-kadang sarapan memiliki frekuensi 15 siswa (65,2%), dan 1 siswa (4,3%) yang tidak pernah sarapan. Ini menjadi gambaran di situasi nyata yang membuktikan banyak siswa yang belum terbiasa sarapan dan akan memengaruhi ketidakmerataan kesiapan fisik dan mental siswa untuk terjun dalam proses pembelajaran. Karena siswa yang terbiasa sarapan akan memiliki kemampuan konsentrasi dan meningkatnya motivasi untuk belajar yang baik, jika dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki kebiasaan sarapan pagi. Dengan sebab itu, kebiasaan sarapan pagi menjadi peranan penting dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi dan motivasi, dan menunjang kesiapan belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran.</p> Aliva Thahara Mahdalena Laila Maghfiroh Nasution Indah Mayasari Hak Cipta (c) 2026 Aliva Thahara, Mahdalena , Laila Maghfiroh Nasution, Indah Mayasari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 147 153 10.57250/ajpp.v5i1.2247 Pengaruh Cyberbullying terhadap Perilaku Agresif Siswa Kelas 12 di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2227 <p>Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui media digital seperti media sosial, pesan instan, atau platform daring lainnya, yang dapat menimbulkan dampak psikologis negatif bagi korban maupun pelakunya. Salah satu dampak yang mungkin muncul akibat cyberbullying adalah perilaku agresif, baik secara langsung maupun tidak langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cyberbullying terhadap perilaku agresif yang dilakukan oleh kalangan remaja yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk. Penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media sosial yang berdampak pada perubahan perilaku remaja, khususnya dalam konteks relasi sosial di lingkungan pendidikan.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 12 SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian berupa angket cyberbullying dan angket perilaku agresif yang telah divalidasi dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana dan uji signifikansi t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara cyberbullying terhadap perilaku agresif siswa, dengan nilai signifikansi (p) &lt; 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi perilaku cyberbullying yang dialami atau dilakukan siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif yang muncul.</p> Muhamad Deni Syarifan Nurjan Afitria Rizkiana Hak Cipta (c) 2026 Muhamad Deni, Syarifan Nurjan, Afitria Rizkiana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 154 165 10.57250/ajpp.v5i1.2227 Analisis Komparatif Konsep Ilmu Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2196 <p>Perdebatan mengenai konsep ilmu antara Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern menjadi semakin relevan dalam era globalisasi ketika paradigma ilmu pengetahuan berkembang pesat dan memengaruhi sistem pendidikan. Kedua tradisi filsafat ini memiliki fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang berbeda sehingga memunculkan cara pandang yang tidak selalu sejalan dalam memahami hakikat, sumber, dan tujuan ilmu. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif terhadap konsep ilmu dalam Filsafat Islam dan Filsafat Barat Modern, dengan fokus pada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi serta implikasi pedagogisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui penelusuran buku, artikel ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, kekuatan, dan kelemahan dari masing-masing tradisi filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Filsafat Islam memandang ilmu sebagai entitas yang bernilai dan terikat wahyu, sedangkan Filsafat Barat Modern menempatkan ilmu sebagai produk rasional dan empiris yang cenderung bebas nilai. Secara ontologis, Islam menekankan kesatuan antara realitas empiris dan transenden, sementara Barat cenderung memisahkannya. Epistemologi Islam bersifat integratif, sedangkan epistomologi Barat bercorak rasional dan positivistik. Analisis komparatif juga menemukan peluang integrasi keduanya dalam pendidikan, terutama dalam membangun sistem pembelajaran yang seimbang antara rasionalitas ilmiah dan etika spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya rancangan pendidikan integratif sebagai upaya harmonisasi dua paradigma keilmuan tersebut.</p> Mushthafa Shadiq Al-Rafi’i Rohanda Rohanda Abdul Kodir Hak Cipta (c) 2026 Mushthafa Shadiq Al-Rafi’i, Rohanda Rohanda, Abdul Kodir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 166 173 10.57250/ajpp.v5i1.2196 Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlakul Lil Banat Juz 1: Kajian Aksiologi http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2195 <p>Pendidikan karakter merupakan bagian terpenting dalam proses pendidikan karena berfungsi membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, khususnya bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat banyak literatur yang membahas pembinaan akhlak, salah satunya kitab <em>Akhlakul Lil Banat Juz 1</em> karya Syaikh Umar bin Ahmad Baroja. Kitab ini secara khusus memuat pedoman moral bagi perempuan agar mampu menjaga kehormatan diri dan menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab tersebut serta menganalisis relevansinya melalui tinjauan aksiologi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap isi kitab dan didukung berbagai referensi terkait pendidikan karakter dalam tinjauan aksiologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka <em>(library research),</em> dengan fokus utama pada pengumpulan data, pembacaan, pencatatan dan pengolahan data serta informasi yang bersumber dari koleksi kepustakaan atau literatur tertulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kitab <em>Akhlakul Lil Banat</em> <em>Juz 1</em> terdapat nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai religiusitas, kesopanan dan etika sosial, kedisiplinan dan tanggung jawab, menghormati orang tua, kesederhanaan dan keikhlasan, kasih sayang dan kepedulian sosial, menjaga kehormatan dan martabat perempuan, kerja sama dan kebersihan, kesungguhan dalam belajar dan sikap rendah hati serta keteladanan. Ditinjau dari perspektif aksiologi, nilai-nilai tersebut bukan hanya bersifat moralitas teoritis, tetapi juga memiliki manfaat praktis dalam membentuk perilaku dan kepribadian perempuan agar menjadi pribadi yang beradab, bermartabat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai karakter dalam kitab ini masih sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan modern.</p> Vina Latifah Rohanda Rohanda Abdul Kodir Hak Cipta (c) 2026 Vina Latifah, Rohanda Rohanda , Abdul Kodir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 174 178 10.57250/ajpp.v5i1.2195 Ilmu Bekam Perspektif Filsafat Ilmu: Kajian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2179 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendalami ilmu bekam dengan perspektif filsafat ilmu, khususnya melalui kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pendekatan filsafat ilmu digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisis hubungan ilmu bekam terhadap tiga aspek utama tersebut. Data dan sumber data yang digunakan bersumber dari berbagai literatur dan kajian-kajian mengenai filsafat ilmu dan bekam yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, sementara teknik analisis data menggunakan analisis dekskriptif kritis. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ilmu bekam secara ontologi memahami bekam sebagai metode terapi yang berangkat dari realitas biologis manusia, epistemologi mengemukakan bekam sebagai pengetahuan yang bersumber dari berbegai pendekatan, mulai dari tradisi pengobatan klasik, pengalaman empiris, pemahaman teologis hingga upaya pembuktian ilmiah melalui penelitian modern serta aksiologi mengungkapkan bahwa Bekam tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit semata, tetapi juga berfungsi sebagai upaya preventif dan promotif dalam menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.</p> Yasril Ahmad Syairazi Rohanda Rohanda Abdul Kodir Hak Cipta (c) 2026 Yasril Ahmad Syairazi, Rohanda Rohanda, Abdul Kodir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 179 190 10.57250/ajpp.v5i1.2179 Aliran Progresivisme: Tokoh-Tokohnya Tujuan Pendidikan dan Pandangannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2267 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi tantangan serius berupa kecenderungan pembelajaran yang normatif, dogmatis, dan berorientasi pada hafalan, sehingga kurang mampu menumbuhkan kesadaran kritis, reflektif, dan kontekstual pada peserta didik. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan paradigma pendidikan yang tidak hanya setia pada nilai-nilai ajaran Islam, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial, budaya, dan perkembangan zaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aliran progresivisme dalam filsafat pendidikan serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam perspektif pemikiran Prof. Dr. H. Zulkifli Musthan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) terhadap literatur filsafat pendidikan progresivisme dan karya-karya pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa progresivisme, meskipun berasal dari tradisi pemikiran Barat, memiliki sejumlah prinsip pedagogis yang dapat disinergikan dengan nilai-nilai dasar pendidikan Islam, seperti pembelajaran berpusat pada peserta didik, belajar melalui pengalaman, kebebasan berpikir yang bertanggung jawab, serta orientasi sosial pendidikan. Dalam perspektif Zulkifli Musthan, progresivisme bukan dipahami sebagai ideologi sekuler, melainkan sebagai pendekatan metodologis yang dapat merevitalisasi pembelajaran PAI agar lebih humanis, dialogis, dan transformatif. Integrasi progresivisme dalam PAI berpotensi membentuk peserta didik yang tidak hanya saleh secara individual, tetapi juga memiliki kesadaran kritis spiritual dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa progresivisme merupakan peluang strategis bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang relevan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan prinsip tauhid dan akhlak sebagai fondasi utama.</p> Marwan Kurniawan Rahim Zulkifli Musthan La Hadisi Hak Cipta (c) 2026 Marwan Kurniawan Rahim, Zulkifli Musthan, La Hadisi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 191 198 10.57250/ajpp.v5i1.2267 Upaya Guru dalam Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak pada Gangguan Berbicara (Cadel) pada Anak Usia Dini Di RA Al-Irsyad Kecamatan Kendari Barat http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2250 <p>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana upaya guru dalam stimulasi perkembangan bahasa anak pada gangguan berbicara (Cadel) pada anak usia dini di RA Al-Irsyad Kecamatan Kendari Barat? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana upaya guru dalam stimulasi perkembangan bahasa anak pada gangguan berbicara (Cadel) pada anak usia dini di RA Al-Irsyad. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga orang guru atau pengajar dari RA Al-Irsyad Kecamatan Kendari Barat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut yakni; pengumpulan data, data reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Melalui pendekatan individual, guru secara aktif mengenali potensi dan kelemahan anak. 2) Dalam aspek kegiatan terstruktur, guru mengarahkan anak pada pengalaman belajar yang bermakna dengan menghubungkan materi pada kehidupan nyata serta membiasakan anak mengikuti aturan dan instruksi secara konsisten menggunakan bahasa yang sederhana dan santun. 3) Ada indikator pengembangan sosial, guru menciptakan lingkungan yang inklusif dengan memberikan waktu khusus bagi anak untuk mengekspresikan diri dan bercerita tanpa memotong pembicaraannya, yang terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian anak dalam berkomunikasi. Terakhir, melalui evaluasi dan penyesuaian, guru melakukan penilaian berkelanjutan melalui catatan portofolio dan observasi harian untuk memantau kemajuan perkembangan bahasa anak. Hasil evaluasi ini digunakan sebagai dasar untuk menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam stimulasi perkembangan bahasa pada gangguan berbicara (cadel) anak usia dini dilakukan melalui pendekatan individual, kegiatan terstruktur, penciptaan lingkungan sosial, dan evaluasi yang berkelanjutan menjadi fondasi utama guru dalam stimulasi perkembangan bahasa anak usia dini pada gangguan berbicara cadel secara optimal.</p> Impeng Salwiah Sitti Rahmaniar Abubakar Hak Cipta (c) 2026 Impeng, Salwiah, Sitti Rahmaniar Abubakar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 199 207 10.57250/ajpp.v5i1.2250 Perkembangan Kognitif, Emosional, Dan Spiritual Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Agama Islam http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2261 <p>Pendidikan agama Islam berfungsi mengintervensi perkembangan anak usia nol sampai dengan enam tahun atau yang sering disebut Anak Usia Dini (AUD), baik dari segi kognitif, emosional, serta spiritual. Penelitian ini bermaksud menganalisa pengaruh pendidikan Islam kepada pencapaian kognitif, sosial emosional, dan nilai moral anak prasekolah atau Anak Usia Dini. Pendidikan Agama Islam dipandang sebagai fondasi yang sangat kuat dalam membentuk karakter, kecerdasan berpikir, serta keseimbangan emosi dan spiritual anak sejak usia dini. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan pendalaman secara teoritis. Hasilnya menunjukkan kalau pendidikan Islam memiliki fungsi yang vital untuk memaksimalkan perkembangan <strong>kognitif</strong> anak terutama dalam pengenalan konsep dasar keagamaan melalui pembiasaan dan penteladanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran agama Islam dapat membentuk pemikiran anak yang logis dalam mengambil sebuah keputusan, seperti anak memilih meninggalkan mainannya ketika mendengan suara adzan untuk melaksanakan beribadah sholat. Dalam aspek <strong>emosional</strong><strong>, </strong>pendidikan agama membantu anak mengendalikan emosi (marah, senang atau sedih), serta menanamkan kesabaran dan rasa syukur. Untuk aspek <strong>spiritual</strong><strong>,</strong> pendidikan agama Islam akan menumbuhkan kesadaran anak terhadap nilai keimanan tentang adanya Tuhan. Studi ini menegaskan kalau pendidikan Islam merupakan faktor fundamental untuk membentuk karakter dan kepribadian anak secara holistik.</p> Nursyamsi Suryadiputra Hak Cipta (c) 2026 Nursyamsi Suryadiputra https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 208 219 10.57250/ajpp.v5i1.2261 Etika Dagang Islam pada Pengelolaan Warung Kelontong Madura menurut Gagasan Muhammad Yunus http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2280 <p>Perdagangan merupakan suatu kegiatan penting dalam kehidupan duniawi dan menjadi ungkapan kebudayaan seorang manusia. Dalam proses dagang itu, dipergunakan pula etika, yang bukan hanya berisi ihwal hukum dan tata cara pada hidup manusia, tetapi juga praktek untuk mewujud-nyatakan penghayatan iman dalam keseharian. Etika menjadi pondasi yang harus dimiliki oleh para pelaku dagang. Ketaatan kepada etika ini menjadi landasan krusial bagi kesuksesan usaha dagang yang dijalankan, apalagi usaha kecil dan menengah. Dasar- dasar etika telah dipraktekkan oleh usaha kecil berupa warung kelontong Madura 24 jam. Warga menilai bahwa eksistensi warung kelontong Madura bisa memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan sehari- hari. Kemajuan dan perkembangan pengelolaan warung kelontong Madura yang mewujudkan praktek etika dagang Islam sebagai akibatnya semakin populer dan menjamur di mana- mana. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan etika dagang Islam terhadap eksistensi warung kelontong Madura yang semakin mengembangkan ekonomi kerakyatan. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kerakyatan yang notabene menjadi bentuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ditinjau menurut gagasan Muhammad Yunus.</p> Laurentius Dwi Agus Merdi N Hak Cipta (c) 2026 Laurentius Dwi Agus Merdi N https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 220 229 10.57250/ajpp.v5i1.2280 Filsafat Pendidikan Islam Kegunaan Hikmah dan Hakikat Serta Hubungannya dengan Filsafat Ilmu http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2273 <p>Filsafat pendidikan Islam merupakan cabang ilmu yang berupaya mengkaji secara mendalam hakikat, tujuan, dan nilai nilai utama yang menjadi dasar proses pendidikan dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara filsafat pendidikan Islam dan filsafat ilmu sebagai dua bidang pemikiran yang memiliki kesamaan visi, yakni menuntun manusia pada kebenaran dan kebijaksanaan (hikmah). Fokus utama kajian ini meliputi identifikasi hakikat, fungsi, dan nilai nilai hikmah dalam filsafat pendidikan Islam, serta bagaimana konsep tersebut relevan terhadap pengembangan filsafat ilmu di era modern. Melalui metode studi literatur, penelitian ini menelusuri berbagai pemikiran dari para ahli filsafat Islam dan ilmu pengetahuan di Indonesia dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Pendekatan studi literatur dipilih karena mampu mengintegrasikan temuan konseptual yang telah teruji dari berbagai karya ilmiah sebelumnya, sekaligus merumuskan sintesis pemikiran yang kontekstual dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki kontribusi signifikan dalam membangun paradigma keilmuan yang selaras antara rasionalitas dan spiritualitas. Nilai hikmah di dalamnya menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat, tindakan yang arif, serta orientasi pengetahuan menuju kemaslahatan umat. Hubungan filsafat pendidikan Islam dan filsafat ilmu terletak pada kesamaan dasar epistemologis dan aksiologis, yaitu pencarian kebenaran yang menyeluruh dan berkeadilan. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai nilai Islam dan filsafat ilmu untuk mewujudkan sistem pendidikan yang ilmiah, berkarakter, dan berlandaskan kemanusiaan.</p> Sri Marlia Puteri Zulkifli Musthan La Hadisi Hak Cipta (c) 2026 Sri Marlia Puteri, Zulkifli Musthan, La Hadisi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 230 241 10.57250/ajpp.v5i1.2273 Pandangan Filsafat Pendidikan Agama Islam Tentang Hakikat Manusia http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2281 <p>Pandangan filsafat Pendidikan Agama Islam (PAI) tentang hakikat manusia merupakan fondasi penting dalam merumuskan tujuan, arah, dan praktik pendidikan Islam. Manusia diposisikan sebagai subjek utama pendidikan yang tidak hanya memiliki dimensi biologis dan rasional, tetapi juga dimensi spiritual yang melekat pada fitrah penciptaannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pandangan filsafat Pendidikan Agama Islam mengenai hakikat manusia serta implikasinya terhadap konsep dan praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan historis-kritis untuk menafsirkan gagasan-gagasan filosofis tentang manusia dalam pendidikan Islam secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat Pendidikan Agama Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki potensi jasmani, akal, dan ruhani secara seimbang. Manusia memiliki kedudukan ganda, yaitu sebagai hamba Allah (<em>‘abdullāh</em>) dan sebagai wakil Allah di bumi (<em>khalīfatullāh fi al-arḍ</em>), yang mengandung tanggung jawab teologis, moral, dan sosial. Pendidikan Islam berfungsi sebagai sarana utama untuk mengaktualisasikan potensi tersebut melalui integrasi iman, ilmu, dan amal, dengan tujuan akhir membentuk insān kāmil. Selain itu, pendidik dipandang memiliki peran strategis sebagai Wāriṡat al-Anbiyā’ dan teladan akhlak dalam membimbing peserta didik secara holistik. Kajian ini menegaskan bahwa pemahaman hakikat manusia dalam filsafat Pendidikan Agama Islam menjadi landasan konseptual yang penting bagi pengembangan pendidikan Islam yang humanis, integratif, dan transformatif di era kontemporer.</p> Jusran Jusran Zulkifli Musthan La Hadisi Hak Cipta (c) 2026 Jusran Jusran, Zulkifli Musthan, La Hadisi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 242 247 10.57250/ajpp.v5i1.2281 Self Asessment: Servant Leadership pada Pengurus Organisasi Mahasiswa http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2214 <p>Perubahan karakteristik kepemimpinan pada Generasi Z menuntut pendekatan kepemimpinan yang lebih relasional, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan, khususnya dalam konteks organisasi mahasiswa. Salah satu model kepemimpinan yang relevan dengan karakteristik tersebut adalah <em>servant leadership</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil <em>servant leadership</em> pada pengurus organisasi mahasiswa Generasi Z melalui pendekatan <em>self-assessment</em>. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 44 pengurus aktif organisasi mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner <em>servant leadership</em> yang mencakup delapan indikator, yaitu altruisme, <em>emotional healing</em>, kebijaksanaan (<em>wisdom</em>), <em>persuasive mapping</em>, pengelolaan organisasi, kerendahan hati (<em>humility</em>), visi, dan orientasi pelayanan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan pemaknaan kategoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat <em>servant leadership</em> pengurus organisasi mahasiswa berada pada kategori relatif tinggi. Indikator yang bersifat relasional dan emosional, khususnya <em>emotional healing</em> dan altruisme, memperoleh skor tertinggi. Sebaliknya, indikator yang bersifat strategis dan berorientasi masa depan, seperti visi dan <em>persuasive mapping</em>, menunjukkan skor yang relatif lebih rendah.Temuan ini mengindikasikan bahwa pengurus organisasi mahasiswa Generasi Z telah menginternalisasi nilai-nilai pelayanan, empati, dan kepedulian interpersonal, namun masih memerlukan penguatan pada aspek kepemimpinan strategis dan visioner. Penelitian ini menegaskan relevansi teori <em>servant leadership</em> Greenleaf dalam konteks organisasi mahasiswa serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan program kepemimpinan di perguruan tinggi yang menyeimbangkan nilai-nilai pelayanan dengan kompetensi strategis.</p> Januariya Laili Hak Cipta (c) 2026 Januariya Laili https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 248 254 10.57250/ajpp.v5i1.2214 Epistemologi Ilmu dalam Perspektif Islam dan Barat : Sebuah Telaah Komparatif http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2239 <p>Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas hakikat pengetahuan, sumber-sumbernya, metode perolehannya, serta kriteria kebenaran dan validitasnya. Perbedaan epistemologis antara Islam dan Barat mencerminkan perbedaan paradigma filosofis yang mendasar dalam memandang realitas, manusia, dan tujuan ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif epistemologi Islam dan epistemologi Barat dengan menitikberatkan pada landasan worldview, sumber pengetahuan, metode perolehan dan validasi pengetahuan, konsep kebenaran, serta orientasi nilai dan tujuan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap berbagai literatur filsafat dan filsafat ilmu dari tradisi pemikiran Islam dan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam bersifat integratif dan teosentris dengan wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi yang membimbing peran akal dan pengalaman empiris, serta menempatkan ilmu dalam kerangka etika dan tujuan transendental. Sebaliknya, epistemologi Barat cenderung antroposentris, menekankan rasionalitas dan empirisme, serta memisahkan ilmu dari dimensi metafisik dan nilai. Perbedaan paradigma ini berimplikasi signifikan terhadap arah pengembangan ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan manusia kontemporer.</p> M Nurul Fajri Rohanda Rohanda Abdul Kodir Hak Cipta (c) 2026 M Nurul Fajri, Rohanda Rohanda, Abdul Kodir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 255 269 10.57250/ajpp.v5i1.2239 Pengaruh Job Enrichment (Pengayaan Pekerjaan) terhadap Kreativitas dan Inovasi Karyawan Cleaning Service di UNPRI http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2299 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>job enrichment</em> terhadap kreativitas dan inovasi karyawan <em>cleaning service</em> di Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 34 karyawan <em>cleaning service</em> sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job enrichment berpengaruh positif terhadap kreativitas namun tidak signifikan, sedangkan terhadap inovasi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, <em>job enrichment</em> berpengaruh signifikan terhadap kreativitas dan inovasi karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan <em>job enrichment</em> penting untuk meningkatkan perilaku inovatif karyawan, meskipun pengembangan kreativitas memerlukan dukungan tambahan.</p> Ricky Satria Laia Indah Sari Liza Lubis Hak Cipta (c) 2026 Ricky Satria Laia, Indah Sari Liza Lubis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 270 281 10.57250/ajpp.v5i1.2299 Pandangan Filsafat Tentang Pendidikan Agama Islam http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2308 <p>Kajian ini membahas pandangan filsafat tentang pendidikan agama Islam, yang merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan karakter dan moral individu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan ilmu pendidikan Islam, sejarah, serta komparatif. Studi ini membuktikan bahwa dalam pandangan filsafat, pendidikan agama Islam tidak hanya berfungsi untuk mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga pendidikan agama Islam merupakan aspek fundamental dalam pembentukan karakter. Dalam kajian ini, penulis menguraikan berbagai perspektif filsafat yang berpengaruh terhadap pendidikan agama Islam di Indonesia.</p> Saleh Sutrisna H. Zulkifli Musthan La Hadisi Hak Cipta (c) 2026 Saleh Sutrisna, H. Zulkifli Musthan, La Hadisi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 282 295 10.57250/ajpp.v5i1.2308 Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran IPAS di sekolah Dasar Negeri Topa Kota Baubau http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2298 <p>Kajian ini difokuskan pada pelaksanaan kurikulum Merdeka dalam pembelajaaran IPAS di Kelas IV Negeri Topa , Kota Baubau. Lingkup penelitian meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas, penerapan pembelajaran berdiferensiasi, mekanisme asesmen pembelajaran, serta analisis terhadap faktor-faktor yang memfasilitasi dan menghambat keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka.. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik sebagai dubjek penelitian. Tehnik pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur dan observasi pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka di SD Negeri Topa berlangsung secara sistematis, yang tercermin dalam pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu pada capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPAS dilakukan secara kontekstual dengan memadukan pendekatan inkuiri, diskusi, dan proyek sederhana, disertai penerapan diferensiasi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan peserta didik. Asesmen pembelajaran dilaksanakan secara holistik dengan mengintegrasikan asesmen formatif, asesmen sumatif, dan asesmen berbasis proyek. Kendati demikian, implementasi kurikulum masih dihadapkan pada beberapa hambatan, seperti keterbatasan sumber belajar IPAS, keterbatasan waktu dalam pengembangan perangkat ajar, serta proses penyesuaian peserta didik terhadap model pembelajaran aktif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS d=sangat bergantung pada dukungan kepemimpinan sekolah, kesiapan professional guru, serta adanya pendamping berkelanjutan guna mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik secara optimal.</p> Fitriani. B Mitrakasih La Ode Onde Hijrawatil Aswat Hak Cipta (c) 2026 Fitriani. B, Mitrakasih La Ode Onde , Hijrawatil Aswat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 296 301 10.57250/ajpp.v5i1.2298 Pengembangan E-Learning Framework Codeigniter Dalam Pembelajaran Tilawah Al-Qur’an di Kelas VIII SMPIT Irsyadul ‘Ibad http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2306 <p>Tujuan dari riset ini adalah: 1) mengembangkan media pembelajaran <em>e-learning framework codeigniter</em> pada materi tilawah Al-Qur’an , 2) menguji kelayakan <em>e-learning framework codeigniter</em> dalam pembelajaran tilawah Al-Qur’an, 3) menganalisis efektivitas <em>e-learning framework codeigniter</em> dalam meningkatkan kemampuan tilawah Al-Qur’an siswa. Riset ini merupakan penelitian pengembangan (<em>Research and Development</em>) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan <em>Analysis</em> (analisis), <em>Design</em> (perancangan), <em>Development</em> (pengembangan), <em>Implementation</em> (implementasi), dan <em>Evaluation</em> (evaluasi). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPIT Irsyadul ‘Ibad Pandeglang, Banten. Objek penelitian adalah media <em>e-learning framework codeigniter</em> yang dikembangkan untuk membantu pembelajaran mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media <em>e-learning</em> ini layak digunakan berdasarkan validasi dari ahli media yang berfokus pada antarmuka dan stabilitas sistem, serta ahli materi yang menitik beratkan pada akurasi hukum tajwid dan kesesuaian kurikulum. Secara teknis, penggunaan <em>framework codeigniter</em> terbukti memberikan stabilitas akses yang baik bagi siswa. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, media ini terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan yang terlihat dari pencapaian ketuntasan klasikal hingga 100%. Peningkatan ini didorong oleh fitur "Capaianku" yang memberikan umpan balik (<em>feedback</em>) secara <em>real-time</em> sehingga menumbuhkan motivasi intrinsik dan kemandirian belajar (<em>self-regulated learning</em>) siswa dalam mempraktikkan bacaan Al-Qur'an secara mandiri di luar jam sekolah.</p> Rosada Rosada Hak Cipta (c) 2026 Rosada Rosada https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 302 314 10.57250/ajpp.v5i1.2306 Pandangan Hukum Islam Mengenai Mijur Potang Setelah Acara Walimatul urs di Kediaman Perempuan ( Studi Kasus Di Jorong Sopo Bawak Nagari Sungain Aur Kabupaten Pasaman Barat) http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2311 <p>Skripsi ini berjudul Pandangan Hukum Islam Mengenai <em>Mijur Potang</em> Setelah Acara <em>Walimatul Urs</em> Di Kediaman Perempuan ( Studi Kasus di Jorong Sopo Bawak Nagari Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat). Yang disusun oleh Yulia Deni, Nim; 1121049 Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah) Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penulis melakukan penelitian ini diawali dengan adanya kebiasaan masyarakat Jorong Sopo Bawak yaitu adanya Tradisi <em>Mijur Potang</em>. Dimana tradisi ini menunjukkan bahwasanya bagi yang tidak melaksakan Mijur Potang maka keluarganya tersebut akan menjadi perbincangan di Jorong Sopo Bawak tersebut. Adapun tujuan penelitian ini ingin mendeskripsikan bagaimana proses pelaksanaan <em>Mijur Potang</em> di kediaman perempuan dan panangan hukum Islam tentang <em>&nbsp;Mijur Potang </em>di kediaman perempuan. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan jenis kualitatif dengan sumber data primer yaitu hasil wawancara dengan pihak-pihak tertentu yang menjawab penelitian ini, dan sumber data sekunder dari buku-buku, jurnal, skripsi terkait dengan tema penelitian. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari penelitian yang penulis temukan, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan <em>Mijur Potang </em>yang di laksanakan setelah selesainya resepsi pernikahan di Jorong Sopo Bawak. Adapun Tujuan di laksanakannya Mijur Potang ini untuk tidak jadi pergunjingan dan tidak di kucilkan di dalam masyarakat Jorong Sopo Bawak. Mijur Potang di kejorongan Sopo Bawak Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat dikategorikan sebagai <em>'urf klas (Khusus)</em> karena hanya terdapat di daerah tertentu dan dilakukan pada saat-saat tertentu saja, Juga dikatakan sebagai <em>'urf sahih</em> karena tidak bertentangan dengan syari'at Islam.</p> Yulia Deni Hak Cipta (c) 2026 Yulia Deni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 315 324 10.57250/ajpp.v5i1.2311 Konsepsi Islam Dalam Filsafat Pendidikan Agama Islam http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2276 <p>Filsafat pendidikan Agama Islam secara umum membahas berbagai isu yang muncul di bidang pendidikan. Seperti masalah-masalah yang menyangkut rancangan kurikulum pendidikan, sasaran pendidikan, strategi pengajaran, penilaian pendidikan, hakikat pengajar, hakikat pelajar, serta hal-hal yang lain. Oleh karena itu, penting untuk dipahami pokok-pokok bahasan yang tercakup dalam filsafat pendidikan Islam. Dalam pelaksanaannya, pendidikan Islam memerlukan beragam konsep yang sesuai untuk mengarahkan kegiatan pendidikan menuju tujuan yang diharapkan. Sebaik dan sempurna apa pun suatu konsep dalam pendidikan, konsep tersebut tidak akan bermakna jika tidak didukung oleh konsep-konsep lainnya. Dengan kata lain, konsep-konsep tersebut harus saling terhubung dan berkesinambungan. Apabila implementasi suatu konsep tidak sesuai dalam praktiknya, hal itu akan mengganggu proses pembelajaran. Oleh karena itu, seluruh konsep dalam filsafat pendidikan Islam adalah persyaratan mutlak untuk melaksanakan kegiatan pendidikan Islam secara efektif.</p> Sudarmin Sudarmin Zulkifli Musthan La Hadis Hak Cipta (c) 2026 Sudarmin Sudarmin, Zulkifli Musthan, La Hadis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 325 331 10.57250/ajpp.v5i1.2276 Digital Promotion of Naruu Beach, Nias through English Content on Instagram and TikTok http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2309 <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study examines the role of English-language digital content on Instagram and TikTok in promoting Naruu Beach, Nias, as an emerging tourism destination. The rapid growth of visual-based social media has transformed destination marketing strategies, enabling lesser-known destinations to reach global audiences more effectively. Employing a qualitative descriptive research design supported by descriptive quantitative analysis, this study analyzes English-language promotional content published on Instagram and TikTok, focusing on content characteristics, storytelling strategies, visual presentation, and audience engagement metrics. Data were collected through systematic observation and documentation of relevant social media posts, including videos, captions, hashtags, and engagement indicators such as views, likes, comments, and shares. The findings indicate that the use of English as a global communication medium enhances international accessibility and destination visibility. Instagram content primarily contributes to destination image formation through visual aesthetics, while TikTok demonstrates stronger potential in expanding reach due to its algorithm-driven distribution and trend-based short videos. However, the results also reveal limitations in branding consistency, interactive engagement, and narrative depth. Despite these challenges, English-language short-form video content on Instagram and TikTok presents a cost-effective and strategic approach for promoting Naruu Beach in the global tourism market. This study contributes to digital tourism literature by providing empirical insights into social media-based promotion for emerging destinations and offers practical implications for sustainable destination marketing strategies.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Afore Tahir Harefa Etis Bago Heppy Vitasari Gulo Des Asnidar Lase Merlina Halawa Hak Cipta (c) 2026 Etis Bago, Heppy Vitasari Gulo , Des Asnidar Lase, Merlina Halawa, Afore Tahir Harefa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 332 339 10.57250/ajpp.v5i1.2309 Studi Komparasi: Perbandingan antara Hukum Waris Adat dengan Hukum Waris Menurut Kuh Perdata http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2365 <p>Tujuan penulisan ini untuk menganalisis perbedaan hukum waris adat dengan hukum waris menurut KUH Perdata dalam mengatur tentang sistem pewarisan, dan perbedaan hukum waris adat dengan hukum waris menurut KUH Perdata dalam mengatur hak dan kewajiban ahli waris. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sistem pewarisan hukum adat dan sistem pewarisan menurut KUH Perdata, pembagian warisan menurut hukum adat ditentukan oleh garis keturunan yang dianut oleh masyarakat adat, yaitu patrilineal, matrilineal dan bilateral. Selain itu, hukum waris adat juga mengenal adanya sistem kewarisan individual, kolektif, dan mayorat. Sedangkan pewarisan menurut KUH Perdata dibagi atas empat golongan yang mana golongan terdekat saja yang berhak mendapatkan warisan dan menutup golongan yang lebih jauh. Terdapat pula perbedaan antara hak dan kewajiban ahli waris dalam hukum adat dan KUH Perdata. Dalam hukum waris adat, ahli waris berhak menikmati harta peninggalan pewaris dan wajib menyelenggarakan upacara mayat dan penguburan, membayar biaya pemakaman, melunasi utang pewaris, serta menyelenggarakan upacara peringatan hari meninggalnya pewaris. Sedangkan menurut KUH Perdata, ahli waris berhak menerima atau menolak warisan. Adapun ahli waris yang menerima warisan wajib memelihara harta peninggalan, mencari cara pembagian yang sesuai dengan ketentuan, melunasi utang pewaris, dan melaksanakan wasiat jika ada.</p> Riswanda Ramadhan Hak Cipta (c) 2026 Riswanda Ramadhan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 340 347 10.57250/ajpp.v5i1.2365 Pemanfaatan Boneka Tangan dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas I Sekolah Dasar Islam Tahfizh Cahaya Quran Depok http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2323 <p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah dasar, khususnya kelas rendah, menuntut penggunaan pendekatan dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Siswa kelas I cenderung lebih mudah memahami materi yang disampaikan secara konkret, komunikatif, dan melalui aktivitas yang bersifat naratif. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran yang tepat menjadi faktor penting dalam mendukung pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keagamaan. Salah satu media yang dinilai relevan untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas rendah adalah boneka tangan. Media ini memungkinkan penyampaian materi melalui cerita dan dialog sederhana yang dekat dengan dunia anak, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan boneka tangan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas I di Sekolah Dasar Islam Tahfizh Cahaya Qur’an Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran serta wawancara sederhana dengan siswa dan guru untuk memperoleh gambaran mengenai respon siswa, dan pengalaman belajar mereka terhadap penggunaan media boneka tangan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami peran media boneka tangan dalam mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan boneka tangan mampu meningkatkan minat belajar, perhatian siswa, serta mempermudah penyampaian nilai-nilai keislaman secara komunikatif. Media boneka tangan juga membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas I sekolah dasar.</p> Syarip Hidayat Taufiq Fauzan Ginanjar Hak Cipta (c) 2026 Syarip Hidayat, Taufiq https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 348 357 10.57250/ajpp.v5i1.2323 Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak Mulia pada Siswa Mis Muhammadiyah Pulau Tello http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2345 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai akhlak mulia pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Pulau Tello, strategi dan metode yang digunakan, serta kendala yang dihadapi beserta upaya pemecahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala madrasah, dan beberapa siswa, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai teladan, fasilitator pengalaman moral, mediator sosial, dan penghubung antara sekolah dan orang tua, sementara strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi pembiasaan nilai, teladan, diskusi, role play, integrasi nilai akhlak ke mata pelajaran, serta kegiatan sosial-keagamaan. Kendala yang ditemui meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh teman sebaya, motivasi siswa yang bervariasi, keterbatasan sarana, serta jumlah siswa yang banyak, namun upaya adaptif dan inovatif guru mampu mengatasi sebagian besar tantangan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa penanaman akhlak mulia membutuhkan pendekatan holistik, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga siswa dapat menginternalisasi nilai moral secara efektif dan konsisten.</p> Syahzirwan Melayu Taufiq Fauzan Ginanjar Hak Cipta (c) 2026 Syahzirwan Melayu, Taufiq https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 358 368 10.57250/ajpp.v5i1.2345 Hubungan Harapan dengan Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang ICU RSUD Karsa Husada Batu http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2300 <p>Keluarga pasien ICU sering mengalami tekanan psikologis akibat ketidakpastian kondisi pasien, keterbatasan kontrol, dan beban emosional yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dengan kecemasan pada keluarga pasien yang dirawat di ruang <em>Intensive Care Unit</em> (ICU) RSUD Karsa Husada Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 71 anggota keluarga pasien ICU di RSUD Karsa Husada Batu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala harapan dan skala kecemasan keluarga pasien ICU yang dikembangkan melalui proses modifikasi berdasarkan teori dan konteks penelitian, serta telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas dengan nilai koefisien reliabilitas masing-masing sebesar (α = 0,747) dan (α = 0,800). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara harapan dan kecemasan keluarga pasien ICU dengan arah hubungan positif (p = 0,015; p &lt; 0,05), serta kontribusi harapan sebesar 8,2% terhadap kecemasan keluarga pasien ICU. Temuan ini menunjukkan bahwa harapan berperan dalam dinamika emosional keluarga pasien ICU, meskipun kecemasan juga dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan psikologis dan komunikasi yang efektif di lingkungan ICU.</p> Asri Widyawati Ritna Sandri Hak Cipta (c) 2026 Asri Widyawati, Ritna Sandri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 369 375 10.57250/ajpp.v5i1.2300 Behind the Mask of Achievement: How Perfectionism Fuels Impostor Syndrome in Collage Student http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2333 <p>Mayoritas&nbsp; mahasiswa mendambakan lingkungan akademik yang positif dan kompetitif. Namun,&nbsp; banyak mahasiswa menghadapi tekanan besar untuk mencapai standar tinggi dalam studi mereka. Sebagian individu merasa pencapaian prestasinya merupakan hasil keberuntungan daripada keterampilan yang dimiliki, fenomena ini dikenal sebagai <em>impostor syndrome. </em>Salah satu faktor yang mempengaruhi <em>impostor syndrome</em> adalah perfeksionisme, dimana individu memiliki kecenderungan untuk menetapkan standar yang tinggi dan berusaha untuk mencapainya disertai dengan ketidakpuasan terhadap hasil yang dicapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hubungan&nbsp; <em>impostor syndrome</em> dengan perfeksionisme khususnya pada kalangan mahasiswa. Metode pengambilan data diambil menggunakan teknik <em>probability sampling </em>dengan metode <em>cluster sampling </em>dan subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa di Indonesia dengan rentang usia 18-25 tahun. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan <em>impostor syndrome </em>dengan p&gt;0,05 dan r=0,698<em>. </em>Semakin tinggi perfeksionisme, maka semakin tinggi tingkat <em>impostor syndrome. </em>sebaliknya, semakin rendah perfeksionisme, maka semakin rendah pula <em>impostor syndrome </em>pada mahasiswa.&nbsp; Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala <em>impostor syndrome</em> dan perfeksionisme<em>. </em>Validitas instrumen dipastikan melalui&nbsp;<em>professional judgement</em><em>,&nbsp;Content Validity Index&nbsp;(CVI), Aiken's V</em>, dan analisis korelasi item total. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami hubungan perfeksionisme dengan <em>Impostor Syndrome</em> dalam diri mereka, sehingga mahasiswa dapat mengelola tekanan akademik, mengurangi keraguan diri, dan membangun kepercayaan diri yang lebih sehat.</p> Wita Indah Purnama Khairunnisa' Syarif Nurul Aiyuda Hak Cipta (c) 2026 Wita Indah Purnama, Khairunnisa' Syarif, Nurul Aiyuda https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 376 382 10.57250/ajpp.v5i1.2333 Fragile Confidence: Neuroticism as A Predictor of Impostor Syndrome in College Students http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2332 <p>Mahasiswa kerap kali dihadapkan oleh tuntutan akademik, persaingan, dan ekspektasi sosial yang tinggi dengan prestasi, sehingga rentan mengalami tekanan psikologis. Dalam situasi tersebut, sebagian mahasiswa merasa bahwa pencapaian yang diraihnya bukan berasal dari kemampuan pribadi, melainkan semata-mata karena keberuntungan atau bantuan orang lain. Mereka takut dianggap tidak kompeten dan merasa tidak pantas akan kesuksesan yang dimiliki. Kondisi ini dikenal sebagai <em>impostor syndrome</em>. Salah satu aspek kepribadian yang diduga berperan dalam kecenderungan tersebut adalah <em>neuroticism</em>, yakni karakteristik individu yang mudah mengalami emosi negatif seperti cemas, ragu, dan tidak percaya diri. Individu dengan tingkat <em>neuroticism </em>yang tinggi diyakini lebih rentan mengalami <em>impostor syndrome</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa di Indonesia dengan rentang usia 19-25 tahun, dengan jumlah subjek 179 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik <em>cluster sampling </em>dengan menggunakan metode <em>one stage cluster sampling. </em>Hasil pada penelitian ini terdapat hubungan positif yang signifikan antara <em>neuroticism</em> dengan <em>impostor syndrome</em>. Hasil uji hipotesis diperoleh koefisien korelasi r = 0,738 dengan signifikan p = 0,000 (p&lt;0.005). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>neuroticism</em> maka akan semakin tinggi <em>impostor syndrome</em> pada mahasiswa.</p> Nasywa Hafizah Itto Nesyia Nasution Nurul Aiyuda Hak Cipta (c) 2026 Nasywa Hafizah, Itto Nesyia Nasution, Nurul Aiyuda https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 383 391 10.57250/ajpp.v5i1.2332 Implikasi Proses Pembelajaran secara Luring dan Daring terhadap IPK Mahasiswa FMIPA Universitas Tanjungpura http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2355 <p>Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak proses pembelajaran daring dan luring terhadap kepuasan mahasiswa dan korelasinya dengan peningkatan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura. Metode survei diterapkan dengan menggunakan pengambilan sampel acak bert stratified, melibatkan 437 responden dari berbagai program studi. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, menghasilkan nilai alpha Cronbach sebesar 0,917, menunjukkan reliabilitas yang tinggi. Data dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur kepuasan mahasiswa di berbagai aspek pelayanan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan akademik termasuk dalam kategori baik–sangat baik, dengan skor interval rata-rata berkisar antara 3,01 hingga 3,43. Analisis IPK menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pembelajaran daring (3,12–3,48) dan hibrida (3,37–3,42) dibandingkan dengan pembelajaran luring (3,09–3,18). Hasil ini menegaskan bahwa variasi metode pembelajaran memengaruhi prestasi akademik mahasiswa, sementara survei kepuasan memberikan dasar empiris untuk pembuatan kebijakan guna meningkatkan kualitas akademik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura.</p> Sukal Minsas Elvi Rusmiyanto P.W. Reny Puspita Sari Endah Sayekti Hasanuddin Muhardi Nurfitri Imroah Yudhi Puji Ardiningsih Irma Nirmala Hak Cipta (c) 2026 Sukal Minsas, Elvi Rusmiyanto P.W., Reny Puspita Sari, Endah Sayekti, Hasanuddin, Muhardi, Nurfitri Imroah, Yudhi, Puji Ardiningsih, Irma Nirmala https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 392 400 10.57250/ajpp.v5i1.2355 Innovation in Career Guidance Services For High School Students Through the Discovery Learning Model http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2354 <p>Career guidance is closely related to the career development of high school students in the educational environment. Career guidance services have obstacles, one of which is that the service approach has not been running optimally so that one approach model is needed, one of which is discovery learning. The purpose of this study is to examine insights into analyzing career guidance services for high school students through the Discovery Learning approach. The research method used in this study is a descriptive qualitative approach. This approach was chosen because it is to explore and analyze career guidance services for high school students through the Discovery Learning approach. Data sources used include accredited scientific journals and relevant research reports, especially those published in the last 5 years, to ensure the collected data is up-to-date and contextual. The analysis procedure was carried out by identifying the main themes that emerged in the literature related to career guidance services for high school students through the Discovery Learning approach. The results of the study show that the discovery learning approach in career guidance services can be developed through several steps or stages of service, which adapt the principles of discovery learning . The stages that are often used include: 1) Stimulus: 2) Problem identification, 3) Data / information collection 4) Processing and verification of information, 5) Generalization / reflection. In addition, the Discovery Learning approach increases students' active involvement in the career guidance service process, because students play an active role in finding information and constructing meaning for their own career understanding.</p> Abdul Hadi Edi Purwanta Budi Astuti Hak Cipta (c) 2026 Abdul Hadi, Edi Purwanta, Budi Astuti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 401 407 10.57250/ajpp.v5i1.2354 Pengaruh Pembelajaran Multimedia Interaktif Menggunkaan Aplikasi Nearpod terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih pada Kelas IX di MTsN 1 Padang http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2356 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh penggunaan pembelajaran multimedia interaktif menggunakan aplikasi Nearpod terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih kelas IX di MTsN 1 Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dan pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dengan penggunaan media yang terbatas, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang interaktif untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX MTsN 1 Padang, sedangkan sampel terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan pembelajaran multimedia interaktif menggunakan aplikasi Nearpod terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih. Temuan penelitian ini adalah bahwa penggunaan media pembelajaran multimedia interaktif menggunakan aplikasi Nearpod dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara efektif dengan rata-rata nilai post-test kelas eksperimen 81,33, sedangkan nilai rata-rata post-test kelas kontrol 73,64. Dibuktikan melalui uji hipotesis menggunakan dengan SPSS versi 31 Hasil yang diperoleh dari uji Independent Sample T-test menunjukkan bahwa nilai Sig. (2 tailed) &lt; 0,001. Jika nilai Sig. (2 tailed) &lt; 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran multimedia interaktif menggunakan aplikasi Nearpod terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih kelas IX di MTsN 1 Padang. Penelitian ini merekomendasikan agar media pembelajaran multimedia interaktif menggunakan aplikasi Nearpod dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran untuk memvariasikan media pembelajaran di kelas pada mata pelajaran Fikih, karena berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa.</p> Miftahul Husnah Sasmi Nelwati Gusmaneli Hak Cipta (c) 2026 Miftahul Husnah, Sasmi Nelwati, Gusmaneli https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 408 415 10.57250/ajpp.v5i1.2356 Pengaruh Identitas Visual UMKM Java Bamboo Lamina terhadap Persepsi Konsumen Generasi Muda http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2358 <p>Penelitian ini menganalisis pengaruh identitas visual terhadap persepsi konsumen generasi muda terhadap UMKM Java Bamboo Lamina. Elemen identitas visual seperti logo, warna, tipografi, dan fotografi produk berperan penting dalam membentuk citra merek, kepercayaan, serta minat beli, khususnya bagi konsumen muda yang cenderung berorientasi visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner online kepada 20 responden berusia 20–25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas visual yang dirancang dengan baik dan konsisten berpengaruh positif terhadap persepsi kualitas, kredibilitas merek, dan minat beli. Dengan demikian, identitas visual berfungsi sebagai alat strategis untuk memperkuat daya saing UMKM.</p> Satrio Wahyu Widhayat Raden Hadapiningrani Kusumohendrarto Hak Cipta (c) 2026 Satrio Wahyu Widhayat, Raden Hadapiningrani Kusumohendrarto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 416 435 10.57250/ajpp.v5i1.2358 The Contribution of Psychological Assessment to the Investigation of Perpetrators' Motives in the Indonesian Criminal Justice System http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2347 <p>Artikel ini bertujuan menganalisis kontribusi asesmen psikologis terhadap penelusuran motif pelaku kejahatan dalam peradilan pidana Indonesia. Artikel ini menerapkan metode studi kepustakaan dengan menghimpun dan mengkaji sumber bahan dari buku, artikel jurnal, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan kontribusi asesmen psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen psikologis melalui instrumen seperti Thematic Apperception Test (TAT), Rorschach Comprehensive System (RCS), Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2), Wechsler Adult Intelligence Scale-IV (WAIS-IV), Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS), serta alat ukur risiko seperti Historical Clinical Risk Management-20 Version 3 (HCR-20 V3) dan Sexual Violence Risk-20 (SVR-20) mampu mengindetifikasi motif laten, menilai kondisi kognitif, memetakan kecenderungan kepribadian, dan menentukan kapasitas pertanggungjawaban pelaku. Asesmen ini memberikan kontribusi yang krusial dalam memperjelas unsur <em>mens rea</em>, menilai imputabilitas, dan memprediksi potensi residivisme. Dengan demikian, integrasi asesmen psikologis dalam proses peradilan pidana dapat memperkuat akurasi pembuktian, menghadirkan pemahaman lebih dalam mengenai perilaku kejahatan, dan mendukung putusan yang lebih proporsional serta berbasis bukti ilmiah.</p> Rhesas Shalatan Tengku Niesrina Syakira Sekar Arum Gayatri Herninda Qoyyumi Zulfandari Angeli Dwi Agustin Hak Cipta (c) 2026 Rhesas Shalatan, Tengku Niesrina Syakira, Sekar Arum Gayatri, Herninda Qoyyumi Zulfandari; Angeli Dwi Agustin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 436 443 10.57250/ajpp.v5i1.2347 Analisis Komparasi Kepuasan Kerja Perawat Indonesia yang Bekerja di Indonesia dan Jepang http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2363 <p>Perawat memegang peranan penting dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga tingkat kepuasan kerja perawat merupakan aspek krusial yang menjadi perhatian. Perbedaan sistem kerja, budaya organisasi, serta lingkungan pekerjaan antar negara diduga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja perawat. Penelitian bertujuan guna menganalisis serta membandingkan kepuasan kerja perawat Indonesia yang bekerja di Indonesia dan Jepang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Responden penelitian ini sebanyak 192 perawat Indonesia (96 perawat di Indonesia dan 96 perawat Indonesia di Jepang) yang didapatkan mempergunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kepuasan kerja Hapsari (2019). Analisi data mempergunakan uji independent samples t-test guna memahami pertidaksamaan kepuasan kerja dari masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kerja perawat di kedua negara berada pada kategori sedang. Di Indonesia, sebanyak 62,50% perawat berada pada kategori kepuasan kerja sedang, sedangkan di Jepang mencapai 76,04%. Meskipun demikian, nilai rata-rata kepuasan kerja perawat Indonesia yang bekerja di dalam negeri (M = 31,47) lebih tinggi dibandingkan perawat Indonesia yang bekerja di Jepang. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan kepuasan kerja yang signifikan antara kedua kelompok perawat, sehingga hipotesis Ha diterima.</p> Andareas Kiser Purba Suci Rahma Nio Hak Cipta (c) 2026 Andareas Kiser Purba, Suci Rahma Nio https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 444 453 10.57250/ajpp.v5i1.2363 Integrasi Sosial Siswa Multikultural di SMA Negeri 1 Lembah Melintang Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2364 <p>Artikel ini membahas proses integrasi sosial dan proses penanaman nilai-nilai multikultural pada siswa multikultural di SMA Negeri 1 Lembah Melintang, Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi di SMA Negeri 1 Lembah Melintang. Berdasarkan kajian tersebut ditemukan bahwa proses integrasi yang terjadi di SMA Negeri 1 Lembah Melintang dominan proses akulturasi budaya, dimana terjadi proses perpaduan antara dua kebudayaan atau lebih tanpa meninggalkan kebudayaan asli. Proses perpaduan antara budaya Minangkabau dan Mandailing terjadi terjadi melalui pemakaian bahasa Nasional (bahasa Indonesia) dalam bahasa sehari-hari di sekolah. Kemudian proses penanaman nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran dikelas (dalam kurikulum) dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler siswa.</p> Zaid Bin Ahmad El Basthoh Sri Wahyuni Hak Cipta (c) 2026 Zaid Bin Ahmad, El Basthoh , Sri Wahyuni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 454 462 10.57250/ajpp.v5i1.2364 Pengaruh Beban Kerja dan Jarak Kekuasaan terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB) pada Karyawan Generasi Z http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2325 <p>Stereotipe Gen Z sebagai karyawan yang melekat berkaitan dengan cara komunikasi, nilai-nilai, dan preferensi dalam hal teknologis serta bagaimana cara mereka mengatasi permasalahan. Sifat-sifat Gen Z yang cenderung individualis dan kurang berperan dalam kelompok merupakan hal yang sangat bertolak belakang dari OCB (<em>Organizational Citizenship Behaviour</em>). Karyawan gen z yang memiliki OCB dapat meningkatkan kinerja karyawan, memperbaiki interaksi sosial pekerja, mengurangi konflik dan meningkatkan efisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiric pengaruh beban kerja dan jarak kekuasaan terhadap OCB pada karyawan generasi Z. Respnden penelitian ini berjumlah 199 karyawan generasi Z yang memiliki atasan. Teknik pengumpulan daya menggunakan kuesioner online melalui google forms. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini adalah uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai F sebesar 375,269 dengan nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,005) dan nilai R Square sebesar 0,794 artinya 79,4% mempengaruhi dan 20,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari beban kerja dan jarak kekuasaan terhadap <em>Organizational Citizenship Behaviour</em> (OCB) pada karyawan generasi Z.</p> Tifal Aviva Damhuri Maria Chrisnatalia Hak Cipta (c) 2026 Tifal Aviva Damhuri, Maria Chrisnatalia https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 463 472 10.57250/ajpp.v5i1.2325 Studi Analisis Model Pembelajaran Game Based Learning dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar: Kajian Literatur http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2367 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan inovasi pembelajaran di sekolah dasar untuk meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan siswa yang masih rendah akibat dominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Game Based Learning (GBL) dalam pembelajaran di sekolah dasar melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 20 artikel penelitian nasional dan internasional yang relevan dalam rentang lima tahun terakhir. Proses analisis meliputi identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model GBL secara konsisten berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada berbagai mata pelajaran, terutama IPA dan matematika, dengan rata-rata peningkatan capaian akademik antara 15–25%. Selain itu, GBL terbukti meningkatkan motivasi intrinsik, keterlibatan aktif, kemampuan berpikir kritis, serta kolaborasi siswa. Model GBL berbasis digital menunjukkan efektivitas lebih tinggi dibandingkan permainan konvensional karena menyediakan umpan balik instan dan visualisasi interaktif. Dengan demikian, GBL merupakan pendekatan inovatif yang efektif dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar.</p> Syamsurijal Hak Cipta (c) 2026 Syamsurijal https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-25 2026-02-25 5 1 473 481 10.57250/ajpp.v5i1.2367 Pengaruh Dukungan Keluarga dan College Sense of Belonging terhadap College Adjustment Mahasiswa Tahun Pertama http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2158 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penyesuaian diri yang dialami oleh mahasiswa tahun pertama dalam menghadapi berbagai perubahan selama masa transisi ke perguruan tinggi. Dukungan keluarga dan <em>college sense of belonging</em> dinilai dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan mahasiswa tahun pertama menyesuaikan diri dengan kehidupan perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dukungan keluarga dan <em>college sense of belonging</em> terhadap <em>college adjustment</em> mahasiswa tahun pertama. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey, dan melibatkan 366 mahasiswa tahun pertama UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala <em>college adjustment</em>, skala dukungan keluarga, dan skala <em>college sense of belonging</em>, secara daring melalui <em>google form</em>. Hasil analisis data ditemukan terdapat pengaruh positif dukungan keluarga dan <em>college sense of belonging</em> secara parsial maupun simultan terhadap <em>college adjustment</em> dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 46,2%. Hasil tersebut disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat dukungan keluarga dan <em>college sense of belonging</em> maka semakin baik pula <em>college adjustment</em> mahasiswa tahun pertama.</p> Bintan Bahrilia Ilma Hak Cipta (c) 2026 Bintan Bahrilia Ilma https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-26 2026-02-26 5 1 482 488 10.57250/ajpp.v5i1.2158 Dukungan Sosial pada Perempuan Penyintas Kanker yang tidak Menikah : Sebuah Studi Kasus http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2350 <p>Dalam perspektif psikologi kesehatan dan konseling, penelitian ini mengkaji dukungan sosial pada perempuan penyintas kanker payudara yang tidak menikah sebagai faktor psikososial penting dalam proses adaptasi terhadap penyakit. Tujuan penelitian adalah memahami secara mendalam peran keluarga dan komunitas dalam mendukung resiliensi, kesejahteraan spiritual, dan religiusitas penyintas dengan prognosis buruk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap satu partisipan perempuan penyintas kanker payudara yang tidak menikah, dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari komunitas, khususnya teman dan lingkungan religius, memiliki peran yang lebih signifikan dibandingkan dukungan keluarga dalam menjaga daya juang, harapan, dan kestabilan emosional partisipan. Penelitian ini berkontribusi memperkaya literatur psikologi kesehatan dengan menyoroti pengalaman kelompok yang kurang tereksplorasi dalam konteks budaya Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial berbasis komunitas bagi penyintas kanker dengan keterbatasan dukungan keluarga.</p> Silva Liem Sherly Tju Meriana Hak Cipta (c) 2026 Silva Liem, Sherly, Tju Meriana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-26 2026-02-26 5 1 489 495 10.57250/ajpp.v5i1.2350 Regulasi Emosi berperan terhadap Kesejahteraan Sekolah?: Studi Korelasional pada Siswa SMA http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2368 <p>Kesejahteraan sekolah merupakan topik yang penting untuk dibahas dalam dunia pendidikan. Permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa khususnya di lingkungan sekolah tentu akan mempengaruhi kesejahteraan sekolahnya. Regulasi emosi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan siswa di sekolah. Maka dari itu penelitian kali ini bertujuan untuk menganalisis peran regulasi emosi terhadap kesejahteraan sekolah siswa-siswi kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Bintauna. Penelitian kali ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Adapun yang menjadi populasi adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Bintauna. Pengumpulan data menggunakan skala skala kesejahteraan sekolah dan skala regulasi emosi. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan dimana nilai p = 0,000 (p&lt;0,01) yang berarti regulasi emosi berperan secara sangat signifikan terhadap kesejahteraan sekolah. Selain itu regulasi emosi mampu memberikan kontribusi sebesar 12,3% terhadap kesejahteraan sekolah. Kesimpulan dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa adanya peran yang sangat signifikan antara regulasi emosi terhadap kesejahteraan sekolah siswa-siswi kelas X dan XI SMA Negeri 1 Bintauna.</p> Amalia Muthmainnah Lundeto Adri Lundeto Dewi Fortuna Septiantika Hak Cipta (c) 2026 Amalia Muthmainnah Lundeto, Adri Lundeto, Dewi Fortuna Septiantika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-26 2026-02-26 5 1 496 503 10.57250/ajpp.v5i1.2368 Tazkiyatun Nafs dan Tantangan Digital: Integrasi Psikologi Islam dalam Menjaga Kesehatan Mental http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2126 <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental, ditandai dengan meningkatnya kecemasan, kelelahan emosional, gangguan regulasi diri, dan krisis makna hidup. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan mental yang bersifat teknis-psikologis semata belum sepenuhnya memadai untuk menjawab kompleksitas tantangan psikologis era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep tazkiyatun nafs dalam kerangka Psikologi Islam serta relevansinya dalam menjaga kesehatan mental di tengah dominasi teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang membahas psikologi Islam, kesehatan mental, spiritualitas, serta dinamika psikologis di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs merupakan proses penyucian dan pengembangan jiwa yang berfungsi sebagai mekanisme regulasi diri spiritual, mencakup pengendalian emosi, pengelolaan dorongan nafsu, dan pencapaian ketenangan jiwa (ithmi’nan al-nafs). Dalam konteks digital, tazkiyatun nafs berperan sebagai faktor protektif yang memoderasi dampak negatif paparan teknologi terhadap kesehatan mental. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi tazkiyatun nafs dalam pendekatan kesehatan mental menawarkan kerangka preventif dan transformatif yang relevan untuk menghadapi tantangan psikologis era digital.</p> Dinda Aulia Nurhillal Bestari Yuliana Intan Lestari Hak Cipta (c) 2026 Dinda Aulia, Nurhillal Bestari, Yuliana Intan Lestari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-26 2026-02-26 5 1 504 514 10.57250/ajpp.v5i1.2126 Integrasi Psikologi Pendidikan dalam Implementasi Pendidikan Inklusif: Tantangan dan Strategi Penguatan di Sekolah http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2160 <p>Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak setiap peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang adil dan bermakna, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, implementasi pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait keterbatasan pemahaman guru terhadap aspek psikologis peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi prinsip-prinsip psikologi pendidikan dalam praktik pendidikan inklusif serta mengidentifikasi tantangan dan strategi penguatannya dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan terhadap artikel jurnal, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mensintesis teori psikologi pendidikan kontemporer, praktik pendidikan inklusif, serta temuan empiris terkait kesejahteraan dan kualitas pembelajaran peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi psikologi pendidikan melalui pendekatan humanistik, konstruktivisme sosial, ekologi perkembangan, psikologi positif, dan pendidikan multikultural memiliki peran signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, empatik, dan berkeadilan. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi psikologis guru, stigma sosial, kebijakan sekolah yang belum ramah psikologis, serta lemahnya kolaborasi multipihak masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif yang melibatkan penguatan kebijakan, peningkatan kompetensi psikopedagogis guru, dan pengembangan budaya sekolah inklusif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan psikologis peserta didik secara berkelanjutan.</p> Muhammad Abdul Aziz Siti Mumun Muniroh Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Abdul Aziz, Siti Mumun Muniroh https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-26 2026-02-26 5 1 515 523 10.57250/ajpp.v5i1.2160 Peran 3T (Takhalli, Tahalli, dan Tajalli) terhadap Resiliensi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2371 <p>Dalam menempuh perjalanan perkuliahan, mahasiswa akan menghadapi berbagai tuntutan dan tekanan yang beragam pada setiap semester, tak terkecuali mahasiswa tingkat akhir yang perlu menyelesaikan serangkaian tugas akhir secara individu. Mahasiswa tingkat akhir diharapkan dapat menyesuaikan diri dan bangkit dalam menghadapi berbagai situasi dan permasalahan akademik yang sulit disebabkan oleh resiliensi akademik yang rendah. Resiliensi akademik rendah membuat mahasiswa tidak dapat menemukan solusi untuk bangkit dan cenderung tidak tahan dengan kesulitan yang dihadapi sehingga memilih untuk bertindak spontan tanpa adanya pemikiran yang matang. Peran 3T (Takhalli, Tahalli, dan Tajalli) menjadi salah satu metode untuk meningkatkan resiliensi. Metode ini mampu mengantarkan individu untuk mencapai aktualisasi diri tidak hanya pada hal duniawi, tetapi juga perihal akhirat.</p> Alya Oktavia Sari Qorri Aina Avelia Oktafeliza Fildatusyifa Rajni Warastri Manyari Theo Dora Erina Clarisa Fasya Mutiarsi Hazhira Qudsyi Hak Cipta (c) 2026 Alya Oktavia Sari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-27 2026-02-27 5 1 524 532 10.57250/ajpp.v5i1.2371 Hubungan Harga Diri dan Kesejahteraan Psikologis pada Dewasa Awal yang Menganggur http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2348 <p>Harga diri merupakan bentuk pemahaman seseorang mengenai diri sendiri dan lingkungan hidupnya, sehingga individu mampu beradaptasi terhadap lingkungan sosial serta mampu membawa diri dalam berbagai situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris mengenai hubungan anatara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang menganggur. Pada penelitian ini menggunakan skala harga diri yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek harga diri dari Hatherton dan Polivy (1991) dan skala kesejahteraan psikologis berdasarkan dimensi-dimensi menurut Ryff (1989). Penelitian ini menggunakan 100 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment, apabila telah memenuhi uji asumsi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan antara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang menganggur dengan nilai oefisien korelasi sebesar 0,851 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p&lt;0,01) dengan taraf keeratan sangat erat.</p> Nadila Larasati Ira Puspitawati Rini Tesniwati Hak Cipta (c) 2026 Nadila Larasati, Ira Puspitawati, Rini Tesniwati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-27 2026-02-27 5 1 533 544 10.57250/ajpp.v5i1.2348 Pandangan Iman Kristen terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Aplikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2372 <p>Pergumulan antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan serta teknologi, sepanjang sejarah kehidupan manusia banyak menimbulkan pro dan kontra. Tetapi apakah benar iman Kristen menentang ilmu pengetahuan dan teknologi juga sebaliknya ilmu pengetahuan dan teknologi menentang iman Kristen? Tujuan penulisan ini mau menjawab pertanyaan tersebut, memberi keseragaman pandangan antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan, teknologi dalam dunia Pendidikan Kristen. Pendekatan penulisan&nbsp; ini memakai pendekatan penelitian buku dan deskriptif komparatif antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan harapan pro dan kontra antara dua pandangan, baik iman Kristen dan ilmu pengetahuan serta teknologi dapat di terima oleh kedua kelompok ini. Pendidikan Agama Kristen sebagai sarana pembentukan karakter para peserta didik sebagai pribadi yang beriman, harus memberikan pandangan yang berdasarkan iman Kristen terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Iman Kristen dan generasi gereja yang berpendidikan dewasa ini diperhadapkan dengan kemajuan tekhnologi (era digitalisasi) yang sedikit banyak mempengaruhi pemikiran dan keimanan yang mewakili&nbsp; era saat ini. Pendidikan Agama Kristen harus mampu menjawab hal ini melalui pendekatan iman dan science, di mana segala sesuatu bermula dari iman dan di kembangkan dalam science. Teknologi kekinian zaman sekarang hadir dari produk iman Kristen yang percaya kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta dan manusia yang di perlengkapi oleh akal budi. Alam semesta menyediakan materimateri yang bisa di kembangkan oleh manusia melalui akal budi yang di sediakan oleh Tuhan.</p> Pratiwi H Simanullang Hak Cipta (c) 2026 Pratiwi H Simanullang https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-28 2026-02-28 5 1 545 551 10.57250/ajpp.v5i1.2372 Ketahanan Psikologis Single Father dalam Menghadapi Tekanan Peran Ganda http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2088 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan psikologis single father dalam menghadapi tekanan peran ganda melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Fokus penelitian diarahkan pada ayah tunggal yang menjalankan peran sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama anak, sebuah kelompok yang masih relatif kurang mendapat perhatian dalam kajian psikologi keluarga. Sumber data diperoleh dari Google Scholar dan SciSpace dengan total 557 artikel yang teridentifikasi, kemudian diseleksi secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, sehingga diperoleh 30 artikel yang dianalisis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketahanan psikologis single father merupakan proses adaptif yang bersifat multidimensional dan kontekstual, dipengaruhi oleh regulasi emosi, pemaknaan peran ayah, dukungan sosial, nilai spiritual, serta relasi ayah–anak. Tekanan peran ganda tidak semata-mata berdampak negatif, tetapi dalam kondisi tertentu justru mendorong terbentuknya ketahanan psikologis dan ketahanan keluarga. Penelitian ini juga mengungkap adanya kesenjangan penelitian akibat dominasi studi tentang single mother, sehingga pengalaman psikologis ayah tunggal kerap terpinggirkan. Temuan penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperluas kajian ketahanan psikologis dalam psikologi keluarga dan secara praktis memberikan dasar bagi pengembangan intervensi psikososial serta kebijakan yang lebih inklusif bagi single father di Indonesia.</p> Nisa Ali Hak Cipta (c) 2026 Nisa Ali https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-28 2026-02-28 5 1 552 559 10.57250/ajpp.v5i1.2088 Hubungan Kecakapan Hidup Abad 21 dengan Psikologi Perkembangan Peserta Didik: Studi Literatur http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2139 <p>Pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan kecakapan hidup yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mencangkup kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas (4C), serta aspek sosial-emosional dan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecakapan hidup abad ke-21 yang relevan dalam pendidikan, memahami karakteristik perkembangan psikologi peserta didik, serta menganalisis hubungan keduanya beserta implikasi pedagogiknya. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan menelaah artikel, buku, prosiding, dan tesis yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021-2025. Pencarian literatur dilakukan melalui basis dan data Scopus, ScienceDirect, ResearchGate, Google Scholar, Sinta, dan Garuda, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecakapan hidup abad ke-21 secara konsisten berfokus pada kompetensi 4C, dengan berpikir kritis sebagai keterampilan yang paling dominan. Selain itu, literasi digital, <em>soft skills</em>, serta keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam pengembangan peserta didik. Temuan juga mengungkap bahwa pengembangan kecakapan tersebut sangat dipengaruhi oleh tahap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran yang selaras dengan psikologi perkembangan, bersifat kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional dan teknologi dinilai lebih efektif. Kesimpulannya, Sinergi antara kecakapan hidup abad ke-21 dan pemahaman psikologi perkembangan merupakan kunci dalam menciptakan praktik pendidikan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.</p> Nayla Farhah Ayudhya Rembulan Eryani Gumilangsari Cherry Noor Rizkia Normalasari Hak Cipta (c) 2026 Nayla Farhah Ayudhya, Rembulan Eryani Gumilangsari, Cherry Noor Rizkia, Normalasari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-28 2026-02-28 5 1 560 571 10.57250/ajpp.v5i1.2139 Hubungan Antara Culture shock dan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Perantau Program S1 dan Vokasi Angkatan 2021 di Universitas Bina Darma http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2377 <p>Mahasiswa perantau kerap dihadapkan pada perbedaan budaya, bahasa, dan pola interaksi sosial yang berpotensi menimbulkan <em>Culture shock</em>. Secara empiris, fenomena ini masih banyak ditemukan pada mahasiswa perantau, khususnya angkatan 2021 yang mengalami transisi dari pembelajaran daring ke tatap muka. Secara ideal, mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri secara optimal agar dapat berfungsi secara akademik dan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>Culture shock</em> dan penyesuaian diri pada mahasiswa perantau angkatan 2021 di Universitas Bina Darma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 167 mahasiswa perantau angkatan 2021 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui skala penyesuaian diri dan skala <em>Culture shock</em> yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara penyesuaian diri dan <em>Culture shock</em> (r = -0,613; p = 0,000), yang berarti semakin rendah tingkat penyesuaian diri, maka semakin tinggi <em>Culture shock</em> yang dialami mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan kemampuan penyesuaian diri dalam menekan dampak <em>Culture shock</em>. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya program pendampingan, orientasi, dan layanan konseling bagi mahasiswa perantau guna mendukung proses adaptasi akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi.</p> Dian Septa Riani Nuzsep Almigo Hak Cipta (c) 2026 Dian Septa Riani, Nuzsep Almigo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-01 2026-03-01 5 1 572 578 10.57250/ajpp.v5i1.2377 Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Self-Esteem Peserta Didik di SMP Islam Terpadu Hidayatul Qur’an Boarding School Banjarbaru http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2344 <p><em>Self-esteem</em> peserta didik merupakan aspek penting adalah perkembangan psikologis yang mempengaruhi motivasi belajar, kemampuan beradaptasi dan kualitas interaksi sosial di sekolah. Pada lingkungan <em>boarding school</em>, peserta didik hidup dalam interaksi intensif selama 24 jam, sehingga lingkungan sosial menjadi faktor yang sangat menentukan dalam pembentukan <em>self-esteem</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap <em>self-esteem</em> peserta didik di SMP Islam Terpadu Hidayatul Qur’an <em>Boarding School</em> Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner online menggunakan Google Form kepada 73 peserta didik yang dipilih menggunakan Teknik proportional random sampling dari total populasi 126 siswa. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan IBM SPSS versi 25 untuk menguji pengaruh variabel lingkungan sosial terhadap <em>self-esteem</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan sosial peserta didik berada pada taraf yang kurang optimal. Uji regresi menunjukan bahwa lingkungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>self-esteem</em>, dengan nilai thitung&gt;ttabel dan Sig. &lt;0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,326 menunjukan bahwa lingkungan sosial menjelaskan 32,6% variansi <em>self-esteem</em> peserta didik. Dengan demikian, lingkungan sosial yang positif, suportif dan harmonis terbukti mampu meningatkan <em>self-esteem</em> peserta didik secara signifikan dalam konteks sekolah berasrama.</p> Helyatul Aulia Hak Cipta (c) 2026 Helyatul Aulia https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-04 2026-03-04 5 1 579 585 10.57250/ajpp.v5i1.2344 Stres Akademik dan Kecenderungan Impulsive Buying pada Mahasiswa di Yogyakarta http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/1171 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan kecenderungan <em>Impulsive Buying </em>pada mahasiswa di Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang positif dan signifikan antara stres akademik dengan kecenderungan perilaku <em>impulsive buying</em> pada mahasiswa di Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang mahasiswa. Cara pengambilan subjek dengan menggunakan <em>sampling purposive</em>. Pengambilan data penelitian ini menggunakan Skala Stres Akademik dan Skala <em>Impulsive Buying</em> . Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi<em> Product Momen and person</em>. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,331 dengan p = 0,000 (p &lt; 0,050). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Stres Akademik dengan <em>Impulsive Buying</em>. Diterima nya hipotesis dalam penelitian ini menunjukan koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,109 yang menunjukan bahwa variabel Stres akademik menunjukan kontribusi (10,9%) terhadap <em>Impulsive Buying</em> dan sisanya (89,1%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.</p> Angelina Dyah Arum Setyaningtyas Tiara Ridwan Rahmawan Hak Cipta (c) 2026 Angelina Dyah Arum Setyaningtyas, Tiara, Ridwan Rahmawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-04 2026-03-04 5 1 586 594 10.57250/ajpp.v5i1.1171 Evaluasi Penerapan Kurikulum Merdeka di TK Adhyaksa XII Kendari http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2385 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil evaluasi penerapan Kurikulum Merdeka di TK Adhyaksa XII Kendari serta menganalisis dampak dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh menggunakan model CIPP (<em>Context, Input, Process, Product</em>) untuk melihat sejauh mana keberhasilan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kurikulum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema kultural. Subjek penelitian melibatkan Kepala Sekolah serta guru-guru di TK Adhyaksa XII Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada aspek Konteks, visi, misi, dan tujuan sekolah telah selaras dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka untuk mewujudkan peserta didik yang cerdas, kreatif, dan berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. (2) Pada aspek Input, kualitas tenaga pendidik telah memenuhi kualifikasi akademik PAUD dan didukung oleh sarana prasarana yang sesuai dengan standar nasional. (3) Pada aspek Proses, guru telah menyusun perangkat ajar secara lengkap (modul ajar dan modul proyek) serta menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi, meskipun masih terdapat kendala dalam penguasaan teknologi digital oleh sebagian guru. (4) Pada aspek Product, penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap capaian perkembangan anak, khususnya dalam kreativitas dan kemandirian melalui kegiatan berbasis proyek. Secara keseluruhan, TK Adhyaksa XII Kendari telah mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara progresif sesuai dengan regulasi pemerintah.</p> Wahyu Nur Sheila Muhamad Safiuddin Saranani Damsir D Hak Cipta (c) 2026 Wahyu Nur Sheila https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-06 2026-03-06 5 1 595 603 10.57250/ajpp.v5i1.2385 Metode Guru dalam Mengembangkan Kedisiplinan pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Sangia Jampaka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2400 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang dilakukan guru untuk mengembangkan kedisiplinan pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Sangia Jampaka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Subjek penelitian ini adalah 2 orang guru dan Kepala Sekolah TK Negeri Sangia Jampaka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode guru dalam mengembangkan kedisiplinan pada anak usia 5-6 tahun dilakukan melalui beberapa metode yang disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan anak. Metode yang diterapkan lebih menekankan pada: 1) metode cerita, dengan menceritakan kisah-kisah yang menarik yang mengandung pesan moral dan nilai-nilai disiplin sehingga anak lebih memahami perilaku apa saja yang dapat ditiru dalam cerita tersebut. 2) Metode keteladanan/contoh, guru memberikan contoh secara langsung perilaku disiplin kepada anak. 3) Metode pembiasaan, guru membiasakan anak melakukan kegiatan secara teratur dan konsisten setiap hari. 4) Metode apresiasi, digunakan sebagai bentuk penguatan positif yang diberikan ketika anak menunjukkan perilaku disiplin. 5) Pemberian konsekuensi, digunakan untuk menyadarkan anak bahwa perbuatan yang dilakukan itu salah. 6) Kerjasama antara guru dan orang tua, dengan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua, sehingga akan menjadikan keberhasilan pengembangan kedisiplinan pada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode yang diterapkan sudah berjalan dengan baik. Guru telah menggunkan berbagai metode yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.</p> Riska Muamal Gadafi Damsir D Hak Cipta (c) 2026 Riska, Muamal Gadafi, Damsir D https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-12 2026-03-12 5 1 604 609 10.57250/ajpp.v5i1.2400 Pengaruh Job Insecurity dan Beban Kerja pada Kepuasan Kerja Guru Honorer Sekolah Dasar Negeri http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2384 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh job insecurity dan beban kerja terhadap kepuasan kerja pada guru honorer Sekolah Dasar Negeri (SDN). Guru honorer menghadapi ketidakpastian status kepegawaian dan beban kerja yang tinggi, yang berpotensi menurunkan kepuasan kerja dan berdampak pada kualitas pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi berganda. Populasi penelitian adalah guru honorer SDN di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dengan jumlah sampel 93 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala kepuasan kerja yang diadaptasi dari Job Satisfaction Survey (JSS) Spector (2000), skala job insecurity berdasarkan dimensi Liebert dan Morris (1967), serta skala beban kerja berdasarkan dimensi Hart dan Staveland (1988). Analisis data menggunakan regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, job insecurity dan beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (F = 2,499; p = 0,088 &gt; 0,05) dengan kontribusi sebesar 5,3%. Secara parsial, job insecurity berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (β = -0,218; p = 0,037 &lt; 0,05), sedangkan beban kerja tidak berpengaruh signifikan (β = -0,081; p = 0,432 &gt; 0,05). Tingkat kepuasan kerja, job insecurity, dan beban kerja seluruhnya berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa job insecurity merupakan faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi kepuasan kerja dibandingkan beban kerja. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan Psikologi Industri dan Organisasi, khususnya dalam konteks tenaga pendidik non-PNS, serta implikasi praktis bagi pemangku kebijakan untuk menciptakan kepastian status kerja dan dukungan organisasi bagi guru honorer.</p> Rianda Novalina Seniadini Hak Cipta (c) 2026 Rianda Novalina Seniadini https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-15 2026-03-15 5 1 610 621 10.57250/ajpp.v5i1.2384 Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Eksploitasi Seksual Menurut UU Perlindungan Anak http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2409 <p>Eksploitasi seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk kejahatan serius yang mengancam hak asasi dan masa depan anak. Fenomena ini menunjukkan bahwa anak sebagai kelompok rentan sering kali menjadi objek pemanfaatan untuk kepentingan ekonomi maupun kepentingan pribadi pihak tertentu. Oleh karena itu, negara melalui peraturan perundang-undangan berupaya memberikan perlindungan hukum yang tegas terhadap anak dari berbagai bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi seksual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak korban eksploitasi seksual berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), yaitu dengan menelaah ketentuan hukum yang mengatur perlindungan anak dalam sistem hukum nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa eksploitasi seksual anak menurut UU Perlindungan Anak merupakan tindakan memperalat, memanfaatkan, atau memeras anak di bawah umur untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok, termasuk dengan mempekerjakan anak sebagai pekerja seksual. Undang-undang tersebut menetapkan sanksi pidana berupa hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda antara Rp60.000.000 hingga Rp300.000.000. Ketentuan ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak korban eksploitasi seksual merupakan tanggung jawab bersama negara, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, dan orang tua atau wali.</p> Nur Wahid Musaddiq Hak Cipta (c) 2026 Nur Wahid Musaddiq https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-16 2026-03-16 5 1 622 631 10.57250/ajpp.v5i1.2409 - Pengaruh Penggunaan Aplikasi English For Kids terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris (Speaking) Anak Usia Dini http://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2410 <p>Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global, namun data proficiency index menunjukkan kemampuan bahasa inggris anak-anak Indonesia yang masih rendah pada tahun 2020-2024, sehingga perlu diatasi sejak Pendidikan usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan aplikasi English for Kids terhadap keterampilan berbicara Bahasa inggris (<em>Speaking</em>) anak di kelompok B TK Tunas Bakti Kecamatan Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan desain <em>One Group Pre-Test Post-Test, </em>dengan sampel penelitian berjumlah 20 Anak. Data dikumpulkan melalui Test, Observasi, dan Studi Dokumen. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata <em>pre-test</em> anak sebesar 25,10 (kategori BB) meningkat menjadi 58,55 (Kategori BSH) pada post-test, dengan t<sub>hitung </sub>= -56,982 lebih besar (&gt;) dari nilai t<sub>kritis = </sub>1,7291 dan signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Probabilitas &lt; taraf signifikan (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya perlakuan atau intervensi yang diberikan dengan menggunakan Aplikasi English for Kids terbukti adanya pengaruh terhadap keterampilan berbicara Bahasa inggris (<em>Speaking</em>) anak di Kelompok B TK Tunas Bakti, Kecamatan kendari.</p> Inayatul Nisa Salwiah Afifah Nur Hidayah Hak Cipta (c) 2026 Inayatul Nisa, Salwiah, Afifah Nur Hidayah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-03-16 2026-03-16 5 1 632 640 10.57250/ajpp.v5i1.2410